Oct 182012
 

Rudal Yakhont dari OWA-354

Mimik muka para petinggi TNI, khususnya Angkatan Laut tampak tegang  menyaksikan eks KRI Teluk Berau yang dijadikan sasaran tembak rudal Yakhont oleh KRI Oswald Siahaan di laut Sulawesi 13 Oktober 2012. Maklum, ujicoba rudal yakhont tahun 2011 tidak cukup memuaskan sehingga perasaan cemas  semakin besar di ujicoba kali kedua ini.

” Satu menit….30 second…!”, ujar seorang staf  TNI AL memecah keheningan.

“10..,9.., 8..,7..,6,5…,2,1”, teriaknya kembali menyelesaikan countdown.

Angka yang dia hitung mundur sudah habis. Tetapi tidak terjadi apa apa dengan eks KRI Teluk Berau yang dijadikan  target rudal yakhont.

Staf itupun akhirnya terdiam, menutup mulutnya rapat-rapat.

Semua hening sambil  menatapi KRI Teluk Berau. Tak ada yang bersuara.

Tak lama kemudian muncul bola api kecil dari bawah  KRI  Teluk Berau, disusul ledakan besar  yang menghiasi angkasa.

“120 detik…120 detik… !”, ujar staf  tersebut dengan girang.

Muka para petinggi TNI yang tadinya muram berubah menjadi cair dan tersenyum bahagia. Beban yang begitu besar telah terlepas. Beberapa pejabat  TNI saling pandang penuh makna, seakan ingin berbagi kebahagiaan setelah menahan perasaan tidak karuan.

Bola api berkobar demikian besar disertai  asap putih berbentuk cendawan muncul di bagian belakang kapal.  Tak lama kemudian bagian buritan kapal pun mulai tenggelam.

Para petinggi TNI melihat proses tenggelamnya KRI  Teluk Berau melalui  proyeksi gambar dari teleskop kapal.

Angle Tembakan Yakhont

Dalam beberapa referensi dikatakan angle/ sudut penembakan rudal yakhont, cukup unik.  Rudal itu menyerang sasaran dengan sudut yang rumit untuk menghindari sergapan lawan.

Untuk itu kami penasaran dan mencoba mem-preview rekaman tembakan rudal Yakhont frame by frame.

Kondisi setelah beberapa detik tertembak

Pada awalnya muncul ledakan kecil di bagian bawah belakang kapal, hampir sejajar dengan permukaan air laut.  Namun hanya dalam hitungan sepersekian detik, bola api itu langsung membesar, menciptakan bola api raksasa yang disertai kepulan asap putih menyerupai cendawan.

Konon katanya asap bisa menjadi seperti bentuk cendawan, akibat suhu pembakaran yang sangat tinggi,  membuat oksigen yang ada disekitarnya tersedot ke sumber api.

Perlahan tapi pasti  KRI Teluk Berau mulai tenggelam ke arah bagian belakang. Derajat kemiringan kapal terus mengembang hingga akhirnya hulu kapal tegak lurus dengan langit lalu tenggelam ditelan air laut.  Dasyat, efek tembakan rudal Yakhont hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit untuk menenggelamkan kapal ini.

“Luar biasa, untuk pertama kalinya rudal Yakhont bisa ditembakkan dari jarak 182 km”, ujar  Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati.

Rudal jenis Over The Horizon Targetting (OTHT)  yakhont adalah rudal supersonik  buatan Rusia dengan dimensi panjang 8,9 meter dan diameter 0,7 meter. Jarak tembak rudal seharga  1,2 juta USD  ini,  sejauh 300 kilometer dan bisa mencapai kecepatan 2,5 Mach (750 meter/detik).

Rencananya latihan tersebut akan mengujicoba berbagai rudal seperti:  Yakhont,  Excocet  MM 40,  C-802 serta Torpedo Sut (Surface and Underwater Target). Namun pada pelaksanaannya, KRI Teluk Berau terlanjur tenggelam saat dihantam  satu rudal Yakhont .

Jika demikian, benarlah adanya bahwa rudal yakhont bisa dikatakan senjata strategis.  Dia bisa menembak sasaran hingga 300 km dan langsung menenggelamkan kapal.

Uji coba senjata strategis  dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012 ini, dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno, delegasi Komisi I DPR/MPR RI  Tri Tamtomo dan Yahya Sacawiria, serta seluruh Pangkotama dan pejabat teras TNI AL.

Pujian harus diberikan kepada TNI AL karena berhasil menembakkan Yakhont versi VLS (vertical launching system). Keberhasilan lainnya adalah mengintegrasikan rudal Rusia ke sistem kapal NATO, KRI Oswald Siahaan buatan Belanda.  Diharapkan setelah datangnya helikopter OTHT Kaman SH-2 Seasprite nanti, rudal yakhont bisa diujicoba untuk jarak tembak  maksimal yakni 300 km.

