Jan 062018
 

Sistem rudal taktis Grom 2 Ukraina. © mil.in.ua

JakartaGreater.com – Situs militer Ukraina merilis foto-foto sistem rudal taktis Grom-2 (Thunder-2) baru yang dikembangkan oleh Yuzhnoye Design Office dan AM Makarov Southern Machine-Building Plant.

Foto yang baru-baru ini dirilis dan laporan di media Ukraina menunjukkan bahwa sistem rudal taktis Grom-2 (Thunder-2) terbaru telah mendekati garis finish.

Menurut Armyrecognition.com, operasional sistem rudal taktis baru tersebut dikembangkan untuk Arab Saudi. Perusahaan pertahanan Ukraina telah menerima dana sekitar $ 40 juta dari Arab Saudi untuk mengembangkan sistem rudal balistik taktis Grom-2.

Sistem rudal baru ini dirancang untuk bersaing dengan sistem rudal balistik jarak jauh Iskander yang canggih. Arab Saudi dilaporkan telah secara diam-diam membiayai pekerjaan Resaerch & Development di Grom-2, yang mencapai sekitar $ 40 juta dolar.

Grom-2 memiliki jangkauan 350 km, namun secara teknis, sebuah rudal mampu terbang hingga 500km. Sistem baru yang dikembangkan oleh Yuzhnoye Design Bureau dalam kemitraan dengan Pavlograd Chemical Plant dan Kharkiv Morozov Machine-Building Design Bureau.

Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, Arab Saudi berusaha untuk mendapatkan sistem sejenis dari Rusia dan Amerika (Iskander dan ATACMS), namun masih terkendala.

Bagikan Artikel :

  5 Responses to “Ukraina Ungkap Sistem Rudal Taktis Baru Pesanan Arab Saudi”

  1. Bagus gak yah … 😀

    • Ukraina sedang bermasalah… terbukti dari BTR 4M dianggap tidak layak untuk TNI AL, Irak juga mengembalikan jenis ini karena banyak ditemukan kualitas buruk dari proses pengerjaan… Thailand bermasalah dengan Oplot Thailand bermasalah…

  2. betapa besar peran saudi bagi industri militer berbagai negara berbagai blok, baik barat maupun timur. semuanya diraup.blok barat, blok timur, eks blok barat, eks blok timur, non blok.

    • Ada Baik nya kalau kita juga ikut kerja sama dengan Ukraine untuk pengembangan Tank ..panser APC Dan missile seperti ini…
      Ukraine Ada Kekurangan ..tapi Kekurangan kita soal technology Alutsista lebih lemah lagi…
      NKRI butuh partner untuk memproduksi Alutsista..

  3. Bukankah RI jg ada kerjasama perudalan dgn Ukraina terutama dgn Nozel mesin roketnya.

 Leave a Reply