Jul 302017
 

Beijing – Presiden China Xi Jinping memimpin parade militer skala besar di sebuah markas, di China utara pada Minggu, 30/7/2017 dalam sebuah acara untuk memperingati 90 tahun berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat.

Pasukan bersenjata China, yang merupakan terbesar di dunia, saat ini berada di tengah-tengah program modernisasi yang ambisius, mulai dari restrukturisasi hingga pengurangan pasukan serta penanaman modal dalam peningkatan teknologi dan peralatan, seperti mengakuisisi pesawat siluman dan kapal induk.

Xi memeriksa pasukan dari dalam sebuah jip di markas pelatihan Zhurihe, China utara, sebuah acara yang disiarkan secara langsung oleh televisi negara itu.

Menyusuri barisan panjang yang turut dilengkapi oleh sejumlah tank, peluncur peluru kendali dan kendaraan militer lainnya, Xi, dengan memakai seragam militer, menyapa ribuan tentara.

Rudal Antar-Benua DF-31AG (@rajfortyseven)

Ini adalah pertama kalinya China memperingati Hari Angkatan Bersenjata, yang secara resmi jatuh pada 1 Agustus, dengan menyelenggarakan parade militer sejak revolusi Komunis pada 1949, menurut kantor berita Xinhua.

Militer China saat ini lebih cekatan dan menggunakan teknologi tinggi, agar kinerja para anggota lebih kompak dan responsif, bukan hanya mengandalkan kekuatan angka, kata Xi pekan lalu.

Dalam parade ini, untuk pertama kalinya China memamerkan rudal balistik antar benua DF-31AG yang baru, ujar media setempat.

Bersama dengan rudal DF-31AG, China juga menunjukkan 129 jet militer dan 571 kendaraan. Lebih dari 40 persen kendaraan yang diperlihatkan pada parade tersebut dilaporkan hadir untuk pertama kalinya.

DF-31AG adalah rudal balistik antar benua dengan jangkauan yang dilaporkan lebih dari 10.000 kilometer (lebih dari 6.200 mil).

 

China belum terlibat dalam suatu pertempuran pada beberapa dasawarsa belakangan ini, dan pemerintah bersikeras tidak memiliki niat untuk bermusuhan. Mereka hanya membutuhkan kemampuan untuk membela kedaulatan negera, yang saat ini menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia.

Namun China telah membuat kegelisahan di Asia dan di seluruh dunia, dengan sikapnya yang semakin tegas di kawasan Laut Timur dan Laut Cina Selatan, serta rencana modernisasi militernya.

Reformasi militer menimbulkan perdebatan, khususnya mengenai pengurangan 300.000 pasukan yang diumumkan Xi pada 2015, saat penyelenggaraan parade militer besar-besaran di Beijing pusat, dalam peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua, dirilis Reuters/Spuniknews, 30/7/2017.

Bagikan:

  10 Responses to “Untuk Pertama Kali China Pemerkan Rudal Antar-Benua DF-31AG”

  1.  

    1

  2.  

    Haha,.
    Itu mah?hanya bungkusnya ajah,.
    Tau,sendiri klau korea utara
    jelas ADA

  3.  

    Moncer tu rudal, sayang gak dijual ahahahaaa

    Pengurangan 300.000 pasukan sepertinya lbh banyak ke mantra AU China (Katanyanya sudah modern) dan dulu kalau gk salah ada artikelnya.

    •  

      China jumlah personil militernya 2 juta lebih wajar dikurangi dan diganti penambahan persenjataan canggih agar efektif Dan efesien jadi bukannya menurunkan kemampuan militernya melainkan menambah kekuatan militer mereka lain Halnya rencana pengurangan militer Indonesia sudah jumlahnya masih sedikit dibandingkan luas wilayah indonedia dilain Sisi alutsista kita sangat menyedihkan masih banyak yg tua man ujur.

  4.  

    Ah… Chinten tdk memiliki niat untuk bermusuhan… tp keserakahannya malah banyak mencari musuh…

  5.  

    Maka nya kaloe beli hp jangan.yank murahan. Yank butan cina
    Beli hp.. Buatan cina..bermerek ..kayak oppo..dl biar gak cepet rusak

  6.  

    mungkin itu memberitahukan kekuatan mereka pada yg katanya SUPER POWER, bahwa mereka sedang menjadi pesaing.

  7.  

    buset dah 10.000 km…

  8.  

    SI AMER SDH PUNYA RIBUAN NUKLIR SAJA MASIH PARANOID SAMA KORUT.

    INI JELAS JELAS MELANGGAR HAK SUATU NEGARA BERDAULAT.

    GILIRAN ISROIL SUATU NEGARA YG TIDAK DI AKUI DUNIA AJAPUNYA NUKLIR .SI AMER DIEM DAN SELALU MENUTUPI.

    JELAS JELAS AMER INI NEGARA AROGAN.

 Leave a Reply