Dengan berhasilnya ujitembak rudal yakhont ini, tentu sudah bisa diterka apa isi rudal yang akan dimuat pada light frigate sigma 10514 yang sedang dipesan TNI AL ke Belanda. (JKGR).

  66 Responses to “Ujicoba Rudal Yakhont Jilid 2”

  1. Uji tembak tahun lalu kurang memuaskan? Kabarnya dari jarak 250km. Uji tembak sekarang sangat memuaskan pada jarak 180an km – setanding dengan Harpoon. Apapun, TNI AL lebih tahu masalahnya, dan next nya bisa lebih mumpuni lagi. Bravo TNI AL!!

  2. Jangan tanggung2 kalo TNI beli Rudalnya…beli 100 ke atas dong. Masak belinya ketengan sih…

  3. dasyat bro,sebagai pesan kpd negara tetangga agr jngn mcm2 kpd NKRI

  4. “Pada awalnya muncul ledakan kecil di bagian bawah belakang kapal, hampir sejajar dengan permukaan air laut”

    yang berhasil menenggelamkan KRI teluk berau yakhont yg ditembakkan dri KRI atau KS indonesia.?atau ditembakkan secara bersamaan untuk menutupi uji coba yakhont dr KS indonesia.?heheheheheh

    • begini brow,.. Yakhont butuh acuan posisi,besaran kapal,dan kecepatan kapal nah byasanya yang menjadi tumpuan untuk hal itu adalah helikopter ASW yang menuntun Yakhont tersebut karena Heli ASW belum datang maka peran’y diganti Kapal Selam KRI Cakra,….

      • Nah ini yang menarik, katanya KRI Teluk Berau diletakkan pada korodinat X, Y, (dan stasioner tentunya).

        Apakah Yakhont tinggal diarahkan ke koordinat tsb atau ada proses target acquisition sebelumnya?

        • Rudal yakhont emang di set menghantam lambung kapal saat mencapai target yakhont sedikit agak menyelam di bawah permukaan air tuk hasil maksimal lambung kapal jebol
          Betul Yakont harus dipasok data target darii heli ASW krna belum ada ya data target dipasok oleh cakra..

          • @Satrio betul brow,.. pada jarak tertentu,.. Yakhont akan anjlok sampe -+5m diatas permukaan laut untuk menghindar radar dan pada jarak-+20m yakhont akan terjun diar untuk menghantam lambung Kapal untuk memberi Efek yang lebih besar dan setau ane Rudal C-705 juga punya kemampuan yang sama,….

  5. Menurut saya yang penting dahsat …………………………., mulai jaman kemerdekaan sampai th 2010 tidak ada rudal TNI yg sejauh itu dan sehebat itu, kita tunggu aksi yakhont tahun depan mengetahui tehnologi OTHT yg disandangnya bisa tembus jarak 300 km apa nggak.
    Tahun kemarin aja uji coba nya langsung membuat kawasan ini geger, sampai pimpinan TNI AL diundang sama pimpinan armada ke tujuh angkatan laut AS, dan banyak dimuat di media2 asing di dunia.
    Tidak sabar menunggu Latihan Gabungan TNI tahun2 depan , semua alutsista yg dibeli program MEF ini udah pada datang.
    “Jayalah Indonesia”

  6. Kenapa Heli ASW yang dipesan Sea Sprite?? bukankah Heli ini ditolak di Singapore,Aussie,Selandia Baru dan bahkan Amrik sendiri! Ini adalah Blunder kesekian kali dari KASAL yang baru!! terlepas dari Rudal Yakhont ini adalah Pesanan waktu KASAL pak Slamet Soebiyanto, kecewa krena AL terus2an Blunder dari PKR Sigma 10514,Pembatalan Kapal Selam Kilo,sampe Heli Sea Sprite!!

    • betul mas bro kenapa yang dipilih product gagal? negara pembuatnya pun ogah untuk memakai heli ini, pola pikir petinggi TNI AL seperti apa ya jangan2 di tekan dari pemerintah dan pemerintah sendiri di tekan oleh negara pembuat kalau tidak mau pastinya petinggi TNI AL akan di mutasi dan jabatan masih no 1 ketimbang menjadi idealis untuk alutsista penggentar……

      • Betul broo terbukti Kasal Selamet subiakto jadi korban karena sering menentang kebujakan tuk menolak membeli alutsista yg kurang ideal tuk TNI AL
        Dan kebijakan kebijakan yang dirasa merugikan TNI AL langsung ditolak
        Itu karena pak selamet da capek bener dengann embargo amerika. Hingga lebih separuh armadanya loyo karena embargo..dengann amerika mendekat lagi pak selamet tdk percaya ama amerika begitu saja dan belajar darii embargo sebelumnya (Bagus sikap pak selamet ï?ï..PATRIOT sejati_)

        Dalam kawat diplomatik amerika yg bocor diupload wikileaks bahwa;
        Amerika sangat tidak nyaman dengan sering menolaknya Kasal Selamet subiakto dengann kebijakan amerika,,diantaranya bantuan radar maritim,hibah frefat kelas oliver hazard perry,,dann helli kaman seasprite iniii..
        Hasilnya kasal dicopot dgn alasan MPP..sedang penggantinya malah lebih tua..
        Dalamm kawat diplomatik selanjutnya amerika mengucapkan selaamat atas penggantian kasal dann berharap kerjasama dengan TNI AL lebih mudah..

