Apr 052017
 


Banyak faktor yang harus diperhitungkan Angkatan Udara Indonesia (TNI AU) untuk mengakuisisi sebuah pesawat tempur moden dengan kemampuan multi-role untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger 2 yang sudah pensiun.

Santer terdengar pesawat tempur Su-35 dari Rusia menjadi kandidat terkuat pengganti F-5 Tiger 2, namun tentu calon pesawat tempur termodern sudah harus memenuhi kriteria-kriteria yang diinginkan pihak TNI AU dan Kementerian Pertahanan, termasuk faktor untung dan rugi dari pesawat tempur yang akan diakusisi.

Su-35 merupakan pesawat tempur terbaru buatan Rusia dan menjadi primadona bagi negara-negara yang menginginkan pesawat tempur kuat dan mematikan, bahkan China yang sudah mampu merancang dan membangun pesawat tempur modern juga masih membeli Su-35.

Lalu apa untung dan rugi bagi TNI AU apabila membeli pesawat tempur Su-35?

Pertama, TNI AU sangat diuntungkan dengan kemampuan tempur Su-35 yang sangat mumpuni. Selain daya serang superioritas udara: avionic canggih dan kelincahan manuver, dan daya serang permukaan: persenjataan besar dan lengkap, menjadikan daya gentar Su-35 sangat diperhitungkan negara-negara tetangga.

Kedua, Su-35 memiliki tanki bahan bakar yang besar dan kemampuan terbang supersonic tanpa afterburner, dan dengan kontur wilayah yang sangat luas, Indonesia sangat diuntungkan dengan daya jelajah Su-35 yang jauh.

Ketiga, tanpa tekanan politik. Berbeda dengan pembelian peralatan militer buatan AS dan Barat yang penuh dengan peraturan dan tekanan politik, pembelian Su-35 tidak harus menjadikan Indonesia selalu dalam tekanan saat menggunakan pesawat tempur Su-35 dalam operasi tempur. Masih ingat pelarangan keras yang menyakitkan dari Inggris, AS dan Jerman untuk menggunakan pesawat tempur F-16, pesawat serang Hawk dan kapal perang bekas Jerman dalam operasi militer di Aceh?

Keempat , Sebagian pilot-pilot TNI AU sudah terbiasa mengoperasikan pesawat tempur buatan Rusia. Selain itu TNI AU sudah memiliki armada Sukhoi Su-27 dan Su-30MK yang akan memudahkan dalam operasional dan perawatan, juga dengan stok persenjataan rudal-rudal dan bom yang sudah melengkapi Sukhoi Su-27 dan Su-30 yang juga dapat dipasangkan ke pesawat tempur Su-35.

Terkecuali pada mesin dengan teknologi TVC (trust vectoring control) pada Su-35, dimana teknisi Indonesia masih sangat awam menangani perawatan mesin yang mendongkrak kemampuan manuver Su-35 tersebut.

Sebenarnya ada poin lagi yang bisa didapatkan Indonesia dalam pembelian pesawat tempur Su-35, yakni transfer teknologi sebesar 35%, namun karena masih belum jelas opsi transfer yang akan diberikan pabrikan Rusia dan masih minimnya infrastruktur yang mendukung pengembangan dan pembangunan pesawat tempur, menjadikan opsi transfer teknologi ini masih belum diketahui kejelasannya.

Namun bukannya tanpa kekurangan, Su-35 juga memiliki kelemahan dan kerugian yang harus diperhitungkan oleh pihak TNI AU.

Pertama, siapapun tahu part dan suku cadang pesawat tempur buatan Rusia memiliki lifetime yang pendek, serta terbatasnya negara diluar Rusia yang mampu memperbaiki dan meng-upgrade pesawat tempur Su-35, menjadikan ongkos perawatan dan peningkatan Su-35 lebih mahal bila dibandingkan pesawat tempur buatan Barat.

Masih untung lifetime pada mesin dan rangka Su-35 lebih panjang bila dibandingkan pesawat tempur standar Flanker lainnya, menjadikan pengeluaran ongkos perbaikan pada sektor mesin dan basic rangka dapat ditekan.

Kedua, penggunaan bahan bakar yang lebih boros. Meski diklaim lebih efisien daripada pesawat tempur flanker lainnya, namun dengan mesin besar dan beban senjata yang lebih kuat menjadikan konsumsi avtur Su-35 lebih deras daripada pesawat tempur AS dan Barat. Konon untuk setiap satu jam terbang, Su-35 menghabiskan biaya sebesar Rp 100 jutaan lebih.

