Feb 012018
 

Uji peluncuran rudal jelajah “Netpun” buatan Ukraina. © Youtube / NSDC Ukraina

JakartaGreater.com – Sebuah rudal jelajah berbasis darat buatan Ukraina yang terbaru menjalani uji coba peluncuran yang sukses pada hari Selasa, 30 Januari, kata Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional (NSDC) Ukraina, Oleksandr Turchynov, di lansir dari laman Defence Blog.

Turchynov menyebutkan bahwa rudal tersebut adalah proyek Ukraina yang dirancang oleh biro pengembangan pertahanan Luch yang berbasis di Kyiv, ia dapat memberikan serangan yang tepat terhadap target baik di darat dan laut.

“Dalam tes yang sukses itu, efisiensi penerbangan dan operasi sistem rudal diperiksa”, kata Turchynov.

Selain hal itu, Turchynov menginformasikan bahwa NSDC Ukraina mengkoordinasikan program rudal nasional, menetapkan tugas untuk tak hanya mengembangkan sistem rudal jelajah berbasis darat tetapi juga versi pelucuran di laut dan udara.

“Jangkauan rudal jelajah beserta peralatan tempur kami tidak bertentangan dengan kesepakatan internasional yang ditandatangani oleh Ukraina untuk jenis senjata semacam itu”, tambahnya.

Menurut Turchynov, keberhasilan ini merupakan peristiwa penting bagi Ukraina, sebab setelah pelucutan senjata total militer Ukraina sesuai dengan Memorandum Budapest, tidak ada satu rudal pun yang tersisa dalam Angkatan Bersenjata Ukraina.

Sumber Defence Blog, menyebut bahwa Neptun merupakan rudal jelajah subsonik anti kapal yang dibangun berbasis rudal Kh-35 buatan Soviet yang telah terbukti tempur. Rudal ini diperkirakan memiliki jangkauan antara 130 – 300 km.

Rudal Neptun terbaru akan menggunakan panduan inersia dengan pencari radar aktif untuk menemukan targetnya. Rudal tersebut dipandu menuju sasarannya di fase akhir lintasan dengan perintah yang diumpankan dari kepala radar aktif dan altimeter radio.

Berbagi

  34 Responses to “Ukraina Sukses Uji Coba Rudal Jelajah “Neptun””

  1.  

    Buset dari kemaren baru nongol nih artikel baru… Tengah malam lagi udah ngantuk xixixi…

    Pertamax ajalah…

  2.  

    Nah, ini bisa dimintai ToT. Ukraina gak ikut MTCR jadi bisa lebih leluasa, mungkin kita bisa mendanai sekalian produksi bersama.

  3.  

    Ukraina sangat bermasalah dalam pembuatan alutista, BTR-4 di reject Indonesia dan yg di Irak juga bermasalah dalam kualitas produksi… Oplot di reject Thailand karena madalah molornya pengiriman dan ada beberapa madalah seperti batere yg boros…
    Lebih baik jangan coba2…

  4.  

    kita kpannnn

  5.  

    Mantap perlahan2 Ukraina jd boneka AS dikawasan Eropa Timur.

 Leave a Reply