Jan 202016
 

B-585_Sankt-Peterburg_in_2010
Kapal selam Lada class pertama Rusia, Sankt Peterburg

Rusia akan menghentikan produksi kapal selam diesel elektrik Project 677-Lada class dalam mendukung kapal selam generasi terbaru, Kalina class. Angkatan Laut Rusia akan menyelesaikan konstruksi dua kapal selam Lada class sebelum nantinya beralih ke kapal selam canggih generasi kelima Kalina class.

Kapal selam pertama Lada class project 677, Sankt Peterburg saat ini sudah bertugas di Armada Baltik Rusia.

Angkatan Laut telah memutuskan untuk menyelesaikan pembangunan dua kapal selam Lada class dan setelah itu akan menghentikan proyek ini. Ketiga kapal selam dari Project Lada akan bergabung dengan Armada Baltik, dan pendanaannya akan dialihkan ke Project Kalina class. Pembangunan kapal selam generasi terbaru diharapkan sudah dimulai pada tahun 2020.

Pembatalan dari Lada class tidaklah terlalu mengejutkan. Kapal selam pertama Lada class, Sankt Peterburg memiliki masalah pada sistem propulsi dan tidak dilengkapi dengan sistem Air Independent propulsion (AIP).

Dua kapal selam Lada class yang sedang dibanugun mungkin akan memecahkan beberapa kelemahan yang ditemukan di Sankt Peterburg, tapi rupanya Moscow tetap tidak puas dengan desain dan kinerjanya.

Sangat sedikit yang diketahui tentang Kalina class selain fakta kapal selam ini adalah kapal selam generasi kelima penerus dari Project 636 Varshayanka (Improved Kilo class) dan Project 677 class. Rusia mengharapkan kapal selam generasi terbaru nantinya dilengkapi dengan AIP canggih.

Angkatan Laut Rusia sedang menyelesaikan pengembangan AIP generasi terbaru pada tahun 2017. Sistem AIP baru kemungkinan akan di ujicobakan pada salah satu kapal selam Lada yang sedang dibangun atau kapal selam Shankt Peterburg.

Dengan sistem AIP yang baru, Kalina class nantinya dapat menyelam dibawah air selama 25 hari lebih.
“Rusia saat ini sedang merancang kapal selam konvensional generasi kelima, yang dijuluki Kalina class yang akan dilengkapi sistem AIP,” kata Komandan Angkatan Laut Rusia Laksamana Viktor Chirkov klepada Ria Novosti pada tahun 2014.
”Janji Industri kami untuk mengembangkan sistem AIP pada tahun 2017 dan membangun kapal selam pertama yang dilengkapi dengan sistem tersebut pada tahun 2018.”

Dilaporkan Rusia juga mungkin akan mengekspor kapal selam diesel elektrik generasi kelimanya (Kalina class) kepada China. Penambahan Kalina class akan meningkatkan kemampuan peperangan bawah air China, walaupun masih belum mampu menjadikan China menjadi kekuatan utama kapal selam nuklir. Teknologi kapal selam nuklir China saat ini masih tertinggal satu dekade dibelakang Rusia dan AS.

National Interest

Bagikan Artikel :

  48 Responses to “Ucapkan ‘Good Bye’ pada Kapal Selam Lada Class”

  1. ya sudah lada classnya dikirim ke indonesia saja

  2. lada itu sama dengan amur ga ya?? mohon pencerahan

    • lada adalah cikal bakal desain amur. perbedaannya di material dan di dimensi. karena amur ada desain ssk 950 ton. sedangkan lada di kelas ssk 1650 ton. kira2 karena perbedaan itulah performa lada jauh lebih superior dibanding kilo class lainnya meskipun dalam keluarga pengembangan yang sama. tidak beda jauh seperti kelas u209 dengan u212.

      • amur kan juga ada 1650 bung

      • Apes banget nasibe Maroko, habis beli 2 kasel amur, malah distop produksinya.

        Gimana nanti after servicenya?

        Untung TNI AL tdk tergoda

        • yg berhenti kan lada bung, amur mah tetep jalan selama ada yg beli 😛 . . .

        • yang diincar al kan amur950 yang punya vls buat serang darat. saingan sama dcns andrasta class.