Ketiga, perbedaan dan ketidaksesuaian data-link antara pesawat tempur Su-35 dengan pesawat tempur buatan AS dan Inggris yang sudah dimiliki oleh TNI AU, termasuk dengan kapal perang dan pasukan darat. Tanpa interoperabilitas dan pertukaran data antara matra laut, darat dan udara, menjadikan Su-35 dan unit tempur lainnya seperti saling bertempur sendiri-sendiri tanpa saling membantu. Bahkan yang berbahaya bisa terjadi insiden salah tembak (friendly fire).

Keempat, teknologi Su-35 yang akan ketinggalan jaman. Mengambil desain pesawat tempur produksi tahun 70-an dan teknologi yang bukan termutakhir, seperti pada radar, menjadikan teknologi Su-35 akan ketinggalan jaman dalam 10 -20 tahun kedepan.

Tidak ada pesawat tempur yang sempurna, dengan segala keuntungan dan kerugian pembelian Su-35, semuanya patut dicermati dan diperhitungkan oleh TNI AU, dan semoga saja pembelian pesawat tempur pengganti F-5 Tiger 2 segera direalisasikan mengingat masih jauhnya keseimbangan antara kekuatan udara Indonesia dengan negara-negara tetangga, seperti Singapura dan Australia.

Author : Muhidin

  193 Responses to “Untung dan Rugi Apabila Indonesia Membeli Su-35”

  1. Gak ada ruginya.

    • Yup betul Bung Rusky.

      • Justru ruginya kalo tdk dibeli RI. SU-35 yg dipesan ini sdh custom. Jd bakal bs ngeling dng F-16 dan kaprang kita.

        • dari dulu kog yang di bahas masalah bensin melulu…bikin kepo saja.

          kalau mau irit y pakai tukino saja.

          ini bedanya kalau kita mau membeli peralatan dari rusia.

          ada aja yg di cari kejelekannya.

          ga usah jauh jauh…motor aja kalau mau bisa lari kencang bensinnya juga lebih boros.

          Kalau beli barang dari ASU meskipun F16 Rongsok.ga ada yang compliant tuch.

          di bilang rongsok karena belum apa2 sudah pada rusak.

          Saya belum Pernah dengar sukhoi kita Rusak…( kecuali sdng di service.)

          • Satu-satunya kerugian pembelian Su-35 kita saat ini:
            RUGI BUANG-BUANG WAKTU, TRANSAKSINYA KELAMAAN.
            Sementara Cina sudah makin siap dengan pesawat ini.
            UEA juga mungkin bentar lagi punya Su-35.
            Dan keduluan tetangga dengan F-35 nya.

          • beli apapun dari import pasti punya resiko rugi; baik itu dari amerika, rusia atau eropah, palagi china.
            Dana ada, rakyat ya suka; tinggal pilih aja mbuletnya ndak karuan.
            Sudahlah… puasin user dan masyarakat dg Su-35. titik.

        • yuupsss… betul.. lanjutkan

    • Untungnya karena cuma beli KETENGAN.

      Ruginya ya kembali lagi karena beli KETENGAN

      Gitu aja kog repot.

    • Ujung2nya Tejas yg terbang…wkwkkwkwk

  2. Radarnya masih PESA, makanan empuk si EA-Growler. Seandainya Pake AESA, pasti kebal jamming radarnya (setidaknya untuk saat ini)

  3. Ya,kelebihan dan kekurangan,namun tetap saja Indonesia harus menjatuhkan pilihannya segera agar segera dapat menggantikan F5 nya yang sudah uzur.

  4. untung su 35 masih akan
    coba kalo di balik gini..
    rugi su 35 masih akan.
    xixixi

  5. Berpikir positif, banyak sekali keuntungan yg diperoleh dgn mengakuisisi SU-35 bila dibandingkan dgn mengakuisisi pespur ASu/eropa, ……….. !!!
    Lagian Rakyat RI sudah terlalu lama menantikan TNI diperkuat dgn pespur idaman yaitu SU-35S.

  6. Yang bikin ruginya itu masih akan…. hik..hik..

  7. beli jas39 gripen aja lebih banyak tawarannya
    dan pesawatnya canggih pakai radar AESA lagi…

  8. Gua kok slalu gamang ya kl lihat ini: akan, dikaji, dipertimbangkan, dll, dll… huft ganti menterinya deh, pun sepuh

  9. banyak kelebihannya… dan TOT nya 100% plus pembuatan datalink, dan a&ew erieye

  10. Sanggrayyyyy terusssss

  11. Bukannya TNI mau menempatkan Komponen Non Rusia di SU-35… bisa jadi Itu Radarnya di Ganti Pake Radar AESA Buatan US/ISRAEL kaya SU-30 SM…

  12. Halah ….dibeli dulu aja….optimis Indonesia mampu atasi smua kekurangan itu, kan udah didukung rakyat warjager….? Kburu uangnya jamuran…he…he…34x

  13. yang bikin status diatas kayaknya dapat sogokan ,biar batal
    menurut aq gak ada ruginya, mending buat sekali terbang 100jt daripada dikorupsi triliunan.

