Agu 072018
 

Pesawat udara tanpa awak buatan Iran © Foad Ashtari

JakartaGreater.com – Uni Eropa pada hari Senin bersumpah melawan perpanjangan sanksi Presiden AS Donald Trump terhadap Iran, dalam tes kemampuan Uni Eropa untuk mempertahankan kesepakatan yang melihat Iran membatasi ambisi nuklirnya sebagai pertukaran untuk menghilangkan pembatasan ketat pada ekonominya.

Dilansir dari laman Reuters, sanksi “snapback” Washington itu dipulihkan pada hari Selasa, undang-undang Uni Eropa yang baru yang melindungi perusahaan-perusahaan Eropa juga akan berlaku untuk mencoba mengurangi apa yang dikatakan para pejabat Uni Eropa sebagai jangkauan “melanggar hukum” mereka di luar batas AS.

Meskipun mendapat protes dari sekutu Eropa, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Washington akan sepenuhnya memberlakukan sanksi. Para diplomat Uni Eropa mengatakan bahwa mereka masih menunggu rincian pada hari Senin tentang bagaimana itu akan dilaksanakan.

Uni Eropa dan pihak-pihak lain dalam kesepakatan 2015, termasuk China dan Rusia, bekerja untuk mempertahankan perdagangan dengan Iran, yang mengancam untuk menghentikan kepatuhan terhadap pembatasan pada pekerjaan nuklirnya jika gagal untuk melihat manfaat dari bantuan ekonomi dari sanksi di bawah kesepakatan.

“Kami sangat menyesalkan pengenaan sanksi oleh AS”, kata blok itu dalam pernyataan bersama dengan Menteri Luar Negeri Prancis, Jerman dan Inggris.

Mereka berjanji untuk bekerja melestarikan arus keuangan dan ekspor minyak dan gas Iran atas garis hidup ekonominya.

Pejabat Uni Eropa berharap apa yang disebut undang-undang pemblokiran Uni Eropa akan mengurangi dampak sanksi AS untuk bisnis, termasuk dengan menghalangi otoritas AS dari memberlakukan sejumlah sanksi.

Namun mereka mengakui itu mungkin tidak cukup untuk meyakinkan perusahaan-perusahaan Eropa untuk berani melawan sanksi AS untuk melakukan bisnis dengan Iran. Pejabat administrasi senior AS menepis pertanyaan tentang tindakan Uni Eropa pada hari Senin, memperingatkan risiko itu nyata bagi perusahaan yang bekerja di Iran.

Tolak ukur baru melarang Uni Eropa agar tidak mematuhi sanksi AS atau putusan pengadilan terkait dan memungkinkan perusahaan untuk menuntut di pengadilan guna memulihkan potensi kerugian dari pihak yang menarik diri dari kontrak yang diakibatkan sanksi AS.

“Bagi mereka yang terpapar, tidak ada obat mujarab. Apa yang harus dilakukan adalah memberikan pemblokiran. Ini berarti bahwa sanksi yang bersifat diskresi mungkin tidak akan pernah diterapkan”, tutur seorang pejabat senior Uni Eropa, menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan jarang didenda di bawah sanksi sekunder AS di masa lalu.

Bagikan:

  7 Responses to “Uni Eropa Akan Blokir Sanksi AS Kepada Iran”

  1.  

    nah begitu dong eropa…saatnya punya pendirian dan lebih tegas…agar sang keturunan eropa kelas jauh ini tidak semena mena

  2.  

    Dasar orang2 yg udah kena kickback Minyak murah dari Iran. Harusnya Truman gak usah Ngasih Marshall Plan buat mereka dulu biar lebih gampang dikuasai oleh White House. Hhhhhhhhhh

  3.  

    Kolonialisme bubar?

 Leave a Reply