        Semogaa kedepan pemimpin TNI AL seperti pak selamet subiakto ygg PATRIOT SEJATI

      • saya pernah baca kalo mau menerima hibah hercules wajib beli seasprite (linknya lupa)

        • bisa jadi,… bukankah sea sprite yang dibeli itu Heli Bekas Aussie yang ditolak ma Aussie karena spek’y tidak sesuai?? duh, Parrah amat,…. Negara kita ibarat Tong Sampah,.. cuma nerima Produk2 sisa!!

          • yg saya tahu… katanya menurut produsennya seasprite jam terbang sebelum perawatan berat sampai 1300 jam-an tapi aussie mengatakan belum 1000 jam udh masuk perawatan berat… begitu juga new zeland..

          • Betul,… NZ kini cuma ngeoperasiin 2 Heli Siemprit dari 5 Unit yang dimiliki,.. nah Kasus Siemprit adalah Heli yang dtolak Aussie krena Spek yang diminta gak sesuai ma permintaan fihak Aussie,.. mirip kasus Nahkoda Ragam Frigate?,..

          • ini yg dikuatirkan……masuknya sea sprite ini..bukaannya mendukung kemajuan TNI AL…malah akan menjadi PR dan masalah……kecuali kalau PT DI mampu mengatasi masalah2 seperti ini…

  7. Formidable, Intrepid dkk keringatan…
    n crewnya langsung ngecek ciws-nya….

    • kayaknya nggak deh bro, secara rudal ini dibikin buat ngancurin target dgn rcs gede. formidablenya singapur udah stealth bro, jadi rcs-nya kecil. lagian ni rudal efektif klo buat navy fleet atawa rombongan kapal dan dia milih kapal yg rcs-nya paling gede, kayaknya paling bagus sih buat nyasar lpd, lhd atau tanker bro…

      • Betul sekali, Yakhont memang dari awal di desain sebagai aircraft carrier killer. Empat Yakhont bila ditembakkan secara serentak ke sebuah LHD, macam Canberra class (28,000 ton) yg sedang dibikin, akan sulit dicegat semuanya. LHD + F-35 Lightning II beserta kelompoknya ini cukup menggentarkan, apalagi kalau ada invasi ke Indonesia sudah bisa dipastikan datangnya dari laut.

        • Iya gan, tapi sayangnya indo cuman beli 4 (dua udah kepake jadi tinggal 2 biji). Ane sih berharap rencana yang 40 biji diterusin lagi jangan berhenti ditengah jalan..

          • ada tahu dari mana kalau beli cuma 4

          • @dede, gue udah googling dibanyak sumber yang ada ya cuman empat ntu yg dateng taun 2010, katanya sih dateng lagi 10 biji taun 2012 (tapi gue nyari berita belum ada konfirmasi dateng taun ini), lalu dalam kontrak ktanya sih mo datengin ampe 50 biji. Klo agan tau sih mohon penjelasannya ama ane yang awam ini..

          • maaf bro bukan menggurui sekedar mengingatkan agar tidak terlalu pesimis dengan kekuatan tni dan kemhan… perlu diingat bro ini berhubungan dengan militer jadi jumlahnya yg direlease ya empat padahal jumlah sesungguhnya top secret … ya gak mungkin lah kalo cuma 4…

          • ya ngga mungkinlah, masa beli empat dihancurin 2, yang betul itu beli 4 buat uji coba, alias tester.

  8. Foto ke-2 keren, ada jejak asap vertikal kemudian banting setir nyaris 90 derajat ke arah horizontal, tanpa perlu membentuk lintasan berbentuk smooth / lengkung . Cool!

  9. Pemesanan selanjutnya hrs ganti radar ama seekernya. Krn yg sekarang tuh radar yakhnotnya dirancang target dgn RCS yg gede, kalo yg kecil kayak formidable bakalan runyam tuh.

  10. Sayang, karena cuma KRI OWA saja yg dipasangi Rudal ini, kedepan TNI harus memikirkan untuk memasangnya pada semua fregat Van Speijk TNI AL, bisa – bisa pada geger tu tetangga!