  14. Untung rugi beli su35..
    Untung rugi beli viper..
    Untung rugi beli tejas..
    Untung rugi beli t50..
    Untung rugi beli tipun..

    Untung rugi beli heli..
    Untung rugi beli rudal..
    Untung rugi beli lontong..
    Untung rugi beli destroyer..

    Semua trnyata ada untungnya ada ruginya..

    Tapi knp untung rugi beli su35 yang hrs di jadikan artikel..????

    Kenapaaaa..

    Wkkwkkkk..

    • SETUJU SEKALU BUNG……..COCOK BANGET

      OKE BANGET…TOP BANGET…….SIP BANGET DECH POKOKNYA.

      COBA TANYA SAMA YG BUAT ARTIKEL….SEPERTINYA SUDAH 5 KALI SAYA DENGAR

      MASALAH BENSIN SUKHOI DI BAHAS. ( BILANG BENSIN SAJA BIAR ENAK DI DENGAR SAYA

      TAHU ITU AVTUR )

  15. Kalo mau pake nalar,
    Kalo mau tenaga kuat, ya harus kuat makan. Gak ada ceritanya makan sedikit tapi tenaga maunya kuat spt Samson.
    Mau bertempur kok masih mikirkan irit mengirit BBM….helloooooo mas broo.

    • Betooollll..

      Spesifikasi su yg di gemborkan boros itu mrpkn konsekuensi logis dr performa dan kemampuan yg jg diatas rata rata pespur lain.
      Klo performa dahsyat tdk di barengi bbm yg bisa mendukungnya yah jd impoten..

      Terus apakah kebutuhan bbm yg bnyk tsb merupakan kerugian?? Tidaaakk..
      Mobil yg boros bbm tdk serta merta pemilik jd rugi..

    • Kalo mau kuat Dan tahan Lama bisa bung..ga usah makan banyak..pake obat ajaib Asong…dijamin kuat Dan tahan Lama…hehehe

  16. SETUJU SEKALU BUNG……..COCOK BANGET

    OKE BANGET…TOP BANGET…….SIP BANGET DECH POKOKNYA.

  17. Jangan ngomong cari irit…ini heavy fighter..

  18. Bagi warga warjag yg baru…tidak ada slahnya baca2 artikel lama disini…untuk menambah pengetahuan kita…indahnya berbagi….

  19. bingung mo komen apa, soalnya blm pernah nyetir sukoi sama f16, jadi ga bisa bandingin untung ruginya, kalo untuk pilot sih untung, kan ga mikir bensin ganti oli, gaji jam2an ga nunggu sebulan, klo knp2 dpt asuransi jiwa, bs jd kasau jd menteri jd dubes masuk surga

    ini lg mikir, knp ya bisa bau ketek?? pdhl sdh pake sunlight jeruk nipis, mana klo ada abang2 lewat anak minta jajan mulu, untung masih ada garam sama krupuk, sukurin aja lah, jadi kpn pemerintah mo bagi2 mas fripot

  20. Klw nyari untung ya jualan jgn beli,gtu ja repot

  21. Ruginya mungkin proyek KFX/IFX bakal terhambat:)

  22. iya mahal gripen mah di tambah dpr swedinya ribet dg hamburgernya

  23. indonesia kabarnya akan mendapat unit SU-35 di awal tahun 2018 dikarenakan antrean yang sangat banyak dari berbagai negara di dunia yg memesan pesawat ini pada biro sukhoi terlebih lagi pembeli banyak pesawat ini adalah china dengan jumlah hingga 24 unit dan negara kita diperkirakan akan memiliki 2-5 unit pesawat ini saja sehingga perlu proses yang panjang untuk proses pembelian pesawat tersebut mengingat anggaran yang dikeluarkan untuk pembelian pesawat ini sangatlah mahal
    karena anggaran negara kita untuk belanja alutsista dan alat pertahanan masih relatif sedang yaitu sekitar 6miliar US$ tiap tahunya sehingga pemerintah harus berpikir matang2 dalam pengadaan pesawat tersebut . sekian dari analisa saya

  24. Ngabandingin Bahan Bakar? emang mau adu irit? yaudah beli light fighter aja kalau gitu, TEJAS tuh wkwkwkwkwk -> ditawarin pespur Su-35 yang sangar masih banyak pertimbangan ya salaaammm,, ohhh akan akan akan

  25. Kalau bahas untung ruginya kayaknya lebih fair lagi kalau ada pespur lain sebagai pembanding nya…kayak bandingin antara janda muda dengan janda tua + pengalaman biar tau untung ruginya … wkwkwkwkwkw

