Dec 212018
 

Uji peluncuran sistem rudal S-400 Rusia © Kemhan Rusia

JakartaGreater.com – Latihan kesiapan unit pertahanan udara Rusia dilaksanakan setelah Alexander Dvornikov, komandan Distrik Militer Selatan Rusia, mengumumkan bahwa kini militer telah selesai melengkapi pasukan pertahanan udara yang ditempatkan di Krimea dengan sistem S-400 Triumf, seprti dilansir dari laman Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Rabu.

Latihan militer yang dilaksanakan itu melibatkan sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 dan Pantsir-S telah berhasil diselesaikan di Krimea, menurut juru bicara Armada Laut Hitam Alexei Rulev.

“Para kru tempur sistem rudal S-400 Triumf dari Pasukan Aerospace Rusia dan unit pertahanan udara Distrik Militer Selatan yang ditempatkan di Krimea telah melakukan latihan pertahanan udara”, katanya.

Dia menambahkan bahwa selama latihan tersebut, prajurit ditugaskan dengan menyebarkan peluncur rudal dan instalasi radar S-400 Triumf. Setelah berhasil melakukan pencegatan dan kemudian di relokasi ke area baru.

Saat melakukan relokasi ke area posisi baru, divisi rudal S-400 tersebut mendapat serangan udara musuh tiruan oleh rudal dan sistem senjata misil Pantsir.

Sistem rudal-artileri pertahanan udara jarak pendek, Pantsir-S1 buatan Rusia © Kemhan Rusia

Latihan ini dilengkapi dengan keterlibatan elektronika yang sukses dari target yang dideteksi dan didampingi, mensimulasikan alat serangan udara musuh tiruan.

Setelah itu, sistem S-400 diberi peringatan tempur dan mulai mengumpulkan data tentang situasi udara. Latihan ini berakhir dengan penghancuran target yang mensimulasikan rudal jelajah “musuh”.

S-400 Triumf, NATO menyebutnya SA-21 Growler adalah sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) Rusia paling canggih dan memiliki jangkauan hingga 400 kilometer. Mampu melacak dan menghancurkan semua target udara, termasuk rudal balistik dan rudal jelajah.