Uni Emirat Arab Borong 300 Rudal Sidewinder

36
11
Jet tempur F-16 BLok 60 Angkatan Udara UEA © David Raykovitz via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Departemen Luar Negeri AS, telah memberikan persetujuannya untuk kemungkinan Penjualan Militer Asing kepada Uni Emirat Arab (UEA) untuk 300 rudal AIM-9X-2 Sidewinder Blok II dan peralatan terkait senilai $ 270 juta.

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DCSA) sudah menyampaikan sertifikasi yang diperlukan serta memberitahukan Kongres tentang kemungkinan penjualan tersebut pada tanggal 8 Maret.

Sebagai kontraktor utama adalah Raytheon Missile Systems Company. Rudal AIM-9X Sidewinder adalah adalah rudal udara-ke-udara jarak pendek yang dikembangkan oleh Angkatan Laut AS di China Lake, California, pada tahun 1950-an, kemudian diadopsi oleh Angkatan Udara AS.

Rudal udara-ke-udara jarak dekat AIM-9X Sidewinder © US Navy via Wikimedia Commons

Sejak masuk ke dalam layanan tahun 1956, Sidewinder mencatat sukses internasional dan varian terbarunya masih merupakan peralatan standar disebagian besar angkatan udara barat.

Varian Blok II yang baru menambahkan saklar yang didesain ulang dan juga perangkat pengaman penyalaan digital yang meningkatkan penanganan didarat dan keselamatan dalam penerbangan. Blok II itu juga dilengkapi dengan fitur elektronik mutakhir yang memungkinkan kemampuan mengunci setelah diluncurkan atau “lock on after launch” menggunakan datalink senjata terbaru untuk mendukung serangan jarak jauh (BVR).

Pembelian rudal AIM-9X Sidewinder tersebut dengan rincian sebagai berikut:

  1. 300 (tiga ratus) rudal AIM-9X-2 Sidewinder Blok II
  2. 40 (empat puluh) unit CATM AIM-9X-2 Sidewinder
  3. 30 (tiga puluh) unit pemandu taktis AIM-9X-2 blok II
  4. 15 (lima belas) unit pemandu CATM
  5. Kontainer, suku cadang dan peralatan pendukung

Penjualan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS dengan meningkatkan kemampuan pertahanan rudal Swedia serta mempertahankan integritas teritorialnya dan meningkatkan stabilitas di Timur Tengah. Tidak ada offset sehubungan dengan potensi penjualan tersebut.

36 COMMENTS

  1. Kalo indo mah banyak bacotnya, totlah, diskonlah, multiyearslah , minta spek tinggi pula lagidll, makanya yg jual palak jadinya, 200 rudal sidewinder lumayan tuh buat fight dgn syiah iran dan proxynya serta yahudi dan pemberontak di kawasan

  2. Biaaanya kalo negara yang ngandelin sumber daya alam dan investasi mudah hancur dan tidak akan bertahan lama,sperti minyak sekarang harganya turun,kalo negara yang ngandelin banyak pajak di berbagai sektor dan ditbah sumberdaya alam biasanya ekonomi kuat kalo global lagi bergejolak dan masyarakatnya mandiri tidak minta duit negara

  3. Negara kaya karena pajak itu org otaknya dah konslet, kalian mau negara kaya majakin uang kalian dan kalian mrlarat gak punya tanah, rumah, kendaraan spt di singapura, cina dll, miskin gak bisa sekolah ke universitas dll

    • Bung pajak bukan dari pajak pribadi ajak bisa di ambil dari pajak expor maupun impor,contoh kita expor cpo sampai kiranya$50 miliyar itu untung sekali untuk pemerintah dan masyarakat yang di pekerjakan di kebun sawit dapat pekerjaan dan gaji itu contoh nya bung…..kalo gak salah yaaa

    • Jgn terlalu nafsu bung. Negara dr mn kaya nya klu majakin rakyat yg hidup melarat ? Bgt jg sebaliknya rakyat gmn mau hdp makmur klu negara nya kismin ? Dlm Islam mmg tdk mengakui pajak. Yg ada zakat. Tp apakah dlm Islam klu penduduk melarat hrs byr zakat ? Konsep dlm Islam bwt saya ttp lbh baik tp apa semua org yg mengaku diri nya Islam siap menjalankan nya ? Bayar zakat fitrah, zakat harta dan yg lain2 termasuk jg infak dan sedekah spt zaman Rasulullah S.A.W dan sahabat. Klu siap jgn hrp kita bkl nemu saudara seiman yg kesusahan di bumi ini.

LEAVE A REPLY