  26. Hihihi klau mau irit beli aja Super Tacano πŸ˜†

    • Batalin aj deh beli su35, mahal buanget…dpt cuman dikit lg…mending viper atau nunggu pak fa aja…skr banyakin fa50 dan viper dl dan tejas jg boleh deh…yg penting banyakin dl mslah efek gentar tggu ifx aja…

  27. Ruginya tuh kalau barangnya belom datang nyet….wkwkwkwk

  28. Su tiga lima muncul pasti rame
    MUHIDIN

  29. untuk air superiority SU35 memang tepat bagi Indonesia…
    benar SU35 kita nantinya tidak akan bisa terbang setiap hari..
    tapi pasti di setting mampu terbang dan tempur setiap saat dibutuhkan..

    penekanan kembali saya adalah air superiority tidak digunakan setiap hari.
    semua negara di dunia juga begitu.. untuk pesawat “pekerja” baik itu patroli, intercept, pengawasan dan lain lain menggunakan pespur multirole workhorse,, dari kelas medium atau light… dan biasanya menggunakan 1 mesin ….

    Indonesia menggunakan F16 dan Hawk 100/200 untuk fungsi itu,,, sedangkan air superiority masih dibebankan pada su27/30… dan itu hanya 1 skuadron.

    jika tak mampu membeli pespur multirole workhorse,, maka pastikan satelit, radar dan awacs bisa dikombinasikan bekerja 24 jam non stop dan pastikan punya rudal darat ke udara yg cukup untuk memayungi keamanan udara.

  30. Salah satu pertimbangan untuk mengakuisisi SU-35 adalah karena Indonesia sudah dan akan dikelilingi oleh negara yang mengoperasikan pesawat tempur lebih canggih sebut saja Singapur dan Australia, kita selalu diposisikan harus mempunyai kekuatan udara yang lebih lemah dari negara tetangga jika terus bergantung pada pasokan blok barat.

    Maka untuk mengimbangi kekuatan udara negara di kawasan Indonesia harus punya pesawat tempur utama, SU-35 adalah jawabannya

  31. 32 biji hehehe mantabbbbbb…… Klou ada yang tanya uangnya dari mana…. Tanya ke bung tukang hitung….

  32. Hmm… sepertinya pemerintah gak atau apa yg mesti diperbuat dalam menyiapkan “infrastruktur” demi mempercepat transfer teknologi dalam pembelian alutsiata, atau jangan-jangan memang belum memiliki gambaran teknologi apa saja yang harus diperoleh ya? πŸ˜€ aaaaah, ntahlah…

    ibarat mau beli banyak barang, trus minta bonus ini itu, tapi gak tau mau bawa pulangnya pake apa… πŸ˜† mantap deh

  33. Beli buat kepentingan negara kok masih mikir untung ruginya..

  34. Semua sudah di perhitungkan mulai dari ekor sampe moncong, dr darat sampe udara, dr damai sampe perang..
    toh pilot kita udah pernah nyobain beberapa pespur, makanya semua udah ada perhitungan..
    ekonomi smakin membaik, teken su 35 tidak hanya sekedar teken.
    (negara perang rakyatpun meriang).
    (negara aman rakyatpun riang).

  35. Sebab kuantitas memiliki kuantitasnya sendiri,
    maka :

    Saya lebih pilih 63 unit FA-50 daripada 14 unit Su-35.

    1. Biaya terbang baik bbm maupun maintenance jauh lebih murah.

    2. Jika disebar ke seluruh RI sebab lebih banyak, si FA-50 akan lebih cepat mencegat blackflight daripada Sukhoi yang harus keponthal-ponthal terbang dari ujung ke ujung.
    Sehingga FA-50 jauh lebih efisien.

    3. Memindahkan FA-50 jauh lebih ringan daripada memindahkan Su-35.

    4. Menyembunyikan FA-50 jauh lebih mudah dari Su-35 sebab ukuran FA-50 lebih kecil.

    5.Landing dan take off distance FA-50 jauh lebih pendek dari Su-35 sehingga bisa mendarat dan take off di landasan yg sangat pendek.

    6. Rentang sayap FA-50 lebih pendek dari Su-35, hal ini memudahkan FA-50 mendarat di jalan raya tanpa kuatir ujung sayapnya nyangkut di tiang listrik atau telepon.

    7. Su-35 pesawat egois karena hanya bawa 1 orang, dibanding FA-50 yang bisa bawa 2 orang.

    Itulah 7 keunggulan FA-50 dibanding Su-35.

    Sambil celingak-celinguk nanti dikira sales.

