Nov 142016
 
Radar Kolchuga (Foto :  VItaly V Kuzmin)

Radar Kolchuga (Foto : VItaly V Kuzmin)

Angkatan Udara Indonesia (TNI-AU) sedang mengevaluasi proposal dari pemasok dan produsen sistem radar mengenai sistem radar peringatan dini pasif (pasif sensor) untuk dipasang di pangkalan udara Ranai, Natuna.

Lima presentasi, dari perusahaan yang berbasis di Cina, Cekoslowakia, Iran, Italia, dan Ukraina, telah dilakukan di Markas TNI-AU sejak Oktober 2016, ujar sebuah sumber yang dekat dengan proses akuisisi ini, kepada IHS Jane, dengan informasi diperkuat oleh sumber dalam layanan.

Perusahaan Ukraina telah menawarkan radar sistem deteksi pasif, Kolchuga. Untuk sementara belum diketahui sistem radar aapa yang telah diusulkan oleh pemasok lain.

Radar Kolchuga

Sistem radar yang terdiri dari tiga stasiun radar Kolchuga memungkinkan untuk melihat obyek di darat dan target permukaan serta melacak gerakan mereka dalam radius 600 km (target udara pada ketinggian 10 km – 800 km), yang membuat sistem pertahanan udara peringatan dini yang efektif.

Jangkauan deteksi 800-km telah dicapai hanya dengan radar Kolchuga Ukraina. Yang terbaik AWACS Amerika Serikat hanya bisa lakukan pelacakan 600 km, sedangkan kompleks radar berbasis darat Vera (Republik Ceko) dan Vega (Rusia) dapat menjangkau sampai 400 km – setengah dari yang bisa dicapai kompleks radar Kolchuga Ukraina. Batas frekuensi rendah dari radar Kolchuga bekerja di frekuensi 130MHz dan yang terendah dari semua analog. Untuk AWACS batasnya adalah 2.000 MHz, untuk Vera itu 850MHz, untuk Vega itu 200MHz.

Radar ini dikembangkan oleh perusahaan Holding Special Radio Device Design Bureau, yang melibatkan : Topaz holding, the Donetsk National Technical University, the Ukrspetsexport state company, dan the Investment and Technologies Company.

Sumber : Janes.com dan Globalsecurity.org

Berbagi

  58 Responses to “Ukraina Tawarkan Radar Jangkauan 800 Km untuk TNI AU”

  1.  

    Borong…..

  2.  

    Mantaaapp..xixixixixi

    •  

      @welleeeeh

      Barang apa to ini bung….katanya radar kok deteksi pasif?

      Mohon pencerahannya….

      •  

        Barangkali nggak akan dibeli.

      •  

        @Bung Uling Putih. Radar ada yg pasif dan ada yg aktif. Radar pasif mendeteksi sasaran dari sinyal radar yg dikeluarkan oleh sasaran tsb. sedangkan radar aktif mengeluarkan gelombang untuk mendeteksi sasaran dari gelombang yg dibelokkan atw dipantulkan oleh sasaran. Contoh radar aktif yg dipake di pesawat: AESA, kalo radar pasif contohnya PESA.

        •  

          @putra

          Salah bung, radar PESA juga mengeluarkan gelombang untuk mendeteksi sasaran dan mengukur pantulan dari target nya , bisa sampai 15 Kilo watt lebih.
          AESA & PESA hanya berbeda cara deteksi scanning nya saja, yg satu, antenanya tidak bergerak dan yg satunya lagi bergerak ke kiri dan ke kanan, untuk memancarkan gelombang dan mendapatkan pantulannya, itulah yg dimaksud active scan dan pasif scan.

          jadi kata “pasif” atau “aktif” disini tidak ada hubungannya dengan PESA ataupun AESA.
          radar pasif ya pasif saja, tidak berhubungan dengan cara scanningnya.

    •  

      @putra

      Trims oom atas responnya….tapi [email protected] itu benar. Semua radar (aesa, pesa, doppler) memancarkan emisinya untuk mendapatkan pantulan dari target yang dipantaunya.

