Aug 252019
 

AS Melakukan Uji Coba Rudal jelajah yang diluncurkan dari darat, 18-08-2019.9 (US Defense.gov)/caption

Teheran  – Jakartagreater.com   –   Iran khawatir tentang uji coba rudal AS baru-baru ini dan memperingatkan kemungkinam perlombaan senjata global, Abbas Mousavi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan pada hari Sabtu 24-8-2019, dirilis Sputniknews.com.

“Langkah Amerika Serikat ini dapat mengarah pada perlombaan senjata di tingkat global, yang, selain semakin mengganggu stabilitas dan mengancam perdamaian dan keamanan internasional, akan memaksa negara-negara lain untuk menanggung biaya ekonomi yang tinggi,” kata Mousavi.

Pada tanggal 18 Agustus 2019, Amerika Serikat meluncurkan Rudal jelajah, yang sebelumnya dilarang oleh Perjanjian Pasukan Nuklir Menengah (INF) yang sekarang tidak berfungsi lagi.

Amerika Serikat menarik diri dari Perjanjian INF pada 2 Agustus 2019, mengutip dugaan pelanggaran Rusia terhadap perjanjian itu sebagai alasan, bersamaan dengan keengganan negara-negara lain, termasuk China, untuk bergabung dengannya.

Keputusan AS itu menimbulkan banyak kecaman dari Rusia dan negara-negara lain. Moskow menangguhkan partisipasinya dalam pakta pada Juli 2019.

Perjanjian INF, yang ditandatangani oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet pada tahun 1987, melarang semua Rudal darat jarak dekat menengah (310-620 mil) dan menengah (620–3.420 mil).