  11. Mungkin TNI AL menbeli yakhont masih ketengan karena masih penjajakan sebelum membeli banyak..
    Karena rudal inii lumayan mahal..
    Setelah. Tahap pertama diuji coba dan bisa dii instal di KRI ..
    Mungkin setelah Uji coba terakhir dengan menggunakan bantuan heli berkemampuan OTHT dan berhasil bagus sukses maka petinggi TNI AL dan dephan melanjutkan pemesanan sampai 50 unit seperti rencana semula..
    Mangkanya masih hanya di instal di KRI oswa aja sebagai pilot project…nanti kedepan semuan PKR KRI kelas A.Yani dipersenjatai YAKHONT
    Betapa dahsyat fregat kelas van spliek kita dipersenjatai YAKHONT
    Maana ini mr melektech bikin kangenn komentarnya

  12. Hallo Bro,

    Helikopter, pesawat patroli maritim, kapal, UAV, dll — untuk mendapatkan koordinat kapal target di balik cakrawala — hanya diperlukan sebelum Yakhont ditembakkan. Setelah ditembakkan, misil seharga 1,2 juta US$ ini akan menunaikan tugasnya sendiri. Koordinat target bisa terhadap satu kapal atau sekelompok kapal.

    Yakhont betul-betul misil “fire and forget”. Dengan kecepatannya yang superonik, trayektori lintasannya yang sangat unik, lapisan kulitnya dari bahan penyerap gelombang radar, radarnya yg jarang aktif, dll, Yakhont memang diciptakan untuk bertarung dengan curang agar sulit ditracking dan dicegat misil anti misil.

    Setelah ditembakkan, trayektori lintasan Yakhont akan bervariasi, dan akan terus naik hingga umumnya mencapai ketinggian 14 km (46,000 feet) meskipun masih bisa terus ke 20 km (66,000 feet). Sangat tinggi. Boeing 737 generasi terbaru hanya bisa sampai ketingian 41,000 feet. Dalam fase ini kecepatan Yakhont mencapai 2,6 kali kecepatan suara.

    Kemudian pada jarak tertentu dari target, Yakhont mulai menurunkan ketinggian sambil mengaktifkan radarnya untuk pertama kali. Pada kesempatan ini Yakhont akan mendapatkan koordinat posisi kapal atau kelompok kapal dengan lebih tepat, dan segera memperbaiki arahnya. Setelah itu radarnya dimatikan kembali dan Yakhont masih turun terus hingga kemudian terbang jelajah/cruise (mendatar) pada ketinggian 5 – 10 meter di atas puncak gelombang laut. Pada fase ini speed nya 1,6 kali kecepatan suara.

    Pada jarak 80 km dari target, radarnya diaktifkan kembali untuk menyeleksi dan menetapkan 1 kapal target yang paling “berharga” — sesuai kriteria yang diprogram. Yakhont tidak akan terkecoh dengan memilih kapal tabir di sekeliling kapal target. Dan setelah didapat array koordinat kapal target, komputer Yakhont melakukan perhitungan untuk memprediksi posisi pergerakan target tsb. Pada jarak 30 km dari target, radar dimatikan kembali, dan komputer Yakhont sudah menghasilkan parameter yg cukup valid dalam memprediksi koordinat kapal target yg selalu bergerak untuk sekian puluh detik ke depan. Dalam fase terakhir ini, arah terbang Yakhont mengikuti koordinat hasil perhitungannya sendiri hingga mengenai target.

    Hal yang menarik, menurut saya, kapal pemantau (dari kapal atau heli ?) untuk mendokumentasikan saat2 terakhir ex KRI Berau sebetulnya masuk dalam jangkauan radar Yakhont ketika 2x diaktifkan. Mungkin kapal pemantau ini cukup kecil (speedboat ?) sehingga diabaikan dan Yakhont tidak mengarah ke sini. Sangat berbahaya.

    Yang menarik lagi adalah penetapan jarak target yang 182 km, padahal jangkauan Yakhont bisa 300 km. Secara desain, sebuah Yakhont memiliki 2 rezim trayektori lintasan untuk target jarak pendek 120 km dan jarak jauh 300 km. Untuk jarak pendek, ketinggian lintasannya hanya 10-15 meter di atas laut. Untuk jarak jauh, trayektorinya seperti diuraikan di atas. Sepertinya, TNI AL ingin mengetahui profil terbang Yakhont untuk target menengah 180an km. Hal ini penting untuk menghitung peluang lolosnya Yakhont menghadapi tracking dan sergapan misil anti misil lawan dan menetapkan strategi manuver kapal2 nya.

    Bagaimanapun, TNI AL yang lebih mengetahui detil misteri hantu laut yang bisa gentayangan aneh-aneh ini. Setan pun bingung memprediksi arahnya. Congratulation TNI AL !!!

  13. Sedikit ulasan Tuk PATRiOt 2 diforum inii ;
    Sebenarnya Rudal Yakhont memiliki saudara kembar yaitu rudal BrahMos MADE-in INDIA yang merupakan pengembangan Rudal Yakhont yang bisa ditembakkan dari Pesawat Tempur Sukhoi kita.
    Dulu India pernah menawarkan untuk menjual Rudal BrahMos ke Indonesia, namun belum ada kejelasan bagaimana akhir dari penawaran India tersebut.

