Feb 122019
 

JakartaGreater.com – Uji coba bawah air dari unit penggerak kendaraan bawah laut nirawak bertenaga nuklir (UUV) Poseidon Rusia, mengkonfirmasi jangkauan yang tidak terbatas dan kecepatan maksimum lebih dari 200 km/jam, menurut sumber industri pertahanan Rusia seperti dilansir dari laman TASS pada hari Rabu.

“Selama uji coba di laut dari unit daya kendaraan tak berawak, spesifikasi yang dinyatakan sebelumnya tentang jangkauan penggunaan yang tak terbatas dan kecepatan lebih dari 200 km/jam telah dikonfirmasi”, kata sumber itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Sabtu, melaporkan berakhirnya tahap utama pengujian untuk kendaraan bawah laut nirawak strategis, Poseidon.

Pada akhir Desember tahun lalu sumber industri pertahanan Rusia mengatakan kepada TASS bahwa pengujian unit tenaga nuklir dari UUV sedang berlangsung di laut saat ini. Sumber mencatat bahwa reaktor telah dipasang pada lambung kendaraan yang beroperasi.

Putin pertama kali mengatakan tentang kendaraan bawah laut nirawak dengan unit tenaga nuklir dalam pidatonya dihadapan Majelis Federal pada bulan Maret 2019.

Presiden melaporkan bahwa UUV tersebut akan dilengkapi muatan konvensional dan nuklir serta akan dapat menghancurkan fasilitas infrastruktur musuh, kapal induk dan target lainnya.

  11 Responses to “Uji Poseidon Konfirmasi Kecepatan, Jangkauan Tak Terbatas – Sumber”

  1.  

    Poseidon + Shkva ……

    USS Colorado bisa-bisa berganti nama USS Colorijo

  2.  

    Kapal induk amer bakalan ngumpet sengumpet ngumpet nya tidak berani berkeliaran

    😎

  3.  

    Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh, becanda nih Bung SP. Skhival jangkauan maksimumnya hanya 12 km dan susah dikendalikan, makanya gak pake guidance kayak torpedo jaman PD 1&2. Belum siap nembak udah tenggelam duluan tuh kasel Rusia kena Mk.48 atau Mk.50. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh.

    Poseidon mah segede Kilo. Kalo melaju terus juga bakal kedeteksi. Pasang aja rantai sonar bawah laut dari Alaska-Kepulauan Aleut hingga Jepang terus ke Korsel, pasang di Laut Baltik kayak celah GIUK. Sebelum sampai sasaran dah kena ranjau laut dan serangan drone bawah laut tuh torpedo. Jadi gagal nyerang. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

    •  

      simple sih jawabannya, terlepas dari segala alasan mengenai skenario yg anda jadikan bahan “ngelessss”… Prancis pernah menembus pertahanan CSG πŸ˜€ bahkan sekelas India dengan Kilo-nya juga mampu πŸ˜€ anda pikir aja (klo emng masih punya) :P.. hiihhihihi masa sekelas Rusia gak bisa buat seperti Prancis atau India utk menerobos CSG yang anda puji-puja tak terkalahkan? πŸ˜† wkwkwkwwk…

      •  

        Spertinya agato itu kebanykn ramuan palsu, yaa begitu jadinya
        πŸ˜† πŸ˜†

      •  

        Gampang, Kasel Prancis dibantu AEW&E sedangkan kasel India dibantu pesawat MPA. Gak ada skenario buat mencari dan menembak jatuh pesawat pengintai lawan. Kalo itu perang beneran, platform pengintai musuh kayak pesawat pengintai bakal dijatuhkan lebih dulu.

        Gak ada cerita sonar bisa mendeteksi kapal permukaan hingga lebih dari 100 km. Apalagi jangkauan optimal torpedo paling jauh antara 15-20 km. Jadi kasel harus tau posisi dan arah CSG bergerak apalagi kalo di samudra lepas. Makanya mereka butuh panduan dari platform intai. Kalo platform intai mereka dilumpuhkan jelas akan jadi masalah. Makanya kasel sejak dulu maennya area tertentu aja kecuali kalo disuruh nyerang target tidak bergerak atau kalo kasel itu SSBN.

        Torpedo emang ada yg jangkauannya ampe 100 km, tapi jarak segitu udah bisa dideteksi heli AKS atau kaprang yg punya kemampuan AKS canggih. RataΒ² kaprang kelas Arleigh Burke dan Teconderoga punya kemampuan AKS yg canggih. Kasel punya kesempatan besar buat nyerang kapal induk yg dijaga ketat ketika dia diam di area yg punya salinitas berbeda, itu ada disekitar ratusan meter dari bawah permukaan laut. Itu bisa terjadi kalo kasel tau posisi atau pola pergerakan kapal induk dan itu hanya bisa dilakukan kalo ada unit platform intai yg membantu. Kalo gak ada ya percuma walopun udah nyariΒ² seluruh samudra. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh