Agu 312015
 

image

image

image

Kendaraan taktis Komodo 4×4 lakukan uji ketahanan terhadap benturan / barikade. Komodo yang menggunakan sistem penggerak ban 4×4 ini memiliki berat 4 ton. Komodo menggunakan engine diesel turbo intercooler dengan power kendaraan 215 ps @ 2500 rpm sehingga tercapai rasio berat terhadap kendaraan 25 hp/ton. Mesin komodo sendiri memiliki kapasitas 5.193 cc. Transmisi yang digunakan adalah transmisi manual dengan 6 maju 1 mundur dan memiliki diferensi lock sehingga memiliki kemampuan offroad yang baik. Kendaraan perang ini juga telah dilengkapi dengan body dan kaca anti peluru. Pindad mengklaim daya tahannya bisa sampai dengan peluru berukuran 7.62 mm.

pr1v4t33r – Defence.pk

  52 Responses to “Uji Benturan Rantis Komodo Pindad”

  1.  

    Hei

  2.  

    Test

  3.  

    Strong

  4.  

    mantap, kapan versi komersilnya di keluarkan

  5.  

    nyasar

  6.  

    kasih rudal dibagian kanan dan kiri jg boleh….hehe….

  7.  

    keren

  8.  

    cocok buat resepsi kawinan, muter2 keliling kota sambil seret kaleng bekas dibelakang plus kasih tulisan “just married”, sambil diiringi musik group rebana. boleh disewa buat begituan gak ya?

  9.  

    BPPT terus mengembangkan teknologi pesawat tanpa awak (drone) khususnya untuk kebutuhan pertahanan dan keamanan. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan yang memiliki teknologi tersebut. (photo : Antara)
    Tangerang, 28/8 (Antara) – BPPT dan SAAB perusahaan global yang bergerak dibidang pertahanan menjalin kerja sama untuk mengembangkan teknologi pertahanan dalam rangka menuju kemandirian pertahanan dan keamanan di Indonesia.
    “Industri pertahanan kita tidak kalah dengan negara tetangga, namun untuk teknologi harus terus diperbarui mengikuti perkembangan terkini,” kata Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, Erzi Angson Gani saat dihubungi, Jumat.
    Dia menunjuk beberapa negara ASEAN, alat utama sistem persenjataan (Alutista) masih harus didatangkan dari luar negeri, sedangkan Indonesia sudah memiliki sejumlah industri strategis seperti PT Pindad, PT LEN, PT PAL, PT Dahana, PT Dirgantara Indonesia.
    “Industri strategis yang kita miliki tinggal dikembangkan saja, salah satu caranya dengan menggandeng perusahaan yang memiliki teknologi terkini dan efisien,” ujar Erzi.
    Erzi berharap Indonesia dapat mencontoh Korea Selatan dan Tiongkok yang telah dikenal memiliki industri kapal selam paling lengkap berteknologi tinggi.
    UAV yang dikembangkan Saab diantaranya adalah Skeldar V-200 Maritime UAV (photo : Saab)
    Terkait hal tersebut lanjut Erzi, BPPT telah menandatangani surat perjanjian kerja sama dengan SAAB dibidang teknologi pertahanan pada Kamis (29/8) di Puspiptek Serpong. Kerja sama dilaksanakan mengingat perusahaan ini telah sukses menjalin kerja sama serupa dibidang pertahanan dengan negara lain.
    Dia menunjuk kerja sama perusahaan ini dengan Swedia dalam mengembangkan teknologi sistem pertempuran udara yang didalamnya juga melibatkan lembaga akademis dan pemerintah.
    Sedangkan di Indonesia, jelas Erzi, BPPT memiliki enam program dibidang pengembangan teknologi pertahanan yang siap dikerjasamakan diantaranya pesawat tempur, kapal selam, kapal korvet, rudal, medium tank, dan pengintai.
    Salah satu yang akan digarap dengan SAAB adalah pesawat tanpa awak (drone) yang sudah banyak dikembangkan di berbagai negara untuk tujuan pertahanan dan keamanan, jela Erzi.
    Erzi mengatakan dalam kerja sama tersebut diharapkan akan berlanjut tidak hanya sebatas implementasi pada industri strategis yang kita miliki, tetapi juga harus ada transfer teknologi.
    “Negara-negara yang tergabung dalam G-20 telah menyepakati apabila terdapat kerja sama dibidang teknologi dikalangan negara anggota harus juga dimasukkan klausul alih teknologi, ujar Erzi.
    (Antara )

  10.  

    Desain nya keren…

  11.  

    Mantap Pindad, dari senjata, ranpur, tank, mobil sampai Excavator. Harus didukung lah Bro utk komersil, jgn pikir jeleknya dulu. Macet kan hanya di Jakarta.