    Jika rudal Yakhont saja yang hanya dibawa oleh Kapal Perang KRI Oswa kitaa bisa memberikan effek gentar yang luar biasa di ASEAN, maka.bayangkan JIKA Indonesia benar-benar membeli rudal BrahMos untuk dibawa oleh jet tempur Sukhoi kita dari skuadron tempur 5 Hasanudin Indonesia, maka akan menambah kekuatan militer Indonesia secara drastis.dan benar benar efek Deterrennya begitu besar
    Ini dikarenakan rudal BrahMos yang bisa ditembakkan dari jet tempur tentunya memiliki mobilitas dan pergerakan yang sangat cepat dan juga tentunya jangkauannya akan menjadi lebih luas.
    Jika Yakhont hanya bisa menghancurkan sasaran sejauh 300 KM dari Kapal Perang yang menembakkannya, maka rudal BrahMoss dapat dibawa mendekati target oleh jet tempur dan ditembakkan dari jarak yang lebih dekat. Hal ini tentunya menjadi momok yang sangat menakutkan.

    Kira kira amerika dan para tetangga kita yang sekutunya keberatan nggak ? Apaa nggak pada bingung mereka trus menawarkan hibah ” alutsista rongksokan mereka tuk merayu agar indonesia tidak sampai memiliki brahmos (yang biasanya di amini dan tunduknya pejabat kita)
    Pemaksaan pembelihan heli ASW sea sprite indikasi nyaa tuk melemahkan superior rudal YAKHONT kita
    Bisa saja kemampuan OTHT seaprite ?ang dijual kpda kita dibuat akurasinya meleset sedikit hingga data yang dipasok ke komputer yakhont salah,,

    Para rakyat PATRIOT seperti kita2 diforum ini pinginnya selain penambahan Rudal Yakhont untuk TNI AL, Dephan juga mempertimbangkan pembelian Rudal BrahMoss untuk TNI AU. Harapan ini bukan untuk menindas Negara lain, tetapi hanya untuk mempertahankan setiap jengkal kedaulatan Negara Republik Indonesia.NKRI harga mati..
    Semogaa kunjungan Menteri Pertahanan India A.K. Antony rabu tgl 17 oktober kemarin di Dephankam menghasilkan deal” pembelian rudal brahmos secara rahasia diluar release resmi yangg dikeluarkan
    Belajarlah dengann India yang begitu superior dengann alutsistanya..
    Malah beli SEASprite produk gagal
    Pejabat kita J?ANGAN HANYA MEMBEBEK DAN PATUH DENGANN DIKTE NEGARA LAIN yangg tak ingin TNI kita SUPERIOR

    SEMOGAAAAAAAAA

    • Dulu India mang nawarin Brahmos mas Braw (waktu KASAL Pak Slamet), Brahmos itu kan Produk Lisensi Yakhont (mirip Changbogo) ya ditolak lah,.. lha wong Pak Slamet mau’y tuh serba Gepard,.. Sayang Pembelian Vagyard gagal coba kalo KASAL’y masih Pak Slamet pasti semua peralatan AL Gepard semua!

    • brhamos masing belum mature guding sistemnya, dia ini berbasis pada ins dan gps, pas uji ada glitch di sinyal pds, jadi brahmos melenceng 100 meer dari obyek. akibatnya dia berpaling pda glonass, tapi apa ada jaminan kalo sinyal glonass nggak glicth ? nggak ada, rudal yang sangat mahal melenceng hanya karena sinyal glitch yang sepersekian detik saja

    • kalo mau beli missil jangan beli dari india, dapet celana kolor nanti. beli langsung ke gurunya (rusia), russia sudah punya ashm yang kapabilitynya sudah proven, tinggal kita punya duit kagak. Inilah kenaparussiaa nggak mau pakai brahmos, dia hanya ngadali india

  14. Belum tahu nih kalau malon sudah resmi beli Brahmos untuk di-install pada SU-30 nya. Untuk melawan hantu ini TNI AL bisa menyiapkan perisai anti rudal yang lebih baik (kalau AS mau jual) misalnya:
    1. Phalanx CIWS generasi terbaru.
    2. RIM-116 Rolling Airframe Missile.
    Kedua jenis senjata ini telah dilengkapi guidance infrared. Jarang ada sistem senjata dari permukaan ke udara yang pakai deteksi infrared, Phalanx generasi awal sendiri juga belum pakai. Pada speed supersonik 1.6 Mach gesekan udara dengan moncong Yakhont/Brahmos akan menghasilkan panas yang relatif bisa terdeteksi sensor infrared.

    Kesulitan mendapatkan kedua jenis sistem ini hanya akan memberi alasan tambahan bagi TNI untuk menginstal perisai anti rudal S-300 di sepanjang perbatasan.

    Antara Brahmos dan Yakhont sepintas memang sama spesifikasinya, hanya Brahmos didesain agar sesuai dengan spesifikasi sistem yang dimiliki India. India Standard. Disamping kill probabilitynya yang belum tentu sama atau lebih baik dari Yakhont, sistem yang terlalu keIndiaan bisa jadi akan menyulitkan standard platform TNI, jika suatu saat ada versi Yakhont yang lebih mutakhir. Dalam suatu test, 9 Brahmos pernah ditembakkan secara berjamaah dan diklaim berhasil menghancurkan sekelompok 3 fregat.

