Sep 082018
 

Dok. Pasukan Suriah. (Tasnimnews.com)

New York, Jakartagreater.com – Blok Uni Eropa (UE) di Dewan Keamanan PBB pada Kamis 6-9-2028 menyampaikan keprihatinan yang mendalam mengenai meningkatnya aksi militer oleh Suriah dan Rusia di Provinsi Idlib, bagian Barat-Laut Suriah, dirilis Antara.

Blok tersebut, yang dikenal dengan nama EU8, terdiri atas delapan negara, Prancis, Inggris, Belanda, Swedia, Polandia, Belgia, Jerman dan Italia. Lima negara pertama adalah anggota tewas Dewan Keamanan, dua berikutnya adalah anggota selanjutnya, dan Italia berbagi kursi dengan Belanda di dewan itu.

“Konflik di Suriah sudah mengakibatkan penderitaan yang tak terperikan bagi jutaan orang yang dipaksa hidup dalam pengepungan atau meninggalkan negeri itu,” kata Utusan Swedia di PBB Olof Skoog, dalam kapasitasnya sebagai juru bicara blok tersebut untuk September 2018.

Ia khawatir aksi militer semacam itu akan mengakibatkan “bencana kemanusiaan bagi warga sipil”, termasuk ancaman terhadap lebih dari 3 juta warga sipil dan mengarah kepada pengungsian massal.

Terlebih lagi, Skoog menekankan “penggunaan senjata kimia tak bisa diterima baik”, demikian laporan Xinhua, yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam (7-9-2018). Ia merujuk kepada spekulasi yang beredar bahwa senjata kimia mungkin digunakan di Idlib, kubu utama terakhir gerilyawan di Suriah.

Barat telah menuduh pasukan Suriah “merencanakan serangan semacam itu”, sementara Rusia menyatakan gerilyawan Suriah lah yang mungkin menggunakannya. Juru bicara EU8 tersebut menyatakan Idlib adalah zona terakhir penurunan bentrokan di Suriah yang para penjamin kesepakatan Astana Rusia, Iran dan Turki berkomitmen untuk menjaganya.

Proses Astana, yang digagas pada awal 2017 di Ibu Kota Kazakhstan yang netral, membantu menciptakan 4 zona penurunan ketegangan di negara yang dicabik perang itu, Idlib, Ghouta Timur, pinggiran Homs di Suriah Utara, dan Suriah Selatan, yang berbatasan dengan Jordania.

Sehubungan dengan pertemuan para penjamin pertemuan Astana di Teheran pada Jumat, Skoog mengatakan, “Kami menyeru para penjamin, terutama Rusia dan Iran, agar menegakkan gencatan dan pengaturan penurunan ketegangan yang sebelumnya telah mereka sepakati.”

Sebagai kesimpulan, ia menyampaikan dukungan buat Utusan Khusus PBB buat Suriah Staffan de Mistura dalam upayanya untuk mencapai penyelesaian politik di negeri tersebut. Ia berkata, “Hanya proses politik pimpinan PBB lah yang bisa mewujudkan penyelesaian bagi konflik dengan menghormati kebebasan dan martabat semua rakyat Suriah.” 

Berbagi

  9 Responses to “Uni Eropa Prihatin Atas Tindakan Suriah-Rusia di Idlib”

  1.  

    prihatin gak kebagian kue SDA dari suriah…hoho

  2.  

    Hajar terus ……desak sampe keluar perbatasan. Main rudal Kalibr utk menuntaskan misi. Semoga sukses.

  3.  

    namanya pemberontak itu harus segera di musnahkan, kecuali mau di ajak damai

  4.  

    nah loh, atasnya kaya centurion, cuma bawahnya kaya t-72………

    tank paling aneh, ibarat atas pake daster, tpi bawah pake sarung juga…….hhhhhhhh

  5.  

    Dulu waktu pembebasan Allepo juga barat bersikap sama… Padahal namanya teroris ya ya tetap teroris dan harus di ratakan

  6.  

    Barat merasa khawatir kalo piaraan mereka di bantai udh ga bisa lg mengacak suriah.

  7.  

    Usa mgkin salah presepsi trhdp pasukan bayaran di irak, dn tanpa sengaja mndorong trbntuknya isis, akn tetapi rusia sdh tahu bhw basar al ashad membenci sebagian rakyatnya dn justru membantu kebiadaban suriah, itulah bukti kuat bhw rusia adalah teroris sbnrnya… kalo mw mengincar teroris mestinya lewat jalur darat bukan pake serangan udara membabibuta

 Leave a Reply