Sep 072018
 

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) H. Bambang Suswantono, mengatakan acara tradisi Korps Marinir ini, merupakan akhir dari proses pembentukan prajurit yang telah ditempa sebelumnya di kawah Chandradimuka Kodiklatal.

Malang, Jakartagreater.com – Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) H. Bambang Suswantono, S.H.,M.H.,M. Tr. (Han). Bertindak sebagai Irup Pembaretan 20 Perwira Remaja Korps Marinir Angkatan ke LXIII dan 96 Bintara Remaja Korps Marinir Angkatan Ke XXXVII TA. 2018 pada Kamis 6-9-2018 di Pantai Ngantep Desa Sidurejo Gedangan Malang Jatim.

Rangkaian upacara pembaretan kali ini diawali dengan demonstrasi ketrampilan beladiri karate dan dilanjutkan perkelahian jarak dekat dan di atas perahu karet dan dilanjutkan dengan menyayikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Pembacaan Surat keputusan Komandan Korps Marinir.

Diperdengarkan Pidato Presiden Soekarno pada saat penganugerahan Panji kepada Korps Komando AL Pembacaan surat pesan terakhir prajurit KKO AL Usman dan Harun ini dibawah Komandan Upacara Letkol Marinir Wisnu Wicaksono yang sehari hari menjabat sebagai Komandan Pusat latihan pertempuran III Grati.

Mengawali amanatnya Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) H. Bambang Suswantono, menyampaikan pertama tama marilah kita panjatkan puji dan rahmad ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, Allah Subhanahu Wataala karena berkat dan ridhoNya pada hari ini kita dapat rahmat  hadir di pantai Nganteb dalam rangka mengikut upacara pembaretan Perwira Remaja Korps Marinir angkatan ke LXIII dan Bintara Remaja Korps Marinir Angkatan Ke XXXVII tahun 2018 dalam keadaan sehat wal’afiat.

Lebih lanjut Upacara yang kita laksanakan pada hari ini merupakan salah satu bentuk kegiatan tradisi Korps Marinir sebagai implementasi pembinaan aspek kultural dan juga merupakan momentum penting yang memiliki nilai historis dalam perjalanan karir setiap prajurit Korps Marinir.

Upacara pembaretan ini, memberikan isyarat dan menandakan bahwa secara sah menyandang status sebagai prajurit sekaligus menjadi bagian dari keluarga besar Korps Marinir, momentum ini sekaligus menjadi titik awal pengabdian sebagai prajurit Korps Marinir kepada negara dan bangsa.

“Baret Ungu Korps Marinir tidak hanya sebagai simbol identitas prajurit, namun mengamanahkan adanya tuntutan untuk Korps menjaga kehormatan dan kebanggaan dalam rangka pengabdian kepada negara dan bangsa yang telah menjadi nilai-nilai luhur dan terpatri sebagai jati diri prajurit Korps Marinir.

Dengan demikian, sebagai konsekuensi menjadi prajurit Korps Marinir dan tanggung jawab untuk berperilaku dan bertindak sebagai prajurit yang baik dengan nilai kehormatan Korps Marinir karenanya, mulai harus ditumbuhkan dan dipupuk kesadaran kalian semua prajurit.

Prajurit profesional yang berkarakter yang menjunjung tinggi nilai-nila terhadap kebenaran dan kejujuran, serta rela berkorban kepentingan bangsa dan negara kesadaran sudah tertanam didalam diri seorang prajurit korps marinir, yang tercermin pada setiap langkah pengabdian kalian, baik pada saat penugasan operasi maupun kegiatan tugas sehari-hari.” Ungkap Dankormar

Lebih lanjut Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) H. Bambang Suswantono,  mengatakan acara tradisi Korps Marinir ini, merupakan akhir dari proses pembentukan prajurit yang telah ditempa sebelumnya di kawah Chandradimuka Kodiklatal.  Sekarang ini kalian telah menjadi seorang prajurit yang tergabung dalam Korps yang besar, yang memiliki nilai-nilai luhur, kehormatan dan kebanggaan.

Sebagai aspek kultural dalam pembinaan Korps Marinir, prosesi pembaretan merupakan bagian dari implementasi pewarisan nilai-nilai luhur yang diturunkan dari generasi ke generasi sehingga pembaretan memiliki nilai historis dalam perjalanan karir dan kehidupan bagi seorang Prajurit Korps Marinir.

Komandan Marinir, Mayjen TNI (Mar) H. Bambang Suswantono,  pada kesempatan tersebut mengucapkan selamat atas keberhasilan kalian yang pendidikan tahap demi tahap mulai dari pembentukan sebelumnya maupun pendidikan komando serta kursus bekal ilmu yang untuk peroleh merupakan dasar dan modal dalam menjadi seorang Prajurit Marinir oleh melaksanakan tugas nantinya di satuan saya, karena itu pada kesempatan ini pula perlu saya sampaikan penekanan agar dijadikan pedoman dalam melaksanakan tugas, sebagai berikut :

  1. Pertama Tingkatkan keimanan dan kepada tuhan yang maha esa, agar setiap langkah pengabdianmu, selalu mendapat petunjuk bimbingan serta ridho dan berkah-Nya.
  2. Kedua Pegang teguh jati diri Prajurit Korps Marinir, yang memiliki disiplin tinggi, pejuang tanpa pamrih serta mempunyai kebanggaan yang besar terhadap korps.
  3. Ketiga Pelihara nilai nilai luhur dan tradisi Korps Marinir dengan baik, sebagai prajurit matra laut TNI-AL yang selalu setia kepada negara dan bangsa Indonesia,.
  4. Ke empat Tingkatkan dan kembangkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang telah kalian peroleh, agar bisa lebih berkembang sehingga dapat bermanfaat nantinya bagi dirimu, bangsa dan negara.
  5. Ke lima Tumbuhkan kekompakan, jIwa korsa dan kebersamaan didalam serta soliditas yang baik sesama tni-polri maupun dengan masyarakat.

Upacara tersebut dihadiri oleh Danpasmar- 2 Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, Dan Kolatmar Kolonel Mar Sarjito, Danlanmar Sby Kolonel Mar Mauriadi, Danlanmar Jakarta Kolonel Mar Suwandi, Dankodikmar Kolonel Mar Siswoto Para Asisten Dankormar, , Danlanal Malang Kolonel Laut (P) Nanang Haryono , Para Asisten Danpasmar-1 Para DanKolak Marwiltim, Perwakilan kepolisian Polres Kab. Malang Dandim 0818 Kab. Malang Kasubgar 0816 Sidoarjo Pemda Kab. Malang Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. (Sie Pen Lanmar Sby – Peltu Mar Joko Sulistiyanto – Marinir).

Berbagi

 Leave a Reply