    Meskipun Yakhont atau Brahmos termasuk misil yang kabarnya free maintenance, namum tiap 3 tahun tetap perlu inspeksi berkala untuk memastikan bahwa unit-unit tsb masih layak operasional sesuai desain. Bisa jadi ini yg rada mengganjal TNI, bisakah India dijamin kirim teknisinya kesini sementara India dan China tidak akur di perbatasan? Maukah China yang rela mengajari Indonesia bikin rudal malah dimadu Indonesia dengan bermesraan melalui senjata strategisnya ke India? Russia memilih negara besar India menjadi teman dekat, dan China tidak mau kalah memilih negara besar Indonesia sebagai teman dekat juga. Dimana-mana setiap negara superpower rebutan mencari teman.

    Just analyses …. .

    • Release malaysia secara remi pembelian yakhont atau brahmos india secara resmi belumm pernah kesengeran,,nggaak tau kalauu pembeliaannya dirahasiakan..
      Walau agak ragu kayaknya malaysia anggarannya tuk alutsista agak serert setelah pembelian scorpene yangg dikorupsi dann ?ä???? kasus yangg terkait den?ãn pembelian KS i

      • Kalao berita yg ini sudah dibantah Gan…katanya berita pembeliannya salah/gagal. Ini juga sudah dikonfirmasi sama Menhan Malon sendiri. tetapi entahlah jika mereka jadi membelinya diam2.

      • Setahu saya mereka saat ini sedang menimbang2 untuk membeli Thypoon atau Super Kornet. Mereka melobi penjualnya sudah cukup lama dan berlangsung alot…karena uang mereka tidak terlalu banyak. Meski demikian mereka tetap fokus. Tidak kayak petinggi kita yang bisa berubah dalam waktu sekejap.

      • 18 sukoi malaysia sdh ada darii dulu..inii rencana pembelian lagi,,disertai rudal brahmos..
        Mungkin Indonesia/pemerintah mungkin menunggu kelarnya proses hibah F16 dulu sampai terkirim semuaa baruu melanjutkan program penambahan armada sukhoi lagi (Takut amerika ngambek)..
        Karena proyeksi kedepan F5 tiger harus pensiun dan F16 hibah mengganti skwadron F5..dan juga tuk menambah skwadron pekanbaru..
        Sedangkan jet tempur kelas berat TNI AU masih butuh 1 skwadron lagi..
        Inii bisa dilanjutkan program pembelian sukhoi lagi …atau bisaa jadi pembelian Typhon saat. Pak SBY berkunjung ke london dalam waktu dekat inii..
        Kalaau kita beli typhon amerika pasti gakk protes
        Sabar dulu sampai semua pesanan datang biar gak kelihatan kemaruk ..dan inii strategi kepintaran darii pak menhankam “sikancil” yg cerdik
        Sambil menunggu program KFX/IFX kelar tuk mengisi kekosongan..
        Semogaa benar kebijakan inii yangg terlaksana karena menurut statemen pak menhan indonesia butuh 10 skwadron tempur tuk memenuhi MEF..
        Perkiraan realistis darii statemen pak menhan;
        2 skwadron sukhoi (atau 1 skwadron sukhoi +1 skwadron typhon)..3 skwadron F16.. 2 skwadron hawk 109/209.. 1 skwadron F5 (brtugas sampai 2020) 1 skwadron super tucano dann 1 swadron T 150 (atau F5 hibah korsel kalauu jadi diberikan)
        Syukur syukur kalauu kunjungan SBY ke london membawa deal 2 skwadron typhon walau saya pribadi lebih condong ke sukhoi,,,
        Tapi darii padaa malah nambah hibah F16 malah berabe…
        Kemana nee mr meleckteck bikin kangenn aja 🙂

        • @Rafale Malon menimbang antara gripen ma typun, kalo super kornet itu program upgrade,… kalo gak salah Imam Sufa’at ngluarin statemen gak ada lagi program Sukhoi coz ada Hibah F-16 dan aku yakin ini krena Aussie ma Singapore takut Indo punya banyak Sukhoi,.. so cukup F-16 tua aja byar kekuatan Indo ttp dibawah mereka,… maka’y Pejabat Rusky kaget ada statemen dari KASAU kaya’ gitu,.. mungkin ada deal2 tertentu ma Rusky sebelum ada Hibah F-16 tua,…

        • su-35 tetep beli (ngarep) tapi untuk anggaran tahun 2014 keatas, minimal 1 squadron, klo ngandelin f-16 bakalan diketawain ostrali ma singapur, secara mereka mo beli f-35. klo emang nggak niat beli sukro lagi mohon kemenhan beli radar sebanyak2nya di pintu selatan ma barat laut biar tar nggak kebanyakan blackflight. dijamin tetangga yg baru beli f-35 pasti usil ngetes mainan baru mereka bener2 stealth apa nggak. tapi radar yg bisa liat stealth ada nggak ya.. anybody answer the question??and what the next solution??

