Ukraina Bantah Jual Teknologi Rudal ke Korea Utara

Ukraine Strategic Missile Forces Museum (Stefan Krasowski)

Kiev – Pemerintah Ukraina pada Senin, 14/9/2017 membantah pernah memasok teknologi pertahanan kepada Korea Utara, dalam menanggapi tulisan di “New York Times”, yang mengatakan Korea Utara kemungkinan membeli mesin roket dari pabrik Yuzhmash di Ukraina.

“Ukraina tidak pernah memasok mesin roket atau teknologi lain peluru kendali kepada Korea Utara,” ujar Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Ukraina, Oleksandr Turchynov.

Yuzhmash, perusahaan teknologi milik negara Ukraina mengatakan, tidak membuat peluru kendali balistik kelas militer sejak kemerdekaan Ukraina dari Uni Soviet pada tahun 1991.

“Pada tahun-tahun setelah kemerdekaan, Yuzhmash belum pernah membuat, dan sedang tidak membuat peluru kendali serta sistem peluru kendali militer,” ujar perusahaan Yuzhmash dalam pernyataan yang diumumkan di laman perusahaan.

Perhatian terhadap pengembangan senjata nuklir Korea Utara yang hampir menjangkau daratan Amerika Serikat, meningkatkan ketegangan dunia dalam beberapa minggu belakangan. Amerika Serikat adalah negara pendukung utama Ukraina.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan pada akhir pekan lalu, militer AS telah “mengunci dan mengisi” senjata jika Korea Utara bertindak gegabah, setelah pada pekan lalu mengancam untuk menembakkan peluru kendali ke Pangkalan militer Guam, wilayah Pasifik AS.

Kepala Badan Intelijen Pusat AS mengatakan tidak akan terkejut jika Korea Utara melakukan uji peluru kendali lain, setelah mereka melakukan dua percobaan pada Juli.

Menanggapi pernyataan Trump, militer Korea Utara mengaku sedang menyiapkan beberapa skenario serangan rudal ke Guam yang dituntaskan pada bulan Agustus ini dan akan meminta persetujuan Kim Jong Un, apakah diluncurkan atau tidak. Reuters/Antara, 15/8/2017.

Tinggalkan komentar