Uji Litbang Penembakan Rudal AL-1M

42
120

http://www.tnial.mil.id/Portals/0/News/OPSLAT/2014OKTOBER/020labinsen.png

Bertempat di Puslatpur Marinir Karang Tekok Situbondo, tanggal 15-17 Oktober 2014, Laboratorium Induk Senjata (Labinsen) mengadakan uji penembakan Rudal AL-1M (Strella) dalam rangka uji litbang Modifikasi Rudal AL-1M. Uji litbang ini merupakan realisasi dari program kerja Labinsen tahun 2014 yang merupakan karya nyata dari Tim Litbang dari Labinsen. Sedangkan tujuannya untuk mengetahui sampai sejauh mana sistem penembakan lama dengan hasil modifikasi yang telah dihasilkan.

Modifikasi yang dilakukan oleh Labinsen meliputi Inovasi pembuatan mounting yang tadinya harus ditembakan dengan cara dipanggul oleh penembak (man pad), sekarang dimodifikasi menggunakan mounting dengan 2 (dua) launcher. Mounting ini dapat bekerja sesuai dengan baringan dan elevasi yang diinginkan oleh penembak. Sedangkan cara penembakannya dilakukan dengan System Penembakan Remote Firing.

Pada Rudal itu sendiri telah dimodifikasi dengan menambahkan Proximity Fuse sehingga pada jarak tertentu, Rudal dapat meledak sendiri tanpa harus mengenai sasaran. Kelebihan system ini adalah untuk penghancuran sasaran udara yang sangat sulit apabila harus tepat mengenai sasaran (impact).

Setelah melalui uji laboratorium yang cukup panjang, akhirnya uji penembakan bisa dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai dengan yang diharapkan dalam pengujian. Penembakan dilakukan terhadap beberapa rudal AL1-M yg belum di modifikasi dan yang sudah dimodifikasi, kemudian dilakukan analisa terhadap hasil penembakan.

Uji litbang tersebut dipimpin langsung oleh Kalabinsen Kolonel Laut (E) Endarto Pantja I., S.T., M.T., turut hadir Kepala Arsenal Kolonel Laut (E) Kawahab, S.T. dan Komandan Puslatpur Letkol Marinir Hadi Santoso. (www.tnial.mil.id)

42 KOMENTAR

    • apa ya..? kesannya kok ngremehin banget sih.
      setahu saya missile (rudal) …kalau sudah expired tuh. biasanya dalam hal propelan dan baterai.
      karena ada faktor usia pakai.

      kalau sudah dimodif..dan bisa aktif lagi, berarti bukan hanya casing doang yg dirubah. berarti…propelan disi yang terbaru , baterainya pun model terbaru, yang jelas disebutkan diatas
      itu warheadnya sudah pakai upgrade dg proximity fuse system. bukan yang konvensional.

      • Bung, mohon disimak dulu beritanya selengkapnya. Kalau dulu itu diluncurkan dengan manpad (dipanggul oleh si penembak), nah sekarang di modif menggunakan mounting. Kontrol penembakannya menggunakan remote. Yah mungkin kurang lebih seperti RCWS yang tidak perlu diawaki langsung oleh penembaknya. Yang saya tangkap dari artikel di atas kurang lebih seperti itu. Salam

        • nah…tuh, kang satrio nambahin masukan. missile itu sebenarnya sudah expire…..dan sudah di aktifkan lagi.

          lagian juga beritanya ….warhead juga sudah di modif ke proximity mode.

          menurut dugaan ku nih missile….mungkinmau di terapkan di KCR60 dan Kcr40 serta mungkin FPB juga…dg model seperti RAM. “rolling air missile ” model idonesia…kekekeke .

    • Terima kasih artikeLnya bung Gue , kaLau soaL rudaL begini cocok pertanyaannya ke Bung JaLo , RudaL AL-1M ini buatan siapa ya , terus jarak jangkau sesudah dimodifikasi berapa dan sebeLum di modifikasi berapa ya , mohon pencerahannya bung JaLo

  1. Jadi inget jaman kerja di oil company dulu, salah satu rekan melakukan modifikasi perangkat yang bisa menghemat biaya suku cadang hingga belasan juta rupiah. Negri kita sejatinya memang penuh dengan orang-orang kreatif. Salut untuk TNI, modifikasi rudal sudah pasti bukan hal sepele. Selanjutnya, bikin rudal sendiri!!

    • upgrade di tulisan diatas…tuh udah model proximity fuse…bukan konvensensional lagi….itu berarti sudah upgrade kang.

      rudal ini sudah diatas 15 tahun lhoh. rudal buatan blok timur punya batas usia yang pendek. setahu saya rata2 dibawah sepuluh tahun. diatas batas usia pakai. rudal gak bisa dipakai lagi. mungkin karena propelannya sudah bosok…alias tak bisa nyala atau baterainya sudah swak.

      makanya kalau rudal strela ini bisa di aktifkan lagi…berarti sudah mampu diganti propelannya….atau mungkin baterainya.

      blok timur sudah gak produksi strela lagi kayaknya. jadi jelas ….ini adalah hasil kemampuan kita sendiri.

  2. MESTINYA Strella sudah berakhir atau pensiun karena kadaluarsa Propelannya
    kita punya stock banyak Sampai 1500 unit, dari borongan pembelian kapal2 bekas Jerman Timur Parchim class dll

    Kalau sudah dinamai Rudal AL 1(Angkatan Laut 1) berarti rudal itu sudah direfurbish atau dihidupkan lagi dengan penggantian Propelan , Beberapa tahun yang lalu para Marinir sudah menenteng AL 1 hasil refurbish untuk menjadi arsenalnya
    Program Refurbish AL 1 berbarengan dengan refurbish Rudal Seacat yang sekarang dibuat sebagai rudal sasaran tembak mistral dalam setiap latihan

    Kalau Artikel diatas adalah pengembangan Rudal AL 1 dengan monting Launcher dan menambahkan Proximity Fuse dan itu program tahun 2014 kalau berhasil lumayan bisa di tempatkan dikapal2 patroli dan KAL milik TNI AL

    Cmiiw dan Imho

    • Bung Galombo
      Kita tunggu saja peningkatan apa lagi untuk strela yang masih banyak stocknya, dan juga rudal2 yang lain macam rapier, exocet,harponn yang sudah kadaluarsa propelantnya,kendala kita memang belum punya pabrik propelant sendri,, dan sekarang lagi dibangun,

      Bung Cah boyolali
      Tergantung jenis propelantnya lebih bagus atau malah lebih jelek, Kalaupun jaraknya bisa bertambah tentunya gak signifikan pertambahannya
      Biasanya sih kecepatan dan jaraknya menjadi turun setelah di refurbish, tetapi tekniknya bisa semakin diperbaiki agar bisa lebih bagus
      Imho