      • Malaysia udh beli Su-30 MKM nya tapi belum ada berita resmi udah beli Brahmos nya. Itu di link defense-studies cuma dibilang Su-30 MKM BISA menembakkan Brahmos versi air launched, bukan berita ttg mereka SUDAH membeli Brahmos.

    • Agak OOT sebenarnya…negara kita itu memang agak aneh, anggaran pendidikan tinggi tapi peringkat pendidikan (termasuk pendidikan tinggi) tidak beranjak naik malah beberapa menurun bahkan di ASEAN sekalipun.., Indonesia itu negara maritim dengan panjang garis pantai 83000 km serta negara agraris, ironisnya anggaran sektor tersebut dikalahkan anggaran religius (baca : kementrian agama); yang terlihat justru kementrian pendidikan dan agama merupakan kementrian yang paling korup. TNI dengan anggaran ‘minim’ di paksa profesional (seolah-olah anggaran ideal) menjaga kedaulatan RI. IRONI NEGARA KEPULAUAN TERBESAR DI DUNIA

  15. Sungguh ironi Indonesia,,,
    Ongkos tahun subsidi bbm bisaa tuk membeli program alutsista 5 tahun (100 trilyun lebih)
    Saattnya tuk sadar rakyat indonesia J?angann terlena den?ãn subsidi dann biaya pendidikan gratis tapi tidakk tepat penyampaiannya

  16. Betul!! Subsidi Energi emang Keterlaluan! hampir 300T bahkan dibanding Belanja Infrastruktur pun Subsidi Energi Lebih Besar (Detik Finance&Kompas 21 Okt 2012),… padahal Subsidi Energi Lebih dinikmati Oleh Kalangan Atas dibanding orang Miskin,.. Tipikal Orang Indonesia yang bikin Malas,.. Rokok sehari 20 ribu diem,.. Tapi Bensin naik 1000 perak Demo! kakakakakaka,… Padahal Jika dibelanjakan Alutsistapun pasti punya Added Value,.. Bung Karno emang Gila2an Beanja Alutsista,.. Tapi Hasilnya? Papua Tetap ada ditangan Kita! kalo Sekarang Sayang Buat Alutsista,.. Tapi SIPADAN & LIGITAN LEPAS!! MEMPRIHATINKAN!

    • Setuju broo pemerintah kedepan jangan takut membuat kebijakan yg tdk populis..
      Naikan BBM anggaran subsidi buat menaikan anggaran Dephan..biar TNI kitaa latihan teruss meningkatkan profesionalitasnya dan semakin tangguh
      Anggaran subsidi BBM tahun pertama tuk TNI AU beli sukhoi radar,,SAM menegah dann fregat TNI AL beserta rudalnya
      Saya rasa rakyat setuju tuk memperkuat TNI (anak kandungnya)…pasti pihak asing melalui LSM padaa teriak menolak mengatas namakan rakyat kecil …(Pertanyaannya Rakyat kecil yangg manaa ygg diwakili mereka)

  17. penasaran dengan kemampuan rudal c 705 nya KCR, sehebat apa ? apa bisa tenggelamkan kapal berbobot 1500ton

  18. ada yg kurang tercapai dalam latihan kali ini, yaitu serangan simultan dari berbagai jenis senjata yg mempunyai karakteristik yg berbeda, dalam hal ini terpedo, c705/c802, exocet, dan yakhont. idealnya semua jenis senjata yg berbeda tsb tiba disebuah target secara bersamaan / simultan. hal ini sangat penting krn target yg real akan kesukaran menangani serangan multiple spt ini.

    sayangnya pihak malaysia sudah berhasil melakukan hal ini, perpaduan exocet dan sea skua(?) dr helikopter, yg menghantam target dalam waktu yg bersamaan.

    next time better

  19. Soal BBM, kita jangan mudah ditipu debat subsidi dan non subsidi, wong Indonesia ini cadangan gas dan gethermalnya mengerrikan., belum soal sumber energi alternatif spt bio energy, angin, matahari, gelombang laut etc…. masalahnya pemerintah kita tidak pernah serius mengurus ini dan juga melakukan re-negosiasi kontrak terhadap seluruh PSC.Asal agan2 tahu, kontrak minyak yg paling sedap di dunia adalah di Indonesia. Dan setiap hari kita dicekokin kampanye soal subsidi tdk subsidi.tdk mutu. Nah apa yg terjadi apabila energy murah meriah. maka barang2 produksi Indonesia akan lebih kompetitif harganya. dus semakin laku di dunia, dus kita punya pemasukan (asal tdk dikorupsi) untuk beli dan buat senjata.