    Xixixixi

    • Saya sih syukur2 aja jika batal beli 14 su35 tapi RI beli 63 unit FA-50. Dan untuk Heavy fighter bisa dicari lain waktu πŸ™‚ yg penting isi kekosongan dgn jumlah yg banyk (63 unit)

    • Iya bung tn, ane jg udah ga trtarik lg nie ama su35, trnyata banyak jg kekurangannya….ane stuju fa50 dibanyakin dan viper cukup 16 unit dl…

    • Bung @Tukang Ngitung, PhD, itu diatas bukankah seharusnya “kuantitas memiliki kualitasnya sendiri” ya? Heheheh…

      Betul bung, saya setuju, dengan mengoperasikan tambahan 63 unit FA-50, saya yakin, tetangga kita akan berpikir ulang untuk cari gara-gara… πŸ˜› hihihihi

    • Kalo mau yg kursi ganda ya varian ub aja πŸ™‚

    • FA-50 SETERONG

    • Bung @Tukang Ngitung, PhD, bagaimana bila Su-35 digantikan dengan sistem S-400 aja, jadikan gak perlu capek patroli atau ngejar pesawat penyusup yang masuk wilayah udara NKRI, dengan adanya baterai S-400 yang dipasang, hal ini akan membuat maling-maling gak sembarangan terobos wilayah udara kita bung πŸ˜€ hihihihi, dan tentunya gak perlu beli BBM

      • Harga S-400 itu Sekitar 400-420 Jt USD sudah Termasuk 8 Peluncur dan 112 Rudal

      • Jika mau yg hemat dan biaya Oprasional Murah belilah S-400… dgn Harga 400-420 Jt USD anda bisa mendapatkan 8 Unit Peluncur Dan 112 Unit Rudal… Atau S-300 dgn Harga 200Jt USD Anda bisa Mendapatkan 6 Peluncur S-300 dan 100 Unit Lebih Rudal

        • ah… ntah lah bung, para pejabat kita butuh upgrade prosesor dan ram nih… mereka juga kurang vitamin, jadi agak sedikit LOLA alias loading lambat

        • tetep harus S-400 bung, soalnya tetangga mainannya pake F-35

          • Hihihi Tapi masalahnya Cuma Minat Beli Kagak… Contoh Minat S-300 tapi habis di Kaji gk ada kabar Sampe Sekarang… πŸ™

          • S-400 masih belum superior untuk melawan F35, karna radarnya tdk mampu mendeteksi pespur stealth dari jarak jauh.

          • Memang diatas kertas kurang superior…tapi…kira2 begini jika dipasangi S400..pada pemetaan terakhir..http://jakartagreater.com/kohanudnas-sebuah-opini/…(walaupun cuma opini seorang bung antonov,tapi bisa menambahkan wawasan kita…indahnya berbagi)

          • Gampang bung @Jef, nanti kita pinjam pakai radar pendeteksi siluman dari China, tes dulu 2 tahun πŸ˜€ klo cocok langsung bayarin deh πŸ˜› hahahah… Semua harus trial and error, begitu juga dengan produk China yg di klaim bisa deteksi F-22 AS, klo F-22 bisa ke detect, berarti F-35 bukan hal sulit toh?

          • Belj radar quantum tsb juga percuma jika tdk bisa terintegrasi dgn SAM, jatohnya cuma bisa dipake untuk mengawasi F35 dari kejauhan. Mungkin bisa dipakai sebagai pemandu untuk misi pencegatan F35, tapi percuma juga karna Su27/30/F16 kita tdk punya kapasitas untuk melawan F35

            Jd menurut saya Su35 memang masih harus jd prioritas, karna memiliki kapasitas untuk meladeni F35

    • Bung tn phd masalahnya ini buat efek gentar bung. Masa F35 dan F15 tetangga mau dilawan dengan FA50, Secara kelasnya aja udah beda. Mungkin untuk merontokan 63 FA50 hanya butuh 6 F15 saja dengan setiap satu pesawat terdapat 12 rudal.

      • Laah emangnya kita mau perang sama siapa ?

        Lha semua teman kok.

        Kalo salah satu teman ada yang terlalu kreatif untuk menjahili kita, kita nggak akan pukuli dia bukan ?

        Trus apa kita beli Su-35 untuk efek gentar ?

        Nggak tuh.

        F15SE dan F22 itu sudah pasti menang lawan Su-35, jadi dengan kita beli Su-35 itu dengan alasan efek gentar itu malah diketawain sama mereka sebab Su-35 itu hanya mendatangkan efek penggeli saja.

        Su-35 itu kita beli hanya supaya merasa wah saja, supaya bisa kebut2an di langit dan bisa nari2 di langit.

        Jadinya mereka hanya ketawa geli saja melihat kita menggebu2 mau beli itu.

        Lebih bagus itu beli dulu yang bisa mendukung kemandirian kita.

        FA-50 itu sudah pasti PTDI bisa belajar merakitnya, belajar merancangnya, baru belajar membuatnya.

