Apr 132017
 

Dok. HMS Cumberland Royal Navy , saat menyergap kapal pembajak Somalia di Teluk Aden. Pembajak berhasil ditangkap (MoD)

Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal bidang Ekonomi dan Isu Global European External Action Service (EEAS), Christian Leffler mengatakan Uni Eropa berinisiatif melakukan kerja sama patroli pengamanan di Samudera Hindia khususnya di lepas pantai Somalia.

“Samudera Hindia merupakan jalur dagang bagi negara-negara anggota IORA (Asosiasi Negara-negara Pesisir Samudra Hindia). Patroli tersebut dilakukan untuk mengatasi perompakan, melindungi kapal-kapal dagang, dan mengamankan jalur pelayaran,” ujar Christian Leffler dalam diskusi di Jakarta, 11/4/2017.

Leffler mengatakan beberapa negara IORA masih memiliki ketimpangan dalam pertumbuhan ekonomi salah satunya Somalia yang rentan terhadap konflik sehingga tidak tercipta stabilitas di pemerintahan.

Di lepas pantai negara tersebut sering terjadi kasus perompakan yang menimpa kapal-kapal asing. Perompakan tersebut mengganggu perdagangan antara negara-negara yang tergabung dalam IORA maupun negara lainnya.

Angkatan laut India maupun China akan dilibatkan dalam patroli tersebut.

Uni Eropa, lanjutnya, telah menjalin kerja sama dengan negara-negara kawasan Afrika dalam bidang perdagangan maupun pembangunan kapasitas.

“Negara-negara kawasan Afrika rentan terhadap konflik, namun negara-negara tersebut memiliki potensi di sumber daya alam,” ungkapnya.

Sebelumnya, para pemimpin negara dan wakil dari 21 negara anggota IORA (Indian Ocean Rim Association) telah menandatangani Jakarta Concord pada IORA Leaders’ Summit yang diselenggarakan di Jakarta Convention Centre (JCC) pada Selasa (7/3). Dokumen yang berjudul “Promoting Regional Cooperation for a Peaceful, Stable, and Prosperous Indian Ocean” ini bertujuan untuk meletakkan fondasi dan menentukan arah kerja sama organisasi negara-negara Samudera Hindia tersebut di tahun-tahun mendatang.

Dalam dokumen tersebut, para anggota menyatakan komitmen untuk membangun Samudera Hindia yang damai, stabil, dan makmur melalui kerja sama di berbagai bidang dengan beberapa prioritas yaitu promosi keamanan maritim, meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi, mempromosikan pengelolaan dan pengembangan perikanan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, meningkatkan pengelolaan risiko bencana, memperkuat kerja sama akademis dan iptek, mendorong pariwisata dan pertukaran budaya, Blue Economy, dan pemberdayaan peran wanita dalam ekonomi.

Untuk mengimplementasikan berbagai prioritas yang terkandung di dalam Jakarta Concord, negara-negara IORA juga telah menyetujui sebuah Action Plan (Rencana Aksi) 2017-2021 yang menjabarkan rencana kegiatan terkait prioritas-prioritas tersebut untuk tahun-tahun mendatang dan terdiri dari inisiatif-inisiatif jangka pendek, menegah, dan panjang.

Negara-negara IORA terdiri dari Australia, Bangladesh, Komoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Seychelles, Singapura, Somalia, Afrika Selatan, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab dan Yaman. Sedangkan Inggris, Perancis, Jerman, AS, Mesir, Jepang dan RRT adalah Negara mitra IORA.

Antara

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  15 Responses to “Uni Eropa Ikut Amankan Samudera Hindia”

  1. Semoga dengan kepemimpinan Indonesia IORA akan lebih bersinergi dengan negara anggota dalam menjaga dan meng eksplor jalur di samdura Hindia. Semangat..pagi !

    • Pagi juga bung cucuk mbah Wiro Sableng 212.
      seadainya ada kepercayaan kuat sesama ASIA dan negara-negara di HINDIA maka pengaruh positif atau negatif rezim EROPA tak dibutuhkan sama saja. semakin lama kelihatanya rezim US dan Eropa ane lihat semakin brutal membuat susah banyak negara lain. perhimpunan negara ASIA dan HINDIA harus waspada terutama juga kepada Ostalili

  2. Indonesia Diharapkan Amankan sendiri aja Di kawasnnya sendiri , terkait 200 Mill ZEE terluar dan bila perlu zona “hijau” / green water navy . diaktifkan ,
    sebelum bangsa-2 yang tidak berkepentingan ikut masuk dan mengurusi …..

    diAktifkannya TNI AL-nya yang proaktif menjaga titik terluar , disamping defence force shield , akan menambah segan pihak asing ikut masuk .
    diharapkan beli peralatan militer AL dan AU untuk diperkuat , jangan
    hanya Manpads, sama pertahanan titik saja diperkuat

  3. Itu laut kok item gitu ya warna, jgn2 lg diatasnya palung mariana tuh….nekad2 bener tu kapal, ngapain coba melintas disana….kan bs terhisap pusaran palung…

  4. Hati- hati PAKISTAN itu warning degung Peperang yang akan beralih dari TIMTENG ke ASIA dan INDIA, para setan haus kekuasaan EROPA menjajal kekuatan ASIA dan INDIA. pola yang digunakan aliansi Rezim Us dan Eropa seperti biasa menunjukan kebaikan dulu kemudian berdalih kemanan kemudian kepentingan. Waspadalah.

  5. Tindakan gegabah terkadang membuat masalah. maka pendapat tersebut tidak akan berlaku dalam militer khususnya negara dengan kekuatan sumber dana dan daya militer yang besar seperti negara british dan Us…

    NKRI adalah simbol kebangkitan bagi dunia ke 3 dimana penjajahan atau kolonisasi tidak mencerminkan peri kemanusia dan dasar 5 negara disebut pancasila. terpedoman oleh persatuan itu lama kemudian terbentukalan Otonomi dan Maritim kenegaraan.

    keamana adalah mutlak dan bagi siapapun dan siapa saja juga berhakuntuk menikmati rasa kenyamanan, dan ketika kenyamanan itu terganggu atas kepentingan jadilah mulai diciptakan dasar melindungi kepentingan dengan militer.

    Militer yang terpusat di ASIA dan HINDIA mempengaruhi kitak nyamanan bagi yang lainnya dan ini menjadi hole dimulainya masuk identitas US di ASIA dan HINDIA. tinggal menunggu waktu adanya De Militerisasi. waspadalah. Salam

  6. Waspadalah waspalah!

  7. Sudah seharusnya Indonesia memiliki kapal induk minimal 2 dan itu nantinya bisa digerakkan untuk mengamankan kawasan lcs dan juga samudra hindia minimal standby di ZEE kita karena doktrin untuk menjadikan pulau aebagai kapal induk terlalu memaksakan. Selain untuk meronda di zee juga untuk mengawasi ALKI yg kita miliki sebab banyak kapal asing yg menyimpang dari alki dan menyebabkan kerugian bagi kita

  8. banyak yang tidak fokus… samudra hindia yang dimaksud bukan samudra hindia selatan pulau jawa sumatra… tapi sekitaran laut somalia yg terkenal bajak lautnya…
    memang sudah saatnya penamaan samudra hindia untuk perairan selatan indonesia harus diganti namanya

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)