Jan 262019
 

JakartaGreater.com – Pada tanggal 23 Januari, militer Ukraina melihat kendaraan udara tak berawak yang tidak dikenal memasuki wilayah udara Ukraina, menurut pernyataan Joint Forces Operation (JFO) Ukraina seperti dilansir dari laman Interfax.

“Setelah diperiksa oleh insinyur militer, perangkat tersebut diserahkan kepada spesialis untuk identifikasi dan dipelajari lebih lanjut. Telah ditetapkan bahwa itu adalah kendaraan udara nirawak Granat-2 yang diproduksi oleh perusahaan dari kompleks industri-militer Rusia”, menurut JFO.

Itu ternyata merupakan drone Granat-2 buatan Rusia yang dirancang untuk melakukan pengintaian udara dilengkapi foto, video dan peralatan termal dengan jangkauan antara 15 – 25 kilometer.

Granat-2 dikembangkan oleh kontraktor pertahanan Rusia, Izhmash-Unmanned Systems, drone tersebut mampu mentransmisikan video dari situasi yang berkembang ke monitor pos komando.

Drone dapat mengirimkan data mengenai lokasi unit musuh ke kelompok pengintai, yang beroperasi di belakang garis musuh.

“Drone yang dirampas tersebut adalah bukti lain dari dukungan Rusia terhadap kelompok-kelompok bersenjata ilegal di wilayah Donbas yang meneror warga sipil Ukraina yang tinggal di dekat garis kontak, menembaki mereka”, kata JFO.

Pusat pers JFO mencatat bahwa Rusia telah memasok drone jenis ini ke milisi bersenjata ilegal menurut Ukraina dari apa yang disebut “Republik Rakyat Luhansk dan Donetsk”. Ini telah digunakan untuk pengintaian udara dan penembakan artileri.

Bagikan: