Agu 122019
 

Jet tempur Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Austria. © Jean via Wikimedia Commons

Skuadron uji dan evaluasi Angkatan Udara Inggris (RAF) sudah menguji terbang pod penargetan Litening 5 yang akan meningkatkan kemampuan serang jet tempur Typhoon, dan sekaligus meringankan beban pilot Typhoon.

Selain itu RAF juga akan meningkatkan sistem penjejak infra merah Pirate, kata Andy Flynn, Direktur peningkatan kemampuanTyphoon BAE System, dilansir dari Bussines Insider.

Dikenal sebagai Project Centurion, Inggris akhir tahun lalu menyelesaikan integrasi rudal Meteor, Brimstone dan Storm Shadow MBDA pada jet tempur Typhoon selama 47 bulan. Dengan biaya sekitar £ 425 juta, atau US$ 515,83 juta, program ini memungkinkan RAF untuk mengganti seluruh armada jet serang Tornado dengan Typhoon.

Saat siaran pers dengan wartawan di situs Warton combat air di barat laut Inggris pada 7 Agustus, Flynn menyatakan bahwa pekerjaan peningkatan sensor adalah “iterasi Centurion berikutnya.

“Pengembangan spiral development dan menjaga pesawat (tetap) relevan adalah fase yang kita masuki. Kami telah melakukan lompatan besar dan sekarang tentang menjaganya tetap relevan,” katanya.

Tornado adalah pesawat serang dua kursi, sedangkan Typhoon berkursi tunggal, Flynn mengatakan pekerjaan pada Litening 5 adalah tentang meringankan beban kerja pilot.

Menurut Flinn, apa yan dilakukan adalah merupakan masukan dari pelanggan dan tim operasi RAF untuk memudahkan dan menyederhanakan tugas pilot diatas jet tempur Typhoon dan saat ini sedang mencari masukan dari Skuadron 41 (skuadron tes dan evaluasi).

“Rencananya adalah untuk mendapatkan kemampuan yang ditingkatkan “ke garis depan pada akhir tahun depan,” kata Flynn.

Pekerjaan fase pengembangan juga sedang dilakukan pada iterasi baru dari Pirates serta meningkatkan keandalan dan ketahanan sensor.

Perubahan sensor adalah bagian kecil dari pembaruan kemampuan yang lebih luas pada jet tempur Typhoon untuk menjaga pesawat tetap relevan sampai nantinya keluar dari layanan pada tahun 2040.

 Posted by on Agustus 12, 2019

  5 Responses to “Typhoon Tetap Andalan Inggris Hingga 2040”

  1.  

    Mending seperti ini gunakan yang ada dulu sambil modernisasi

  2.  

    Lhoo…lha F-35 silukman kalkun terbang dikemanain, kok gak dijadikan andalan.? Mungkin silukman kalkun gembrot emang kagak moncer buat bertarung selain mengandaslkan sifat silukmannya aja…..xicixicixicixi

  3.  

    Saya gk ikut komen tentang f35 nanti ada tukang sampah datang kesini lagi dan bilang pesawat rusia sampah

  4.  

    Eurofighter Typhoon, sebuah pesawat tempur multi peran bersayap delta dan sayap kanard, bermesin ganda super lincah, dirancang dan dibuat oleh sebuah konsorsium negara-negara Eropa yang dibentuk pada tahun 1983. Dalam rancangan tersebut Eurofighter Typhoon menyerupai pesawat tempur modern Eropa lainnya, Dassault Rafale Perancis dan Saab Gripen Swedia. Eurofighter Typhoon masuk dalam jajaran pesawat tempur tangguh di dunia dengan kemampuan stealthnya, kelincahan bermanuver di udara serta sistem dan tehnologi yang modern…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/09/ef-2000-eurofighter-typhoon-super.html