Des 142018
 

Mission Master, sebuah wahana darat nirawak multi misi buatan Rheinmetall © Defense Update

JakartaGreater.com – Sebagai tanggapan terhadap “hybrid-war” dengan Rusia, kini industri di seluruh Ukraina dipanggil untuk meningkatkan kemampuan perang dari Angkatan Darat dengan meningkatkan perangkat keras yang ada dan menghasilkan konsep inovatif yang dapat memenuhi tantangan hybrid saat ini dan masa depan, seperti dilansir dari laman Defense Update.

Sistem dan kemampuan yang dioperasikan dari jarak jauh menjadi prioritas utama, dengan dilengkapi beberapa stasiun senjata, menara dan kendaraan darat robot yang dikendalikan dari jarak jauh.

Dua jenis robot tempur telah berevolusi di Ukraina pada beberapa tahun terakhir, ada Phantom dan Ironclad. Keduanya dikonfigurasikan dengan link radio dan serat optik untuk memastikan operabilitas dalam lingkungan yang dipertarungkan dengan “EW” dan menjaga operabilitas di bawah keheningan radio.

Kedua wahana dapat mendukung konfigurasi fleksibel untuk melakukan operasi yang dilaksananan baik sebagai pembawa muatan atau pembawa senjata yang dikendalikan dari jarak jauh.

Mendukung komunikasi jaringan, Ironclad mungkin lebih cocok untuk integrasi jarak dekat dengan pasukan, dalam komando operasi garis depan sementara itu, Phantom dirancang untuk memberikan dukungan tembakan yang diperintahkan dari beberapa kilometer ke belakang.

Dengan persenjataan kelas UGV tempur yang berkembang cepat dari kedua sisi, ada kemungkinan bahwa Ukraina dapat menjadi medan perang robot pertama, di mana robot dapat saling bertikai saat mereka mendukung pasukan pemerintah disatu sisi dan pasukan paramiliter di sisi lain.

Robot Tempur Ironclad

General Dynamics mengungkap sebuah wahana tanpa awak (UGV) bersenjata Ironclad dilengkapi RWS Shablya saat Security Expo 2014 di Kiev © Aleksandr Naumenko

Ironclad buatan Global Dynamics pertama ditampilkan dalam Security Expo di Kiev pada bulan Oktober 2014. Robot pengintai tersebut memiliki berat 1.100 kg, GVW ini membawa muatan 200 kg. Robot beroda yang terdiri dari dua bagian, masing-masing menggunakan dua roda. Bagian depan membawa stasiun senjata ringan Shablia yang memasang senapan mesin 7,62/12,7 mm dan dua peluru kendali.

Dengan berat kosong sekitar 100 kg, konfigurasi “beban maksimum” adalah sebagian besar kapasitas muatan. Atau, pengguna dapat memilih untuk membongkar RWS dan membawa muatan pada modul belakang sebagai misi dukungan logistik.

BAE Systems mengungkap sebuah wanaha tanpa awak (UGV) Ironclad saat DSEI 2017 © Defense Update

Desain artikulasi ini memungkinkan kendaraan untuk melintasi rintangan. Robot ini didukung dengan generator diesel berdaya 12kW untuk mengisi baterai dan sekaligus menggerakkan empat motor penggerak. Sistem ini dapat bertahan hingga 10 jam atau 130 km, berjalan pada kecepatan hingga 20 km/jam, atau satu jam operasi pada daya baterai.

Ironclad menggunakan tautan (link) radio canggih yang mendukung jaringan mesh, untuk secara otomatis memperluas jangkauan radio diarea dimana banyak pengguna mengoperasikan radio tersebut.

Kemampuan tautan radio menyediakan kesenyapan dan ketahanan yang lebih baik terhadap gangguan dan peperangan elektronika ke jaringan secara keseluruhan dan untuk setiap penggunanya. Kontrol serat optik juga disediakan yang memungkinkan operasi dibawah keheningan radio.

UGV Fantom II

Rantis nirawak serbaguna Fantom buatan Ukraina. © UkrObronProm

Kendaraan multiguna taktis neroda 6×6, Fantom (a.k.a Phantom) dikembangkan di Ukraina dan diresmikan pada tahun 2016 di Arms & Security Expo di Kiev, Ukraina.

Dengan berat tempur lebih dari satu ton, Phantom ini menggunakan sistem hibrida diesel-listrik 30kW untuk melaju hingga kecepatan maksimum 38 km/jam. UGV ini dapat digunakan untuk membantu posisi penjaga depan, memberikan perlindungan, dukungan tembak, membantu misi pengintaian dan memberikan dukungan “tenaga” untuk pasukan garis depan.

Sistem ini menggunakan saluran kontrol radio dengan jangkauan 20 km, atau 5 km menggunakan sambungan serat optik. Kendaraan dilengkapi dengan stasiun senjata yang distabilkan, dioperasikan dari jarak jauh, yang memasang senapan mesin berat kaliber 12,7 mm dan rudal anti-tank Barrier

Wahana darat nirawak (UGV) Fantom II meluncurkan roket © Defense Update

Varian terbaru dari Phantom adalah Fantom 2 8×8, UGV pernah ditampilkan oleh SpetsTekhnoExport di Pameran dan Konferensi Sistem Tanpa Awak di Abu Dhabi, pada bulan Oktober 2017.

Kendaraan ini memiliki berat 2,6 ton. Dapat melakukan perjalanan sejauh 130 km dan didukung oleh sistem propulsi hibrida 80kW yang mampu membawa platform untuk melaju hingga 60 km/jam.

Sebagai platform yang lebih panjang, Phantom 2 dapat membawa senjata yang lebih besar seperti pod roket RS-80PO atau kanon laras ganda 23 mm dan 4 rudal anti-tank Barrier dengan jangkauan tempur yang efektif hingga 5.000 meter.