Jul 162017
 

ilustrasi : UAV MALE Yi Long, China

Jakarta – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama dengan konsorsium siap menguji pesawat udara nirawak (PUNA) jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) di 2019.

“Ke depan yang MALE kita kembangkan. Itu bisa terbang dengan jangkauan lebih jauh, muatan lebih banyak, durasi terbang lebih lama bisa 24 jam, digunakan untuk ‘surveillance’ perbatasan karena sifatnya lebih ke arah untuk pertahanan dan keamanan,” ujar Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT Wahyu Widodo Pandoe di Jakarta, Minggu, 16/7/2017.

Pembuatan prototipe untuk PUNA jenis ini, menurut dia, akan selesai pada 2018.

Kepala Program Drone BPPT Joko Purwono mengatakan MALE akan sudah bisa diuji coba pada 2019. Kolaborasi pengerjaannya dilakukan BPPT dengan konsorisum yang diantaranya ada PT Dirgantara Indonesia, PT LEN, Kementerian Pertahanan dan Keamanan hingga Institut Teknologi Bandung (ITB).

Berbeda dengan pesawat udara nirawak yang lebih kecil yang dikembangkan BPPT seperti Alap-alap yang berbahan bakar bensin dengan oktan 98, menurut Joko, nantinya MALE yang berukuran lebih besar akan menggunakan avtur. Pesawat ini dikembangkan untuk mampu terbang selama 24 jam dan mampu mencapai ketinggian hingga 30.000 kaki, dengan tidak hanya membawa kamera tetapi juga dapat membawa radar.

Sebelumnya BPPT telah mengembangkan beberapa jenis PUNA seperti Wulung dan Alap-alap PA-4 serta Alap-alap PA-5. Wulung yang dikembangkan untuk “surveillance” mampu terbang hingga radius 120 kilometer (km) selama empat jam nonstop dengan ketinggian jelajah hingga 8.000 kaki.

Sedangkan Alap-alap PA-4 yang pada Sabtu (15/7/2017), mulai menjalani uji coba untuk memetaan jalur kereta cepat Jakarta-Surabaya pada segmen Cirebon-Tegal sejauh 86 km sudah masuk Tahapan Kesiapan Teknologi (Technology Readiness Level/TRL) 8-9 yang artinya siap diproduksi. PUNA seberat 30 kilogram (kg) ini dilengkapi dengan kamera Sony Alpha6000 dengan resolusi 24 megapixels (6000×4000 pixels) seberat 344 gram dan lensa Sony E-Mount Lens 20 mm.

BPPT juga mengembangkan Alap-alap untuk fungsi “surveillance”. Uji coba terbang selama tujuh jam nonstop yang menjelajah wilayah seluas 635 Km telah dilakukan di Pangandaran, dilansir ANTARA, 16/7/2017.

  44 Responses to “UAV MALE BPPT Ditargetkan Terbang 2019”

  1. N-219 Ditargetkan Terbang 2016

    • Tolong mas tolong jangannnn
      Jangan kau ungkittttttt

      • Salah mereka sendiri yang bikin jadwal tanpa mengukur kesiapan.
        Bikin jadwal sendiri. Merevisi jadwal sendiri (dan berkali-kali luput lagi).
        Nanti kalo pemerintah sudah gregetan lalu kasih deadline, kelimpungan mereka!

        Tetap harus diperingatkan bung. Itu kan perusahaan milik negara. Maka mereka harus mempertanggungjawabkan kepada rakyat Indonesia.

      • xixixi

    • Wah asik dong. Kalo angkat artikel itu sebaiknya sertakan petanya yang terbaru, bung Diego.

    • Yoi bung, baru baca beritanya kemarin, PBB saya kira ngeliat komitmen kita melalui berbagai kebijakan positif Menteri Susi yang udah proven. Hak pengelolaan wilayah laut penting, apalagi yang sifatnya potensial kaya dekat landas kontinen, dibanding laut tak bertuan, saya kira nggak salah juga kita dikasih kepercayaan ama PBB, walau kita butuh biaya lagi buat patroli rutin.

  2. kalau bisa bahan bakarnya jangan pakai minyak bumi , coba pakai tenaga matahari

  3. Uwah pake radar, radar opo?
    Bahasa kerennya The Next Generation Of Alap-Alap..
    Buehehehe
    Lanjutken.

    • Silakan membayangkan dulu bentuknya akan seperti apa, karena JakartaGreater belum menampilkan gambar desainnya. Mungkin belum mendapatkan gambarnya.

  4. Lg bagus nee TNI..dgn hasil TOT, bentuk dr kemandirian alusista…kedepanya nkri uda mulai byk produksi sendiri…

  5. CKCKCKCKCK MANTAP, TRUZ BEKERJA DEMI KEMAJUAN BANGSA

  6. Keren.. Pasang Rudal jadilah UCAV

  7. Modelnya seperti uler pemakan daun jeruk bagus…

  8. yang bareng turki kapan jadinya ya kira – kira

  9. Dear admin.. Kapan bung Ph.D ngajak kita berhitung lagi untuk seri yang ke 36 nya?..

  10. Setelah MALE terbitlah HALE .
    Amin ?

  11. Kalau ada kapal asing yg maling ikan dilaut indonesia bisa langsung dicoba tuh rudalnya. Hahaha…

  12. Mantep tuh Uav nya bisa di centelin pensil

  13. Ucav Hale male, mantap tuk perang gerilya dan memantau perbatasan, buat yg muatannya lebih dari 1 ton, biar bisa gotong rudal…

  14. Oh PT DI yah jadi inget N219 yang belum beres beres. Oh iyah heli gandiwa juga ga ada kabarnya..

  15. Plis nanti kalo udah jadi, kasih namanya yg gahar dikit kek

  16. katanya sih MALE yg baru di uji di wind tunnel bentuknya mirip wing loong atau reaper…dan rencananya nanti sebesar predator..

  17. 2019,….. pas banget sama satelit Militer yang akan meng-orbit….

  18. Sekelas UAV male pake sony aplha ? beneran? Perasaan dananya miliaran kok pake kamera kaya gini? bukannya ini udah beda dari sisi spesifiknya?

    • D baca lagi aja… jgn terburu2… jelas kok… yg pake sony alpha itu Alap-alap PA-4 yg beratnya cuma 30 kg… kalo UAV yg Long Endurance (MALE) baru akan d kembangkan & protipenya d pekirakan baru akan selesai 2018 kemudian akan uji terbang 2019 spt judul d atas…

  19. Bagus sdh ada kemajuan signifikan… lanjutkan

 Leave a Reply