Mei 172019
 

Pesawat tempur Su-27 dan pesawat command center IL-22 Bizon (foto : Departemen Pertahanan Inggris)

Pesawat tempur Typhoon Inggris melesat terbang dari Estonia pada 14 Mei dan 15 Mei untuk mencegat pesawat tempur Rusia dan sebuah pesawat komando udara “langka”.

Intersep udara adalah kejadian reguler di atas Baltik, tetapi ini berbeda dan tidak biasa karena yang dicegat adalah pesawat komando, Ilyushin Il-22.

Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, pada 14 Mei 2019, dua jet Typhoon yang mendukung misi Pemolisian Udara Baltik NATO dari Pangkalan Udara arimari, Estonia, terbang untuk mencegat dua pesawat tempur Su-27 Flanker Rusia dan satu Ilyushin Il-22 (NATO memberi nama : Coot-B) yang terbang (di wilayah udara internasional) di sepanjang pantai Baltik menuju ke arah Kaliningrad.

Pada hari berikutnya, 15 Mei, Typhoon FGR4 diluncurkan lagi untuk mencegat dua pesawat Su-27 dan sebuah Il-22 dan mengawal formasi menuju Rusia.

Ini adalah pertarungan QRA (Quick Reaction Alert) pertama sejak Angkatan Udara Inggris RAF mengambil alih misi dari Angkatan Udara Jerman bulan lalu dan itu cukup rutin.

Namun, yang patut dicatat karena salah satu pesawat Rusia yang dicegat oleh Typhoon adalah varian khusus dari pesawat Il-22 Bison (Coot-B) pos komando Lintas Udara (VzKP): Il-22M11-RT, sebuah pesawat Ilyushin upgrade yang ditingkatkan.

Ilyushin 22M11 Zebra dilengkapi dengan sistem relai radio SURT (Samolotnyi Uzel Re-Translatsii) “Sokol” (“Falcon”). Varian ini dapat dikenali dari dua antena berbentuk L besar di atas badan pesawat.

Pesawat jenis ini jarang terlihat di daerah Baltik, setidaknya berdasarkan pada gambar yang sering dirilis oleh pasukan udara NATO yang mendukung misi BAP dari Lithuania dan Estonia. Terakhir kali Il-22M11-RT dicegat sekitar 3 tahun yang lalu:

Sekitar 11 unit Il-22M11 (sebagian besar yang ditingkatkan ke varian -RT) dilaporkan beroperasi dengan Angkatan Udara Rusia.

Pada bulan Agustus 2018, RIA Novosti melaporkan bahwa Angkatan Udara Rusia akan menerima lima tambahan Il-22 yang dikonversi ke varian Il-22M11. Dua pesawat harus dikirim pada 10 November 2019, dan tiga pada 10 November 2021, rilis badan Negara Rusia.

BussinesInsider

 Posted by on Mei 17, 2019

  10 Responses to “Typhoon Inggris Cegat Su-27 dan Pesawat Komando “Coot B” Rusia”

  1.  

    Sukhoi Su-27 sering dianggap sebagai hasil dari persaingan antara Sukhoi dengan Mikoyan Gurevich, karena bentuk yang hampir sama antara Su-27 dan MiG-29. Tetapi angapan tersebut tidak benar, karena Su-27 sejak awal dirancang sebagai pesawat interseptor dan pesawat tempur superioritas udara jarak jauh, sedangkan MiG-29 sendiri dirancang untuk berperan pesawat tempur pendukung jarak dekat. Sukhoi Su-27 (kode NATO: Flanker) adalah pesawat tempur yang dirancang oleh Biro Desain Sukhoi, dan pada awalnya diproduksi oleh Uni Soviet. Pesawat ini direncanakan sebagai saingan utama pesawat tempur Amerika Serikat generasi baru yaitu F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/09/sukhoi-su-27-flanker-pesaing-f-14.html

  2.  

    Cuma berani membayang bayangi aja. Bukan mencegat. Mana Inggris punya nyali apalagi sendirian

  3.  

    Kok Ga di Tilang sih……lumayan buat nambahin THR

  4.  

    Basa basi di udara sesuai SOP, bentar lagi gantian pesawat Inggris dicegat dan malah dikawal. Saking sering ntar lama-lama mereka turun bareng ngobrol ngopi di warung HIK minum teh jahe barengan

  5.  

    Begitu Typhoon mendekat terjadi contact:
    Inggris: Mo kemana loh..??
    Russia: Hanya numpang lewat aja Bang……
    Inggris : Jangan mampri-mampir ya…??
    Russia : Nggak Bang…
    Inggris : Ya udah……Lanjut….

  6.  

    Begitu Typhoon mendekat terjadi contact:
    Inggris: Mo kemana loh..??
    Russia: Hanya numpang lewat aja Bang……
    Inggris : Jangan mampir-mampir ya…??
    Russia : Nggak Bang…
    Inggris : Ya udah……Lanjut….