Umumkan 5 Tewas, USMC Stop Operasi SAR di Jepang

Pesawat tempur F/A-18C Hornet lepas landas dari kapal induk © US Navy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Korps Marinir AS telah mengakhiri pencarian lima Marinir yang masih hilang dari kecelakaan pesawat tanker KC-130J Hercules minggu lalu dengan F/A-18D Hornet dan kelima Marinir itu telah resmi dinyatakan tewas, seperti dilansir dari laman US Naval Institute (USNI).

Layanan telah melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) sejak terjadinya kecelakaan sekitar 200 mil dilepas pantai Jepang sekitar jam 2 pagi pada 6 Desember waktu setempat.

Personel sistem senjata dari F/A-18D Hornet berkursi tandem yang naas ditemukan hidup-hidup oleh pasukan SAR Jepang sesaat setelah terjadinya kecelakaan. Namun, pilot Hornet, Kapten Jahmar Resilard yang ditemukan beberapa jam kemudian dan dinyatakan meninggal di rumah sakit setempat.

Kapten Jahmar Resilard, 28 tahun asal Miramar, Florida yang tewas saat F/A-18 Hornetnya tabrakan dengan KC-130 Hercules di Laut Jepang © VOA

Setelah dilakukan pencarian dengan tambahan pasukan AS, Jepang dan Australia, Korps Marinir AS telah menghentikan pencarian lanjutan pada sore hari tanggal 11 Desember, waktu setempat.

“Setiap upaya yang mungkin telah dilakukan untuk menemukan kru kita dan saya berharap keluarga dari orang Amerika yang tak mementingkan diri ini akan menemukan kenyamanan dalam upaya luar biasa yang telah dilakukan oleh pasukan AS, Jepang dan Australia selama pencarian”, kata Letnan Jenderal Eric Smith, komandan 3rd Marine Expeditionary Force.

Kelima Marinir yang berada di pesawat tanker KC-130J Hercules dan ditugaskan pada Marine Aerial Refueler Transport Squadron 152 (VMGR-152 “Sumo”) dari 1st Marine Aircraft Wing. Keluarga terdekat mereka telah diberitahu, nama-nama mereka akan dirilis akhir pekan ini.

“Kami dari keluarga Sumo sangat sedih setelah diumumkan kesimpulan operasi SAR”, kata Letnan Kolonel Mitchell Maury, komandan VMGR-152. “Kami tahu keputusan yang sulit ini dibuat setelah semua sumber daya dikerahkan dalam pencarian yang berat untuk Marinir kami. Pikiran kita berat dan doa kita bersama seluruh keluarga dan teman-teman mereka”.

Jet tempur F/A-18C Hornet melakukan pengisian bahan bakar diudara dari pesawat tanker KC-135R © US Navy via Wikimedia Commons

Sebagian besar keluarga Marinir telah mengidentifikasi keluarga mereka yang hilang dalam kecelakaan itu, meskipun Korps Marinir telah menolak untuk mengomentari laporan-laporan ini sampai nama-nama itu secara resmi diumumkan oleh Pentagon.

Menurut laporan media AS, Marinir yang berada di KC-130J termasuk:

  • Mayor Kevin Herrmann, usia 38 tahun, ayah dari tiga anak yang menjabat sebagai pejabat eksekutif VMGR-152
  • Maximo Flores, usia 27 tahun, dari Litchfield Park, Arizona, yang terdaftar di Korps Marinir ketika ia berusia 18 tahun
  • Kopral Daniel Baker, usia 21 tahun, alumni Tremont High School 2015 dari pinggiran Peoria, Illionis
  • Carter Ross, alumni SMA Hendersonville 2015 di pinggiran Nashville, Tennesse.

Menurut pernyataan Pasukan AS Jepang, bahwa “Militer Amerika Serikat, Australia dan Jepang melakukan lebih dari 800 jam operasi pencarian udara serta maritim, yang mencakup lebih dari 35.000 mil persegi di lautan”.

Pesawat Patroli Maritim (MPA) Boeing P-8A Poseidon © Royal Australian Air Force

Pada 9 Desember, komando mengumumkan di sebuah posting Facebook bahwa area pencarian telah diperluas untuk memasukkan area baru berdasar pola ombak lautan. Aset yang terlibat dalam pencarian termasuk: pesawat MC-130J, CV-22, C-130J, RC-135, KC-135 dan RQ-4 Global Hawk milik Angkatan Udara AS serta Boeing P-8 Angkatan Laut AS.

Kami telah bergabung dalam pencarian ini oleh sejumlah pesawat dan kapal Angkatan Laut AS dan Angkatan Laut Jepang serta kapal perang dan kapal Coast Guard Jepang. Selain itu, sekutu besar Australia kami telah berkontribusi mengerahkan P-8 Poseidon untuk upaya ini.

Tinggalkan komentar