Jan 162018
 

Maskapai Uni Eropa (wikipedia)

Jakarta, Jakartagreater.com – Uni Eropa akan menguji penerbangan di Papua dalam rangka upaya pencabutan larangan terbang (EU Ban) bagi maskapai-maskapai Indonesia ke Benua Eropa, kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Agus Santoso.

Agus Santoso mengatakan pada Minggu 14 Januari 2018 di Jakarta, bahwa Papua adalah daerah yang dipilih oleh tim audit keselamatan penerbangan Uni Eropa yang akan dilaksanakan pada Maret 2018. “Kita sudah meraih Kategori 1 Federal Aviation Administration, saatnya kita menagih pencabutan larangan EU Ban ke Eropa selama 10 tahun ini.

EU Ban memberikan syarat tambahan lagi, yaitu titik asesmen di Papua,” ujar Agus Santoso. Untuk itu, Agus mengatakan pihaknya harus mempersiapkan dengan sebaik-baiknya mengingat kondisi geografis Papua yang dinilai cukup sulit untuk penerbangan karena area pegunungan. Aspek-aspek yang akan dinilai, dia menyebutkan, di antaranya regulasi, bandara, maskapai, kelaikudaraan dan lainnya.

“Kami sudah sampaikan kepada maskapai ada atau tidaknya tes ini, tetap dilakukan ‘ramp check’, dan operator harus paham bahwa kita bukan mencari-cari kesalahan, tapi operator dan regulator harus sinergi karena kami perlu timbal-balik tentang keselamatan penerbangan di Indonesia,” ujar Agus Santoso

Agus Santoso menuturkan alasan Uni Eropa ingin melakukan audit di Papua, yaitu jumlah bandara di Papua adalah sepertiga dari jumlah bandara di Indonesia. Selain itu, agar Papua dikembangkan seperti bandara-bandara di wilayah Indonesia bagian Barat lainnya.

” Puluhan tahun lalu itu Papua dianggap ‘remote area’, jauh dari Jakarta dan tidak tersentuh inspektur, kami harus terbang minimal 5 jam dulu jadi dianggap kurang diperhatikan oleh regulator,” ujar Agus Santoso. . Maskapai-maskapai yang akan diperiksa, yaitu maskapai Lion Group, Sriwijaya dan lainnya.

Untuk bandara atau “air strip” sendiri, dia menambahkan akan dibenahi karena ketika dahulu dibangun belum memenuhi standar.”Air strip seadanya, arah landasan pacunya salah, tapi kami sudah mempelajari akan membuat komparasi seperti kondisi di Alaska,” ujar Agus Santoso.

Agus Santoso mengatakan apabila lolos audit EU Ban, maka seluruh maskapai bisa terbang ke Benua Biru itu.”Namun, meskipun belum tentu semua maskapai akan membuka rute ke Eropa, tujuannya adalah nama baik Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara ,Kementerian Perhubungan Agus Santoso. (Antara)

Bagikan :

  23 Responses to “Uni Eropa Akan Uji Penerbangan di Papua”

  1.  

    Laa itu Garuda sudah terbang ke London dan Amsterdam. maksudnya gimana ya EU Ban.??

  2.  

    Tes.

  3.  

    Penebangan?? Pohon sapa yg mau di tebang xixixi….

  4.  

    UE+AS dr dulu gitu selalu mempersulit RI yg berhubungan dgn perdagangan dgn isu dumping,lingkungan bahkan kelayakan penerbangan. Ini syaratnya jg terkesan dipaksakan atau efek pesawat bomber dan angkut Rusia latihan Navigasi kemarin di Papua terkhusus Biak?he3.

  5.  

    Kalau masih di ban UE batalin saja semua pembelian airbus, bahkan kembalikan yg sudah dibeli kah kah kah…

  6.  

    wah ini sy tdk setujuh, mau apa? mau macam2, harap negara kita diam2 buat nuklir lah!.

  7.  

    Knp hrs papua pilot projectnya.? Knp hrs memaksakan di papua.? Apa krn ada Raja Ampat atau krn ada Freeport.? Kenapa bukan kualanamu.? knp bukan juanda.? Knp bukan bandara Sam Ratulangi.?
    Bandara di papua kan memang blom siap infrastruktur pendukungnya, krn kemaren baru ditingkatkan dr bandara2 perintis.? Bukan berarti mengesampingkan papua. Tp andaikata ingin mencabut larangan terbang ke Eropa, harusnya maskapainya dan bandara yg taraf internasionalnya yg dibenahi. Membingungkan.

  8.  

    SelamaT SorE

  9.  

    Masih inget kang . hahahaha

 Leave a Reply