        Ingat peribahasa :

        Berakit-rakit ke hulu
        Berenang-renang ke tepian.

        Merakit pesawat dulu.
        Merancang komponen pesawat kemudian.

        • Oh komen yg sangat mencerahkan.
          Saya terharu…
          Betul juga, su35 cuma bakalan jd ayam penyet dihadapan f22 dan f15 πŸ™

        • Bagaimana dengan MiG-35 yang memiliki beberapa kemampuan yang sama seperti F-15E milik Mesir bung @Tukang Ngitung, PhD, kabarnya pesanan Mesir akan tiba pada semester pertama tahun ini… bila harga MiG-35 sama seperti harga FA-50, apakah burung besi ini bisa dijadikan opsi, terutama sama-sama membutuhkan 2 orang pilot untuk menerbangkannya πŸ˜€

          • Kalau harganya sama, boleh lah, duren nomplok kok dibiarin busuk? πŸ™‚

            Tapi kalo lebih mahal dari fa50, gmn?

          • Melihat dr berita terdahulu bahwa harga MiG-35 di Rusia pada kisaran USD 18 jt-an anggaplah hrga ekspor USD 25-30 jt, masih setara dengan harga FA-50 sepertinya bung @Jef atau anggaplah harga MiG-35 USD 40 jt

          • Koreksi bung @Jef, Mesir beli 50 unit MiG-35 seharga USD 2 miliar, berarti USD 40 juta per unit.

        • Kwkwkwk….masa seh….

        • F15SE dan F22 itu sudah pasti menang lawan Su-35
          saya tak setuju dengan kalimat tersebut..

          jika dengan F22 dan F15SE dalam tim melawan SU35 besar kemungkinan kalah diatas kertas..
          tapi apakah kita akan perang dengan US?
          SU35 digunakan sebagai efek deterent untuk kawasan..
          sebagai penyeimbang dengan aus, singa dan malay..
          SU35 saya anggap terbaik dan tepat untuk Indonesia saat ini.
          sebagai air superiority, tetapi kita butuh multirole workhorse seperti F16 Viper dan light fighter seperti F50 untuk tempur ringan dan latih lanjut..

          jika diatas kertas kita kalah lawan F22 dan tak jadi membeli SU35, karena takut ditertawakan,, sekalian saja tak usah membeli pespur, karena tak ada pespur yg mengungguli F22,, tapi itu pikiran pendek tanpa usaha.
          saya kira tetap membeli SU35 BM.

          alasan membeli F50 bukan karena alasan kemandirian, tetapi untuk mengisi kekosongan tupoksi light fighter. bukankah kita sudah melangkah pada 2 proses yaitu merakit dan merancang (dalam program IFX) dari 3 proses yg bung TN sebutkan?!!! saya setuju beli F50 tapi bukan itu alasannya,, xixixi

    • Mmg stok pilot byk?

    • 1 dan 2 masuk alasan dasar..
      tapi berikutnya saya anggap bercanda ha ha ha.. membawa kebenaran tetapi.. tidak masuk inti alasan.

      Untuk pembelian SU35 sebaiknya tidak dibatalkan.. kita butuh sebagai penyeimbang malay, singa, dan aus..

    • Wah, kuantitas memiliki kuantitasnya sendiri?

      di artikel lain ada yang tulis kuantitas memiliki kualitasnya sendiri

      klo ditelusuri, sepertinya itu ungkapan jadul Stalin, “Quantity has a quality all its own”

      tapi setelah dogfight lembah Bekaa (1982) dengan kill ratio sekitar 0 : 80 (?) untuk keunggulan AU Israel, ungkapan yang lebih tepat: kualitas memiliki kuantitasnya sendiri..

  36. rusia pelit TOT nya mah

  37. 80 ! ! !

    Apakah bisa tembus 150 komen? πŸ™‚

  38. Tidak ada terlalu mahal kalau untuk kedaulatan, jangankan uang, nyawa pun di berikan

  39. ko masih mikirin bahan bakar. Coba bandingkan antara cbr 1000cc dengan honda 70. Klo mau irit yg beli honda 70 tapi larinya letoy klo mau mau lari kencang ya cbr 1000cc. Gak ada ceritanya pengen kencangnya seperti cbr 1000cc tapi bahan bakarnya pengen seirit honda 70.

  40. rame bener cuyyyyy

  41. gorenglah bahan yg mentah dgn api kecil supaya matangnya merata meski membutuhkan waktu yg lama

    kalau kecapekan pesawat multitasking bisa membantu

  42. Beli FA 50 dari Korea aja…. Plus beli bekas f 16… Murah meriah bung….

  43. Ikut komen biar bisa tembus 100 hahaha.

    Biar tetap disegani kawasan , Indonesia alihkan saja dana SU 35 dengan pembelian S 400 .