        • @raftel

          Itu dia janggalnya…yang dijadiin masternya aja malah disetop, apa gak ragu yang mau beli versi expornya?

          Jangan2 propulsinya masih buatan Ukraina ya oom?

        • dengar2 sih begitu bung beriev. makanya sekarang rusia mengganti desain karena ditakutkan data rahasia performa lada class dan kilo class jatuh ke nato (noise signature).

        • gak janggal juga kyknya bung, scorpene aja yg gk dipake si induk tetep laku, ampe gak bisa nyelem loh pdhl ituh (¬?¬)
          gk ada hubungan sama ukraina deh kyknya 😛 bung

        • @raftel

          Itu di artikel disebut ada masalah propulsi pd kasel lada class…propulsinya amur kan sama?

          Lupa dimana bacanya, maroko dapet harga yang terbilang murah u/ pembelian kasel amur, tapi lsg “terkejut” ketika disodori harga kontrak servisenya…

        • @raftel

          Anda benar om…rusia tidak puas dg propulsi aip pada lada class dan beralih ke desain propulsi baru, sementara u/ customer yang puas dg kasel tanpa aip bisa membeli amur class sbg penerus kilo class.

        • masalah lada itu pada performa mesin diesel dan elektrik motornya gk sesuai permintaan al rusia, sebenarnya sudah cukup tapi msh kurang bagi al rusia, gk ada hub sama ukraine 😛 mesinya dibuat pabrikan Kolomensky Zavod kalo g salah.
          mesin diesel-elektrik memang sama (pake D49), tapi sistem propulsi kapal selam kan ada diesel + elektrik (baterai) + elektrik (AIP), diesel dan baterai mungkin sama, tapi u AIP nya jelas beda antara amur dan lada

        • @beriev

          Itu kasel amurnya indonesia, udah dibayar lunas…dititipin di maroko kerna pangkalan di brunei udah penuh bung

        • @raftel

          Oom..ni bulan januari dah ampir abis, kemarin beritanya jordania beli kasel amur udah gak terdengar lagi?

          Apa lantaran sumbernya dari RBTH ya?

    • amur itu produk kapal ekspor russia yg ngambil basis dr lada

    • terima kasih pencerahanya buat bung Alugoro dan bung Raftel. salam

  3. good bye, lada class….. he he he..

  4. uno

  5. Oowh..

  6. Dah disegel produksinya,xixii…

  7. Indonesia perlu gabung bikin project kalina class..

  8. kirain tetep lanjut rencananya, kapal ke 2 pake li ion, ke 3 pake aip, ke 4 pake aip+li ion, g jadi ternyata
    berarti lada cuma buat test boat doang, termasuk kapal ke 2 sama 3

  9. Ya sudah Bagaimana lagi ? Kita belum punya satupun … Kelas apapun …kalina class diganti pun ..belum Tentu kita Sudah beli yang kilo class yang jenis terlama ……capek menunggu nya ini….birokrasinya super panjang …

  10. Blom juga kebeli udah mau di-stop….

    Xixixixi

  11. tuh kan, china dulu yang dapet….

  12. china lg china lg, mentang2 banyak duitnya kali ya…..

  13. Bye bye…..
    Salah satu contoh agar tidak bergantung pada produk luar. Kawal terus CBG, jgn sampai delay ataupun cancel.
    Jadikan NKRI sebagai negara produsen, kikis perlahan image Indonesia sebagai pasar alusista asia tenggara.
    Lontong lada, yg sudah pernah mencicipi mohon testimoninya…biar yg lain bisa merasakan meskipun dalam angan-angan.
    Salam

  14. Jadi indonesia gimana? Mari berimajinasi.. ..

  15. RI :Ok pelihara amur 1450 gpp lah …yg penting kan udah bisa nembakin missile klub toh…tapi ongkos after sale ma servisnya jangan mahal2 ya oom ..kita butuh banyak ni oom Putin..
    Rusia: bisa diatur…ada bonusnya juga kok…
    dan akhirnya dibeli juga si amur dngn perjanjian yg telah disepakati…

    cuma ilustrasi nego RI-Rusia….bukan hal serius………………

  16. lbih baik buat ks sndri lbih nasionalis…

  17. xixixi

  18. Lada class ditambah AIP, new Engine, Revisi desain dkit, jadilah Kalina Class

 Leave a Reply