    Ini mobil bs dpakai utk daerah pegunungan/tambang, cocok utk daerah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua.

    Kalo pasar dalam negeri mrespond dan diserap dgn baik, bukan tidak mungkin jd cikal bakal Mobil Nasional dari Pindad.

  12.  

    Email nyasarrrt….yessss…tesssss

  13.  

    Nunggu pindad buat utk yg versi sipil sapa tau malah jadi cikal bakal mobnas hehe…kebayang klo ke mall bawa komodo gampang cari parkirannya gak kalah ma ferrari ato lambo mo uji benturan ok saja klo lawan mereka

  14.  

    Kapan Pindad tes bom/ranjau/IED ke produk2nya? Itu kan ancaman nyata kendaran tempur sekarang. Klo tes tembak dengan peluru 5.56 dan 7.62 sudah biasa. Produk2 luar negeri biasanya rilis video tes bom produknya untuk membuktikan kehandalannya. Klo rekan2 warjeager ada yg punya infonya boleh dong di share, thanks

  15.  

    waduh bahaya klo yang beli sipil pasti pemakai nya sombong dan arogan dan galak nya setinggi langit.uda kaya pejabat main klakson sana sini buat lewat. karena merasa orang banyak duit lalu semena mena. kasus moge di yogya contohnya.

  16.  

    Sungguh berbanding terbalik dengan yg dialami oleh karya anak bangsa yg akhirnya lebih memilih bekerja di Jepang, yaitu Ricky Elson sang pencipta mobil listrik “SELO” yg berdesain sebuah mobil sport kelas dunia….. bercita2 ingin membuat mobil nasional yg sempat didukung oleh Dahlan Iskan, kok malah akhirnya dijerumuskan kepada kepentingan pengusaha dan urusan politik serta kasus hukum?
    ~
    Bila karya anak bangsa ini diapresiasi dan didayagunakan kepada BUMN strategis layaknya PT. Pindad, mungkin tidak hanya sekedar membuat sebuah mobil nasional tetapi kreativitasnya akan Rancang Bangun dan Teknik Elektronya akan banyak membantu lebih banyak bagi PT. Pindad maupun industri otomotif nasional pd umumnya.
    ~
    Semoga pemerintah punya solusi terbaik bagi kemandirian industri otomotif baik sipil maupun u/ keperluan militer.

  17.  

    Di instal arhanud startreak gan biar tambah gahar, klo perlu atgm sekalian…

    Starstreak digunakan Inggris sejak tahun 1997, dengan kemampuan yang terus dikembangkan. Startstreak II diluncurkan tahun 2007, bisa menyergap pesawat lebih jauh dan dioperasikan dari berbagai ketinggian (helikopter dan kapal laut).

    Menjelang Olimpiade London 2012, Menteri Pertahanan Inggris, memerintahkan tentara memasang Starstreak di beberapa menara apartemen di London, untuk mengamankan Olimpiade dari gangguan teroris.

    Misil Startstreak Portabe

    Jarak efektif startstreak dalam menyergap sasaran 0,3 – 7 kilometer.
    Saat ini Indonesia menggunakan sebagian besar varian Lightweight Multiple Launcher (LML). Satu unit Starstreak LML terdiri dari 3 rudal siap tembak, yang dipasang di atas kendaraan tempur ringan.
    Sementara varian SP HVM, dipasang di atas kendaraan lapis baja Stormer dengan 8 misil aktif. Stormer Indonesia yang berfungsi sebagai pengangkut pasukan, bisa menjadi senjata yang menakutkan jika dipasang Startstreak SP HVM. Inggris lebih banyak mengoperasikan varian SP HVM dibanding LML.

    Misil Starstreak di Tank Stormer

    Hingga saat ini ada tiga negara pengguna Startstreak: Inggris, Indonesia dan Afrika Selatan. Indonesia merupakan pengguna terbesar Starstreak dengan 135 sistem LML. Rudal rudal tersebut disebar ke seluruh satuan Arhanud, untuk menjaga obyek vital di bawah kodam masing-masing.

    http://jakartagreater.com/rudal-starstreak-arhanud-tni-ad/

  18.  

    DI instal rudal startreak gan biar mantep..

    Starstreak digunakan Inggris sejak tahun 1997, dengan kemampuan yang terus dikembangkan. Startstreak II diluncurkan tahun 2007, bisa menyergap pesawat lebih jauh dan dioperasikan dari berbagai ketinggian (helikopter dan kapal laut).

    Menjelang Olimpiade London 2012, Menteri Pertahanan Inggris, memerintahkan tentara memasang Starstreak di beberapa menara apartemen di London, untuk mengamankan Olimpiade dari gangguan teroris.