    Atau dana SU 35 dipake utk bayar blueprint alutsista pesawat tempur , rudal atau radar sehingga bisa dibuat di Indonesia.

    Sudah pasti dapat blueprint kita harus pake cara Cina dgn menghalalkan segala cara demi kejayaan bangsa.

  44. Klu bahas SU-35 pasti rame, cuma mau sampe kapan pesawat jomponya diganti yg gahar klu masih mikir boros. Apa mau selamanya seperti kerbau dicucuk hidung beli pespur dr barat yg harus diatur2 penggunaannya!

  45. sy tdk begitu paham dgn Alutsista tp utk pespur sy cendrung pilih Sukro 35 …mengingat embargo pihak barat yg pernah di alami TNI begitu menyakitkan…(sakitnya tuh di sini)

    salam utk warga JKG n Admin JKG
    NKRI harga mati Indonesia Raya Nusantara Gemilang

    • Uni soviet juga pernah mengembargo indonesia,and jangan lupa kita masih punya dosa ke uni soviet karna menghibahkan mig 21 ke US,lagian beli sukhoi pasti lewat prantara (rosoboronexport) yg akan selalu minta kick back, pembelian alutsista harus lewat skema G to G untuk mengurangi resiko korupsi,untuk apa beli rongsokan sukhoi versi eksport downgrade yg hobinya bolak balik menjalani perbaikan mendalam yg menghabiskan biaya mahal, biaya OP mahal dengan kesiapan tempur rendah, juga persenjataan versi ekspor downgrade.

  46. lusiah setelooong…..
    hihihihi

  47. supaya murah biaya BBM pengoprasian ny,sukhoi ny kita isi kan premium aja.gak usah pk avtur..coba author ny si Mukidi,gak ada rugi ny ni sukhoiyy

  48. yang bikin status diatas kayaknya dapat sogokan ,biar batalmenurut aq gak ada ruginya,mending buat sekali terbang 100jt daripada dikorupsi triliunan.

  49. Kalo rusia sendiri?apakah mereka memakai pespur single engine buat workhorse nya?

  50. Strike!
    150 bung @Jef

  51. Kalau dirangkum kekuatan udara itu gabungan dari :
    1. Pangkalan Udara yang representatif
    2. Radar Pertahanan Udara dan Sistem Peringatan Dini
    3. Sistem Pertahanan Udara Jarak Pendek, Menengah dan Jauh
    4. Pesawat tempur lapis pertama, kedua dan seterusnya untuk masing2 misi yang diemban
    5. Pesawat Combat SAR,Pesawat Intai dan Pesawat angkut
    6. SDM Prajurit AU yang terlatih

    Semua penting dan anggaran terbatas, maka pakai harus pakai prioritas pemenuhan yang harus disesuaikan dengan skala ancaman pada suatu rentang waktu tertentu

    Menurut saya yang belum ada di Indonesia dan mendesak untuk dipenuhi adalah pesawat tempur lapis pertama dan rudal pertahanan udara area, biar punya efek gentar, daya tangkal yang tinggi di kawasan

  52. Lho kok hilang

  53. Kalau mau irit beli saja tukino..

  54. Yang merasa rugi kalau beli Sukhoi..Akan rugi lagi kedepannya karena akan kalah sama pesawat tempur tetangga yg makin canggih..Malaya saja sdh niat beli Rafale..Masa harus gagal beli Su 35..Malah jadinya beli pesawat odong2 macam t50 apalagi tejas..Walaupun banyak hanya JD sasaran latihan tembak f35

  55. Kasihan ada beruk capek ngetik dan koar-koar, tapi sayang ID nya di banned sama momod πŸ˜€ jd gak bisa keluar deh komenya πŸ˜† hahahah… dasar malon o’on πŸ˜›

  56. Saat ini tiada keperluan mendesak untuk Sukhoi..???? .Jadi nunggu dulu kejadian ..Nunggu perang dulu baru beli Sukhoi..Gitu kali ya..Okelah Kalo bgituuu

