Uji Tembak SSM-12 dan NSM di RIMPAC 2018

Rudal jelajah anti-kapal Tipe 12 atau SSM-12 buatan Jepang © Rikujojieitai Boueisho via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Para pejabat Angkatan Darat AS dan Pasukan Pertahanan Jepang pada hari Kamis bekerjasama menguji misil Tipe 12 (SSM-12) yang diluncurkan menuju sebuah kapal perang yang terletak sekitar 60 mil di lepas pantai Kauai, Hawaii, seperti dilansir dari Sputnik.

Tes, yang berlangsung di tengah-tengah pelatihan maritim Pasifik (RIMPAC) tahun 2018 yang sedang berlangsung, juga dilakukan dalam upaya menguji kemampuan satuan tugas (satgas) untuk berkomunikasi secara efektif satu dengan lainnya dan mengkoordinasikan serangan.

Dalam periode 5 jam, USS Racine, kapal pendarat tank kelas Newport, terkena roket dari helikopter Apache dan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) Angkatan Darat AS sebelum dua rudal SSM-12 Jepang dikerahkan, menurut laporan Stars and Stripes. Serangan simulasi itu kemudian diakhiri dengan serangan artileri HIMARS yang kedua.

USS Coronado (LCS-4) meluncurkan sebuah rudal anti kapal Naval Strike Missile (NSM) buatan Kongsberg © US Navy via Wikimedia Commons

“Di sini, Anda melihat masa depan”, kata Jenderal Robert Brown, komandan Angkatan Darat Pasifik AS. “Kita mengambil sistem yang tak dirancang untuk berbicara bersama dalam banyak kasus”.

“Kita akan belajar banyak dari ini. Jika Anda tidak belajar, jika beberapa hal tak berjalan salah, Anda tidak cukup hanya dengan memaksakan diri”, tambahnya.

Menurut Stars and Stripes, oleh karena tugas operasi kali ini tidak dimaksudkan untuk menenggelamkan kapal, pasukan hanya menembakkan rudal yang tidak memiliki hulu ledak atau memiliki bahan peledak minimal.

Operasi tersebut menandai momen bersejarah antara pasukan AS dan juga Jepang ketika mereka bekerja berdampingan untuk pertama kalinya menemukan USS Racine, lantas memastikan daerah itu bersih dari ancaman dan kapal perang lainnya.

“Ini adalah pertama kali dalam sejarah, sistem senjata SSM-12 Pasukan Bela Diri Jepang dikendalikan oleh kontrol tembak dan komando AS, dalam gugus tugas multi-domain”, kata Brown kepada The Garden Island.

Latihan RIMPAC, diikuti oleh 25 negara, 46 kapal permukaan, 5 kapal selam, lebih dari 200 pesawat dan 25.000 personel militer di Hawaii, yang akan berakhir pada 2 Agustus. Latihan dimulai pertama kali pada tahun 1971.

Tinggalkan komentar