  20. Subsidi BBM (secara spesifik = premium dan solar) gak ada korelasinya dengan cadangan gas alam dan panas bumi. Ini ibarat bicara apel dan jeruk. Kendaraan dengan BBG biaya bahan bakar per km-nya lebih rendah, demikian pula harga jual listrik teoritis bisa ditekan jika proporsi listrik produksi PLTP semakin besar, tapi lebih murahnya hanya akan menguntungkan mobil listrik. Keduanya tidak ada hubungan
    dengan mayoritas kendaraan saat ini yang menggunakan premium bersubsidi. Pemerintah pernah cukup serius, setidaknya di jaman wapres JK, dengan konversi minyak tanah ke LPG tabung 3kg. Konversi BBG untuk kendaraan perlu investasi besar, kalau wapres sekarang seperti JK, kemungkinan besar harga premium sudah dinaikkan sejak lama dan uang subsidi dialihkan untuk pembangunan SPBU BBG di-pelosok2. Sekarang cuma bolak balik antara wacana dan pencitraan.

    Jangan terjebak dengan ilusi kita kaya sumber daya alam, kalau cadangan gas alam RI dianggap mengerikan, cadangan orang lain lebih mengerikan, lihat tabel;
    https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/rankorder/2179rank.html

    Justru harga premium yang terlalu rendah / tidak realistis karena subsidi terlalu besar mematikan potensi bahan bakar alternatif seperti biodiesel dari kelapa sawit, yang notabene RI produsen terbesar di dunia -gak ketutup biaya bahan baku dan produksinya.

    Harga BBM RI sangat murah meriah dibandingkan dengan RRC, buktinya barang2 Cina yang banjir ke sini.
    Lihat tabel, harga BBM RI hanya 0.28 X harga rata2 BBM dunia, sementara Cina 0.66 x harga rata2 dunia.
    http://www.nationmaster.com/graph/ene_gas_pri-energy-gasoline-prices

    Catatan: negara2 lain yang berada di sekitar peringkat RI praktis para penguasa minyak dunia, kita gak ada apa2nya, kita net-importer kok, karena produksi/lifting minyak harian lebih kecil dari kebutuhan nasional (900,000 barel vs. 1,500,000 barel).
    https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/rankorder/2178rank.html
    Silakan dicek berapa % dari harga rata2 dunia yang ditetapkan negara2 lebih miskin dari RI seperti Bangladesh, Laos, Vietnam, Filipina untuk penjualan domestiknya…

  21. itu kapal tenggelam bukan karena Yakhont tapi karena di Terpedo sama kapal selam untuk menutupi kegagalannya lagi, biasanya kalau kena Yakhont nggak kayak gitu, itu jelas banget kena Terpedo.

    • Klo liat videonya malah aneh klo situ bilang yg ngehajar torpedo.. Serangan torpedo biasanya kapal korban akan jumping dan biasanya patah dua karena dihajar dari bawah tepat di lambungnya.. Dari video dan gambar terlihat jelas serangannya dari arah samping sampai tembus sisi samping yg lain.. Jenis rudal ini klo dah deket mangsa dia nyebur laut dulu ngincer lambung kapal, mirip sama c-705 china, CMIIW..

      • 100 persen setuju bung Wie

      • Tentu saja itu bukan kena torpedo … Meskipun kobaran api dan asap bisa saja dari ledakan torpedo di kapal target yang ditembakkkan saat kapal selamnya nyembul di permukaan (iseng amat test torpedo kapal selam dari permukaan laut …?), tapi ini pun tenggelamnya akan jauh lebih lama krn warhead torpedo kan tidak berat-berat amat (sasaran utamanya lunas kapal). Kapal dalam gambar di atas, entah kena rudal apa, yang jelas kena rudal yang hulu ledaknya cukup besar dan dari arah permukaan.

        Iya betul, kapal target tsb termasuk kekecilan untuk dihantam Yakhont. Dengan warhead yang sangat besar dan speednya yang sangat tinggi, ditambah fuel Yakhont yang masih ada sisa separoh (jarak kapal yg ditembak cuman 180 km), kena kapal segitu memang bakalan tembus keluar.

        Just info, profile lintasan torpedo SUT kita (Surface and Underwater Target) dari KRI Cakra dan Nanggala awalnya lurus, begitu mendekati suatu area di bawah kapal yang ditembak berubah menjadi berputar membentuk spiral yang makin mengerucut ke atas hingga mengenai lunas bagian bawah kapal. Dengan mengenai lunas, kapal akan terpotong menjadi dua.

        Ini torpedo tidak hanya mengandalkan gelombang suara dari kapal target. Awalnya memang posisi kapal target didapat dari analisis gelombang suara. Begitu sudah mendekati kapal target, sementara kapal target bergerak terus dan kebetulan gelombang suaranya hilang (misalnya mesin dimatikan karena tahu sedang diserang torpedo), maka dia akan mengandalkan gaya tarik magnetnya thd logam kapal yg sudah relatif “dekat” dan terus mendekati kapal target di atasnya ini secara spiral hingga mengenai. Inilah yang saya dengar langsung dari engineernya waktu datang di ITB akhir tahun 80an. Dengan bangga disampaikan bahwa SUT kita itu torpedo kelas berat standard NATO. Bravo TNI AL!

 Leave a Reply