  57. Kasih pisang bung lingkar beruk ny… wkwwkw

  58. Ah terserahlah mau beli apa…masih mikir gimana caranya ngasih tau kalo bumi itu bulat…

  59. Asem tenan ki…nyecrolle nganti kemeng

  60. iseng ah..
    Duit ada kog, banyak malah. dan mau barter sama SDA + tech juga bisa. diganti sama MOU juga bisa. oops!
    Amazing JKGR dari tahun 2014 Su35 masih jadi “trending topic” sampai sekarang..ck ck ck.. hayo sekarang saatnya lebih berpikir dinamis. dengan perkembangan dan eskalasi geopolitik+militer+tech saat ini, istilahnya “casing” pespur menjadi nomer kesekian, faktor jeroan dan upgradable aspek yang harus diperhatikan juga. percuma beli pespur A, B, C, sekarang jika hanya dilihat dari “casing+manueverability” saja, ingat 4-5 tahun kedepan radar tech, jammers, stealth ability, BVR missiles, AMRAAM seeker+anti jammer, etc..sudah akan sangat jauh berkembang pesat, berubah bentuk. ibaratnya sekelas Hawk atau F16 jadul “upgraded” pun jika memiliki Jeroan+Gendongan TOP, F15 tetangga juga mikir-mikir jika mau macam-macam. “Upgradable and Suitable” that’s the point.
    memang apa sih yang disebut dengan pespur mematikan?
    Mau tukino pun kalau kombinasi radar, jeroan, gendongan TOP, radar bisa endus 400km+ dan bisa bawa BVRAAM anti jammer, plus ASM nuclear warhead pun bisa dikatakan sebagai pespur mematikan. wuihh F35 pun ngeper deket deket dan pangkalan militer langsung “gelar lapak” semua.
    Pespur biggest enemies = human errors, malfunction, SAM, BBM. (kalau bagi kita justru BBM kali ya the biggest enemy nya he he).
    Sistem SAM + THAAD sekarang sudah semakin menyebar dan tech semakin maju.. besok-besok jangankan pespur, burung gagak pun lewat bisa kena sambar jatuh nyungsep. he he.
    TNI+think tank pasti sudah pikir matang-matang apa langkah terbaik bagi NKRI. so mau pilih A B C tidak masalah selama faktor-faktor krusial dan tanda kutip nya dipertimbangkan.
    Salam hangat.

    • setuju bung PA, bahkan pespur yg sekarang bisa di ganti jeroannya pakai yg terkini dan untungnya pihak lawan ga tau itu. selanjutnya silahkan analisa sendiri. casing SU 27 30 35 mirip ya ….

      • He he ngirit ya cangkokan? warjagers bilang versi mutan ya?
        Su27 & Su35 hampir lebih mirip dibanding su30. he he pihak lawan tahu kog. pasti. cuma mereka ga ambil pusing aja, karena mereka pikir ability masih hanya sebatas “diatas kertas” dan mereka tetap berpikir pespur mereka masih bisa kog menandingi. plus antidot mereka.
        sortie su35 kan bisa dibilang masih minim, di crimea+suriah dan masih dibilang belum battle proven. sama saja seperti F35 kalau memang tidak worth to buy tidak mungkin banyak negara yang pesan dan rela bayar segitu mahal. tapi sekali lagi ability masih sebatas “diatas kertas”.
        yaa kita lihat bagaimana kedepannya sajalah tunggu si mutan/su35 ori nya nangkring di sini. he he. salam hangat.

  61. Bilang aja… masih belum sanggup beli yg modrn..rencanain dulu aja.. sampai taun berikut.. ntar taun depanya rencana lagi. Kan seru.. yg korupsi aja ga pake rencana.
    Ntar klw dah ada rencana.. baru di gagalin lagi.

  62. Percuma klo alutsista canggih tapi pemimpin negaranya lemah, ga ada taringnya, cuma jadi boneka aseng dan asing, alias sekelompok macan dipimpin sama domba, jadinya embek juga….. Yg harus dibeli sekarang adalah seorang pemimpin yg bisa jadi macan yg bertaring dan pandai taktik serta strategi bertempur, jadi sdh pasti akan memikirkan bagaimana macan2 yg dipimpinnya lebih tajam taring dan cakarnya

  63. ToT jg lg dikejar..Utk pespur kita mau memakai acuan teknologi barat pa timur.
    Teknologi inti dr pespur kira kira peluang terbesar yg mau berbagi siapa.

  64. dari tahun 2014 masih ini aja yg dibahas, kesimpulannya, tak ada wang

  65. Kalau beli SU35 efek deterentnya dimana belinya saja cuma 10 biji udah gitu minta telolet rusia mana mau rugi bandar dong apa lagi dengan kondisi ekonomi rusia yang seperti sekarang, kecuali kalau belinya 10 sekuadron baru ada efek deterentnya, lagian ngapain beli mahal” kalau jarang dipakai dan biaya sekali terbangnya saja mahal, malah sering bolak balik buat di service dengan biaya mahal pula, dan semua senjata yang di ekspor dari rusia pasti versi downgrade, saya lebih optimis kalau nanti indonesia sudah bisa bikin sendiri kfx/ifx.

  66. Tapi saya yakin akhirnya kita pasti jadi beli su35 soalnya piliotnya ngebet banget ingin beli itu pespur karena bisa jungkir balik jadi bisa buat gagah”an dan saya yakin tidak akan ada efek deterentnya dikawasan, cuma biar keliatan wow karena bisa jungkir balik.

 Leave a Reply