Sep 102017
 

Setelah diperkuat meriam 155 MM KH-179 Korea Selatan, meriam 155 MM Nexter Caesar dari Prancis, dan MLRS Astros II MK-6 buatan Brasil, Artileri Medan (Armed) TNI AD masih punya senjata andalan yakni Artileri Swagerak M109A4 155 mm.

Armed TNI AD memiliki 18 howitzer M109A4 155mm yang tiba di Indonesia lewat Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 25/7/2017.

Howitzer Arbeba GS M109A4BE 155 mm  merupakan upgrade dari M109A2 buatan Amerika Serikat yang dibeli tahun 1984-1985. Peremajaan dilakukan oleh Belgia pada tahun 2007-2008 terhadap 64 unit ranpur untuk meningkatkan kemampuan dan Mid-Life Update (MLU), dilansir Pussenarmed.net.

Meski berstatus bekas pakai Angkatan Darat Belgia, alutsista ‘kelas berat’ ini penting bagi modernisasi persenjataan  Armed TNI AD, khususnya pada Self Tracked Propelled Howitzer yang selama puluhan tahun mengandalkan AMX-13 MK61 kaliber 105 mm.

Menurut catatan Wikipedia.org, dari 64 unit howitzer M109 Belgia yang diupgrade ke standar -A4BE, 20 unit dibeli Indonesia dan 40 unit dibeli Brazil.

Carat7.com, mencatat, Howitzer varian M-109A4 telah mendapatkan upgrade antara lain :

Penambahan perangkat Nuclear, Biological, and Chemical/ Reliability, Availability, and Maintainability (NBC/RAM). Sopir dan petembak memiliki pembersih udara dan dua pemanas dipasang di lambung tank. Alat pembersih udara dipasang di kabin untuk awak lainnya. Gear NBC Mission Oriented Protective Posture (MOPP) disimpan di kursi dan kotak penyimpanan.

Sistem transmisi M109A4 menggunakan kopling hidrolik, sementara howitzer M109A2/A3 dengan kopling listrik. M109A4 memiliki dua filter hidrolik yang dipasang di luar power pack.

Howitzer M109A4 ini juga memiliki tombol override tempur untuk keadaan darurat. Alternator 100 amp telah diganti dengan alternator 180 amp dan saluran kompartemen kru telah ditambahkan untuk menyediakan drainase DS2 yang digunakan dalam proses dekontaminasi NBC.

  17 Responses to “Uji Howitzer M109-A4BE Armed TNI AD”

  1. Lawan sepadan untuk merkava israel ?

  2. pasti msh tambah lgi neeh.. klo memamg buat gantiin AMX-13 MK61 krn populasinya GS 105 mm disini msh ada sekitar 50 an dalam 2 yon armed 4 dan 7…..mslhnya klo mau ambil bekasan tambahan M109 lagi tu dari negara mana yg msh surplus mau dijual ( bagaimana klo pesanan 24 units M109A6 Paladin tetangga sebelah yg kabarnya ga jelas ditelikung aja)…atau klo bekasan mrk lain tu apa….atau mlh beli baru… trus mrk apa…k9 kah….

  3. 18 unit dengan luas wilayah sebesar Indonesi jauh dari kata cukup minimal 150 unit + 12 unit recovery… Singapore dengan luas wilayah lebih kecil dari provinsi DKI jakarta saja mempunyai lebih dari 80 unit SPH + Primus jadi stop untuk berbangga dahulu….

  4. Kek org yg lagi belajar naik mobil dan uji cari sim A…xixixi jgn dikasi ibu2 yg naikkin itu, nti malah injek gas wkt parkir….xixi the power of emak2…

  5. Kapan SAM nya untuk pertahanan udaranya?

 Leave a Reply