      Saya baru ngeh ttg kolchuga setelah menonton videonya….lebih tepatnya disebut saja sbg “sensor passive” (tapi yang ini bukan radar !!). Cuma karena ukuran antene receivernya yang besar makanya tadi disangka radar

      Kolchuga (atau semua sensor pasive yang lain) ini hanya menerima/mengumpulkan transmisi elektronik dan/atau komunikasi radio dari semua obyek yang berada disekitarnya.

      Cara kerjanya mirip dg pak dokter yang memeriksa pasien dg alat stetoskop…atau mirip “timer angkot” yang cuma berdiri diprapatan, sopir2 angkot sdh pd setor uang sendiri.

      Sensor pasive (ketika sedang bekerja sendiri/1 unit saja) tidak bisa mengukur jarak target…tapi ketika 3 atau lebih sensor pasive bekerja bersama-sama, baru alat ini bisa mentriangulasi jarak obyek yang dipantau.

      Keunggulan sensor pasive adalah sifatnya yang siluman karena tidak memancarkan emisi apapun, shg obyek yang dipantau tidak menyadari kalo seluruh emisi elektronik atau komunikasi radionya sedang dipantau. Berbeda dg pendeteksian radar….obyek yang dipantau jika dilengkapi dg perangkat sigint(elint/commint) juga bisa mengetahui kalo dirinya sedang dipantau.

      Kalo dibanding sensor pasive buatan pabrikan lain, kolchuga atau sensor pasive lain yang menggunakan teknologi blok timur, ukuran antene receivernya tergolong besar….sementara yang buatan dg teknologi blok barat antene receiver lebih ringkas (seperti antene elint/commint pd fregate Fremm atau formidable), hal ini bisa dilihat pd sensor pasive buatan elta, saab, vera atau eads.

      •  

        Iya ini radar hanya mengandalkan objek yg mengeluarkan emisi radio. Jangankan F-35, pesawat hercules yg tidak menghidupkan radio dan radar juga akan menjadi siluman dan tidak terdeteksi oleh alat ini.

        •  

          tepatnya memantulkan emisi radio bung

          f/a-18 sonotan klo mau menyusup ke arah ntt pastinya udah melakukan radio silence dan mungkin nenteng rudal harm untuk membungkam radar hanud (dalam situasi perang).
          radar pasif akan selamat dari incaran harm, karena tidak memancarkan emisi radio sendiri, hanya menangkap pantulan sinyal lain seperti dari tower bts komunikasi seluler yang ada di sekitar…

      •  

        @Uling Putih
        Yg pasti urutan negara yg bakal di pilih>> ukraina,, iran,, italy,, ceko dan paling buncit china..

        Radar ukraina kandidat kuat plihan user sepaket R-27..xixixixixiixi

      •  

        @sigma lover&ubed

        Biarpun pesawat mematikan radio dan radar, tapi tidak benar-benar silent karena tetap memancarkan transmisi eletronik/data krn tetap harus mengaktifkan perangkat navigasi spt GPS, radio altimeter atau melakukan transmisi datalink (yang ini meskipun tidak bisa dipecahkan komunikasi tapi transmisinya bisa dideteksi…spt ketika mendengar orang berbicara dg bahasa asing, kita tidak paham isinya tapi kita tau org tsb sdg berkomunikasi dg orang lain)

  3.  

    No comment

  4.  

    Borong yang banyak! Minta TOT yang banyak!

  5.  

    bungkus langsung di staples xixi

  6.  

    beli dari iran aja yg bisa ngendus best of kandahar kemaren…

  7.  

    Hmmm

  8.  

    Pesawat siluman Mallon bisa kelihatan gak tuh, kan jaguh…..kwakwa

  9.  

    P>

  10.  

    Radar adalah salah satu alat penditeksi dan pertahanan negara yang lebih murah oprasionalnya di bandingkan dengan pespur.
    Hanya saja radar canggih biasanya sepaket dengan SAM sebagai alat pertahanan udara awal dan terakhir untuk suatu negara.

    Untuk Radar Kolchuga made in Ukraina ini apakah dapat sepaket dengan alutista untuk payung udara Indonesia saat ini?
    Karena untuk target udara Radar Kolchuga ini bermain di range 10 km – 800 km di atas permukaan laut.
    Sedangkan siatem pertahanan udara kita diluar pespur jangkauannya di bawah 10 km.
    Sepertinya radar ini kurang efektif dan hanya di fungsikan untuk membebankan pespur kit saja.

