Nov 082018
 

Pesawat terbang tanpa awak bersenjata, Bayraktar TB2 buatan Turki © Kemenhan Ukraina

JakartaGreater.com – Surat kabar Kementerian Pertahanan Ukraina, menegaskan kembali bahwa Ukraina telah mengakuisisi kendaraan tempur udara tanpa awak Bayraktar TB2 dari Turki.

Menurut rilis berita yang dikeluarkan oleh Kemenhan Ukraina, selama kunjungan resmi ke Presiden Ukraina Petro Poroshenko ke Turki tanggal 3-4 November, telah ditandatangani perjanjian untuk pembelian kendaraan tempur udara tak berawak (UAV) Bayraktar TB2 yang diproduksi oleh Baykar Makina.

Perlu dicatat bahwa penandatanganan perjanjian tersebut dihadiri oleh Menteri Pertahanan Ukraina Stepan Poltorak, wakil sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Ukraina Oleg Gladkovsky dan ketua UkroBoronProm (UBP) Pavlo Bukin.

Negosiasi pembelian kendaraan tempur udara tanpa awak ini berlangsung sekitar dua tahun.

Menurut perusahaan Baykar Makina, kendaraan udara tanpa awak Bayraktar adalah sistem Medium Altitude Long Endurance yang dikembangkan untuk misi pengintaian taktis dan pengawasan.

Bayraktar TB2 adalah kendaraan tempur udara tanpa awak dapat membawa muatan hingga lebih dari 55 kg. Bayraktar dapat terbang hingga ketinggian 22.500 kaki dan terbang selama lebih dari 24 jam.

Spesifikasi Bayraktar TB2:

  • Panjang: 6,5 meter
  • Lebar Sayap: 12 meter
  • Jangkauan: 150 km
  • Berat take-off maksimum: 560 kg
  • Berat muatan maksimum: > 50 kg
  • Kecepatan maksimum: 222 km/jam
  • Kecepatan jelajah: 130 km/jam
  • Layanan Ketinggian: 6.750 meter

Tahap Pengembangan purwarupa dimulai pada tahun 2007 berdasarkan model kompetisi. Bayraktar Tactical UAS dengan semua subsistemnya yang kritikal termasuk Flight Control, INS-GPS, sistem Automatic Take Off-Landing yang telah dikembangkan secara domestik menunjukkan taksi, lepas landas, penerbangan, pendaratan, fase parkir secara otomatis pada tahun 2009 dan terpilih sebagai pemenang program.

Tahap produksi akhir resmi dimulai pada tahun 2012.

  4 Responses to “Ukraina Akuisisi UAV Tempur Buatan Turki”

  1.  

    lumayan, tapi kapasitas gendongannya masih perlu ditingkatkan lagi…

  2.  

    Sdh tepat RI-Turkey kerjasama pengembangan teknologi militer!

 Leave a Reply