    Misil Startstreak Portabe

    Jarak efektif startstreak dalam menyergap sasaran 0,3 – 7 kilometer.
    Saat ini Indonesia menggunakan sebagian besar varian Lightweight Multiple Launcher (LML). Satu unit Starstreak LML terdiri dari 3 rudal siap tembak, yang dipasang di atas kendaraan tempur ringan.
    Sementara varian SP HVM, dipasang di atas kendaraan lapis baja Stormer dengan 8 misil aktif. Stormer Indonesia yang berfungsi sebagai pengangkut pasukan, bisa menjadi senjata yang menakutkan jika dipasang Startstreak SP HVM. Inggris lebih banyak mengoperasikan varian SP HVM dibanding LML.

    Misil Starstreak di Tank Stormer

    Hingga saat ini ada tiga negara pengguna Startstreak: Inggris, Indonesia dan Afrika Selatan. Indonesia merupakan pengguna terbesar Starstreak dengan 135 sistem LML. Rudal rudal tersebut disebar ke seluruh satuan Arhanud, untuk menjaga obyek vital di bawah kodam masing-masing.

    http://jakartagreater.com/rudal-starstreak-arhanud-tni-ad/

  19.  

    Cocok ni buat gusur-gusur he..he 🙂

  20.  

    Versi sipil komodo, kalo nga salah ingat, sekitar 3 Milyar rupiah.

  21.  

    Okelah..terus tingkatkan teknologinya dan harga bersaing.

  22.  

    Intinya, bangsa Indonesia bukannya tidak mampu membuat sendiri mobil.. Tapi karena pemerintah tidak mendukung!! Dikarenakan ada sejumlah pengaruh besar dari beberapa produsen mobil di Indonesia yang selama ini sudah mencengkram Indonesia dan mencoba menghalangi terciptanya MOBNAS…!!! Inisial “JPG”

  23.  

    Ide bikin versi sipil Komodo bagus juga. Asal jangan nanti mobilnya komodo tapi makenya BBM bersubsidi :p Komodo ini khan diesel mesinnya hehehe

    Sebenernya ada 3 kendala kalau mau bikin Komodo versi sipil;
    1.) PT Pindad ini kan sebenernya ga ubahnya seperti karoseri adiputro atau new armada, dll. Jadi Pindad cuma bikin body-nya aja untuk Komodo ini. Sedangkan mesin, transmisi, suspensi, dan mungkin juga chassis masih pake punya Renault Sherpa. Jadi dalam hal ini produksi Komodo juga tergantung akan Produksi dari Renault.
    2.) Kalaupun kebutuhan tadi mau diambil dari supplier lain, bisa juga. Cuma yang perlu dipertanyakan gimana konsistensi kualitas dan jumlah produksi-nya. Jangan misalnya nanti ada yang pake Isuzu terus ada juga yang pake Toyota, misalnya.
    3.) Walaupun versi sipil udah di-downgrade, tetep aja yg namanya Komodo bukanlah mobil macam LCGC atau Avanza/Xenia atau Ertiga gitu. Harganya juga pasti tetep mahal. Jadi pada akhirnya konsumennya juga pasti kalangan atas. Nha jumlah penjualannya berapa? Paling2 maksimal cuma puluhan unit per tahun. Apakah feasible dari segi economy of scale?

    Just my two cents.

  24.  

    kirain ujicoba pake beton..
    kalo cuma plesteran pasir murah yang renyah.. avansa gw juga bisa libas, penyok sih

  25.  

    Ini yang gue bilang bung,
    Siapapun yang pemimpin yang mau nkri kuat dan mandiri, harus bisa “mengatasi” mereka lebih dulu.
    Lain waktu, tanyakan tentang ini bila ada yang ingin maju, pilpress. Pileg, pilkada,
    Minimal untuk wilayah masing-masing.

    •  

      Atau kita tanyakan pertanyaan ini ke semua pemangku kebijakan dan kepentingan: Indonesia dapat apa dari WTO, ACFTA/AFTA? Kan kita sdh buka keran harta karun bagi mereka dgn mengizinkan mereka jualan di Indonesia. Kita dapat apa dari masing2 negara yg tergabung dlm organisasi itu? Kita harus angkuh kepada mereka karena yg punya pasar adalah Indonesia. Bila perlu kita menerapkan perdagangan barter atau perdagangan setimpal bilateral, perdagangan adil yg seimbang antar dua negara bersahabat karib. Bila Indonesia telah ekspor barang A ke Jepang sejumlah 1 trilyun dolar maka Jepang juga berhak ekspor barang A atau B ke Indonesia sejumlah 1 trilyun dolar.