Feb 082018
 

Sukhoi T-50, purwarupa jet tempur siluman Su-57 melaksanakan uji terbang. (photo : Mil.ru via commons.wikimedia.org)

JakartaGreater.com – Kementerian Pertahanan Rusia berencana untuk menandatangani kontrak praproduksi jet tempur generasi kelima Su-57, tutur Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Yuri Borisov pada hari Kamis, seperi dilansir dari laman TASS.

“Kami membeli Su-57 tersebut untuk digunakan dalam uji coba tempur. Pengujian tahap pertama telah berakhir. Tahun ini, akan di tandatangani kontrak batch pertama dari 12 jet tempur Su-57 untuk Angkatan Udara Rusia”, katanya kepada wartawan.

Menurut Borisov, dua pesawat tempur pertama dari batch ini dapat mulai beroperasi pada tahun 2019. Dia mengatakan bahwa 10 dari 12 jet yang diproduksi sebelumnya sedang menjalani uji terbang.

Ketika ditanya tentang performa mesin baru untuk Su-57, dia menjawab bahwa sejauh ini sulit untuk disebutkan, karena hanya ada satu pesawat yang menggunakan mesin tersebut.

“Semua tampaknya baik-baik saja, tapi Anda tahu, ini adalah rangkaian uji coba. Banyak penerbangan yang akan dilakukan untuk melihat hasilnya. Peraturannya, percobaan tersebut memakan waktu dua atau tiga tahun, “katanya.

Su-57 (PAK FA) melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2010. Pada tanggal 5 Desember 2017, pesawat tersebut melakukan terbang perdana dengan mesin baru.

Saat ini, pesawat telah dilengkapi dengan mesin stage-on 117C. Mesin baru tersebut masih belum diberi nama sejauh dan secara konvensional disebut mesin tahap dua.

Dilaporkan pada bulan Agustus 2017 bahwa jet tempur generasi kelima PAK FA Rusia telah menerima indeks serial sebagai Su-57. Pekerjaan atas perancangan eksperimental pada jet tempur paling canggih tersebut harus selesai tahun 2019 dan pengirimannya ke angkatan bersenjata harus dimulai saat itu.