Untuk Alutsista Kapal Selam, Myanmar Pilih Kilo

Jakartagreater.com – Myanmar menargetkan akan membangun armada kapal selam yang kuat sebelum tahun 2030 sesuai dengan rencana ambisiusnya. Namun, tidak banyak pilihan armada kapal selam Myanmar karena embargo senjata ketat yang diberlakukan oleh Barat, lansir MyanmarAMU.

Mulai dari tahun-tahun terakhir, Panglima Tertinggi Myanmar terus-menerus menunjukkan minat pada kapal selam Kilo class untuk armada kapal selam pertama Myanmar dan kunjungannya ke Rusia saat ini untuk mengamati fasilitas dan konstruksi telah membuktikan hal tersebut. Diperkirakan negosiasi alutsista ini telah dimulai selama kunjungannya. Kesepakatan itu diharapkan selesai dalam beberapa tahun mendatang dan waktu pengiriman pertama akan dilakukan setelah tahun 2024 untuk memenuhi rencananya.

Kapal selam Project 636 Improved Kilo class dirancang untuk perang anti-kapal selam (ASW) dan anti-kapal permukaan (ASuW) dan juga untuk misi pengintaian dan patroli umum. Kilo dianggap sebagai salah satu kapal selam diesel paling tenang di dunia. Kelebihan utama lainnya adalah kemampuannya menembakkan sistem rudal Club-S, rudal anti-kapal 3M-54E, dan rudal jelajah 3M-14E untuk menyerang target darat di bagian terjauh dari wilayah musuh.

Kemampuan rudal anti-kapal untuk menyerang target permukaan pada jarak 220 km membuat kapal selam aman dari serangan persenjataan anti-kapal selam (ASW) musuh. Sedangkan jangkauan tembakan terhadap instalasi musuh di pantai mencapai jarak 275 km, memungkinkan kapal selam untuk menembakkan rudal saat berada di luar zona pertahanan pantai musuh dan menghindar jauh dari area penyebaran ranjau musuh.

Kapal Selam Kilo dari India

Sebelumnya, Myanmar juga sedang mengurus kedatangan alutsista kapal selam refurbish dari India.

India akan mengirimkan kapal selam Kilo class yang diperbarui, INS Sindhuvir, yang dibeli dari Rusia pada 1980-an ke Angkatan Laut Myanmar pada tahun ini.

“Ini akan menjadi kapal selam pertama Angkatan Laut Myanmar,” kata Anurag Srivastava, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MEA) dilansir oleh Defenseworld.

Myanmar ingin memperoleh kapal selam untuk tujuan pelatihan. Panglima Tertinggi Badan Pertahanan Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing saat ini sedang melakukan kunjungan resmi ke India.

Perkembangan itu terjadi beberapa hari setelah Panglima Angkatan Darat India MM Naravane dan Menteri Luar Negeri Harsh Vardhan Shringla melakukan kunjungan ke Myanmar. Selama ke Myanmar, India setuju untuk memasok senjata artileri, tank, jaket anti peluru dan peralatan lainnya ke militer Myanmar “Tatmadaw.”

Kapal selam tersebut saat ini sedang dimodernisasi oleh Hindustan Shipyard Limited (HSL) di kota Vizag. Pengiriman kapal dapat dilakukan segera setelah selesai menjalani upgrade.

Berikut beberapa fakta kapal selam Kilo class Project 636 yang membuat Myanmar tertarik mengakuisisinya.

-Berat standar – 2350 ton
-Tabung torpedo – 6 laras.
-Muatan amunisi (rudal/ torpedo) – 4/18
-Panjang – 73,8m
-Lebar – 9,9m
-Jangkauan operasi dalam posisi terendam dengan kecepatan ekonomis – 4000 mil laut.
-Kedalaman menyelam – 300 m
-Daya tahan operasi – 45 hari

TERPOPULER

2 pemikiran pada “Untuk Alutsista Kapal Selam, Myanmar Pilih Kilo”

    • Walau changbogo tapi kita dah mampu buat, perkara sebagian part masih import itu biasa semua produsen kapal, pesawat, dll tidak ada yg buat sendiri utuh semua di pabriknya, paling tidak itung2annya dah kita kuasai dan sudah pengalaman pula buatnya, saya tetap bangga dengan changbogo TNI AL…semoga negara ada rejeki buat tambah jumlah ni kapal selam.

Tinggalkan komentar