  11.  

    rudal belakangan

  12.  

    @Bung Uling Putih. Radar ada yg pasif dan ada yg aktif. Radar pasif mendeteksi sasaran dari sinyal radar yg dikeluarkan oleh sasaran tsb. sedangkan radar aktif mengeluarkan gelombang untuk mendeteksi sasaran dari gelombang yg dibelokkan atw dipantulkan oleh sasaran. Contoh radar aktif yg dipake di pesawat: AESA, kalo radar pasif contohnya PESA, gitu.

  13.  

    boroooong yg banyak..

  14.  

    Komenku ilang….

  15.  

    beli yg banyak biar tetangga pada merinding

  16.  

    Beli pesawat AWACS saja bisa menuntun rudal BVR saat pertempuran udara. Lebih efektif karena disamping mengawasi memberikan peringatan dini juga bisa mengendalikan pertempuran.

  17.  

    BBBOOOOORRRRROOOOOOOONNGGGG….

  18.  

    Gak usah..tni au sudah terbiasa pake radar motto

  19.  

    Bisa deteksi siluman juga kah?

  20.  

    Jangan lupa utamakan tot

  21.  

    Iya nih, wajib dibeli, cocok utk pulau2 terluar kita terutama yg berbatasan langsung dgn negara tetangga.belinya sepaket dgn rudalnya akan terasa lbh baik….itupun klo indonesia ada dana!!xixixixi

  22.  

    bikin sendiri aja …

  23.  

    ada tambahan antena UHF

  24.  

    Marsekal, jgn lupa TOT

  25.  

    NKRI DARURAT RUDAL BALISTIK

  26.  

    Kira” 800km smpe mna ya nyampe nya

  27.  

    Kalau di pasang di Natuna…cucok bingit….kalau di pasang di NTT, juga cucok bingit…

  28.  

    Ayo….tidak apa apa kan ..kalau punya sistem radar yang bukan standard NATO?

  29.  

    Kalau TOT dari Ukraina menjanjikan kemandirian Indonesia radar ini sangat recomended.

  30.  

    Test

  31.  

    jika beli radar nya yg jangkauan 800km..maka rudalnya juga harus punya yang 800km.. sia sia jika radar nya sudah mendeteksi musuh di 800km cuma mau nembak nungu sampai 20-50 km… sesuai kemampuan mampad atau orlikon shield,,,

    ilustrasinya:

    -.petugas radar : lapor pak,,ada pesawat musuh di jarak 800km,,,makin mendekat ,,ijin nembak pak

    -.komandan : sabar mas,,,mau nembak pake apa,,tungu aja sampai 20km ya,,,sana ngopi dulu

    •  

      Memangnya ada ya rudal pertahanan dengan tipe Surface to Air (SAM) Missile yang memiliki jangkauan 800km?
      Mohon infonya ya bung test.

      Ilustrasinya mungkin begini.
      1. Pesawat/rudal jarak 800km terdeteksi radar.
      2. Jarak 750km petugas baru sadar melihat radar.
      3. Jarak 700km petugas masih mengamati pergerakan objek
      4. Jarak 650km petugas mengidentifikasi objek.
      5. Jarak 550 km petugas konfirmasi ke komandanya.
      6. Jarak 450 km approve untuk menembak rudal SAM.
      7. Kedua rudal tersebut bertemu di jarak 350km.

      Jadi menggunakan rudal SAM dengan jangkauan 800km untuk menjatuhkan ancaman pesawat/rudal musuh dengan jarak 350km. Mubazir dongs.

      Ilustrasi yg ane tulis hanyalah fiktif belaka. Xixixi

  32.  

    Radar pake radar ini ditambah rudal rx yang dikembangkan sampai 500 km. Kan bisa kalau digabungkan. Belum lagi ditambah pespur yg jaga di masing2 home basenya. Cth F16 saja dgn rudal Amraam yg dapat menjangkau 100 km. Jadi radar ini dipasang buat peringatan lalu rudalnya F16 aja cukup. Kl masih lolos masih ada rudal RX kita yg 500 km.

  33.  

    Borong… 5 biji….

 Leave a Reply