Agu 272014
 

Bandung 25 agustus 2014, Wakil Komandan Pussenif Brigjen TNI Asrobudi membuka upacara pembukaan penataran ATGM Javelin Ta.2014. Peserta penataran berjumlah 40 orang dari tiap satuan. Pada kesempatan tersebut Wakil Komandan Pussenif Brigjen TNI Asrobudi menyampaikan amanat kepada peserta penataran bahwa senjata ATGM Javelin merupakan senjata baru yang dimiliki oleh TNI AD dan merupakan salah satu implementasi dari transformasi TNI AD dalam rangka modernisasi Alutsista TNI AD termasuk didalamnya Alutsista kecabangan Infanteri. adapun sebagai penatar dari tim Javelin AS.

pusenif javelin

Sumber : pussenif

Bagikan:

  57 Responses to “Penataran ATGM Javelin 2014”

  1.  

    cek dulu

    •  

      Atgm Javelin Anti-Tank Missile

      DSCA
      Release:

      WASHINGTON, November 19, 2012 – The Defense Security Cooperation Agency notified Congress November 15 of a possible Foreign Military Sale to the Government of Indonesia for 180 Block I Javelin Missiles and associated equipment, parts, training and logistical support for an estimated cost of $60 million.

      The Government of Indonesia has requested a possible purchase of 180 Block I Javelin Missiles, 25 Command Launch Units (CLU), Missile Simulation Rounds (MSR), Battery Coolant Units (BCU), Enhanced Basic Skills Trainer, Weapon Effects Simulator, batteries, battery chargers, support equipment, spare and repair parts, personnel training and training equipment, publications and technical data, U.S. Government and contractor technical assistance and other related logistics support. The estimated cost is $60 million.

      This proposed sale will contribute to the foreign policy and national security of the United States by helping to improve the security of a friendly country which has been, and continues to be, an important force for the political stability and economic progress in Southeast Asia.

      The proposed sale provides Indonesia with assets vital to protect its sovereign territory and deter potential threats. The acquisition of the Javelin system is part of the Indonesia Army’s overall military modernization program. The proposed sale will foster continued cooperation between the U.S. and Indonesia, making Indonesia a more valuable regional partner in an important area of the world.

      The proposed sale of the missiles and support will not alter the basic military balance in the region.

      The principal contractors will be Raytheon/Lockheed Martin Javelin Joint Venture (JJV) in Tucson, Arizona and Orlando, Florida. There are no known offset agreements proposed in connection with this potential sale.

      Implementation of this proposed sale will not require the assignment of any additional U.S. Government or contractor representatives to Indonesia.

      There will be no adverse impact on U.S. defense readiness as a result of this proposed sale.

      This notice of a potential sale is required by law and does not mean the sale has been concluded.

    •  

      180 unit banyak amat, bisa dicoba ke leopard jebol ngak ya, kalau jebol buat apa beli leoapard, mendingan beli ini yang banyak mungkin jauh lebih murah

      •  

        Bung poop harusnya di ballik pemikirannya, kita punya mbt kelas 1 juga punya antidotnya yaitu atgm javelin dan nlaw.
        Kita punya apache, blackhawk, fennec, nbel, MI-17 dll tapi juga punya mistral , rudal Starstreak dll
        Kita MLRS atross, meriam caesar dll belum rhan produksi dlm negeri
        Kita punya pasukan yg handal yg disegani lawan dan kawan seperti kopassus, tontaipur, raider dll yg jelas akan “membersihkan” daerah yg akan dilewati kendaraan tempur kita
        Jadi TNI khususnya tni ada melengkapi semua jajarannya alutsista yg mumpuni mulai dari infanteri, alteleri, kavaleri, penerbad, mekanis

        Jd klo head to head dgn lawan kita harus bisa menang

        Salam

      •  

        ya mikir nya jangan begitulah bung poop…kalau begitu sama saja mikir buat apa beli senjata banyak2 dan canggih untuk para prajurit..pasangin saja rompi anti peluru terbaik satu2..

      •  

        Bung Gue benar

        Helikopter dan SHORAD kemungkinan 100 tahun yang akan datang masih dipakai

        namun khusus Leopard/MBT (heavy amour) kemungkinan akan DIHAPUS, senasib dengan BATTLESHIP, disulap jadi kecilpun ngak bisa…he…he…, kalau kecil jadi besar jelas bisa seperti tank AMX

        Dengan dirilisnya “GXV-T, Tank Masa Depan AS”, habis sudah nasib MBT

        Sebetulnya Vehicle/kendaraan tersebut sudah TAMPAK/TAMPIL di Film-Film Fiksi terbitan sekarang.

        Pihak Eropa pun sudah merilis pengganti Heavy MBT, seperti di artikel-artikel terdahulu

        kemungkinan tren inilah yang dibaca pak Habibie dan para “Penasehat” Jokowi

        •  

          IMHO, tidak begitu. Teknologi armour akan berkembang pesat dg nanotek. Menghasilkan armour ringan sekaligus kuat. Kedua, sistem perlindungan semakin maju. 50 tahun yang lalu kita belum terpikir active armour dan sistem deteksi dini. Ketiga, trust to weight ratio akan bertambah. 50 tahun yang lalu apa ada tank yang bisa loncat? Keempat, bukankah dari dulu begitu ya? Dot vs antidot. Selama masih taktikal mainstream, yaitu kendaraan tempur dg daya dobrak dus daya bertahan mumpuni sbg game changer, maka keberadaan armour vehicle masih akan tetap eksis.

          •  

            Berarti pendapat anda sangat senada dengan saya, “Menghasilkan armour ringan sekaligus kuat” yang akan menghasilkan Tank yang jauh lebih ringan dari sekarang dengan kekuatan yang lebih, dan Tank tersebut sudah berwujud di negara Maju

            Pendapat kedua anda juga senada dengan saya, 50 tahun yang lalu kita belum terpikir active armour dan sistem deteksi dini dan bisa loncat loncat, sekarang semuanya sudah terlampau dan adalah tren baru sekarang seperti “pendapat anda yang pertama”

            Sama dengan pendapat Pak Dahlan Iskan, untuk apa kita buat mobil bensin, padahal negara maju sudah buat “Mobil Listrik” agar kita bisa sama-sama majunya. hal itu juga senada dengan pendapat Pak Habibi dengan PT. DI nya

            dan pendapat anda benar tentang “keberadaan armour vehicle masih akan tetap eksis” tapi dengan “armour ringan sekaligus kuat” seperti pendapat anda tadi.

    •  

      Assalamualaikum wr.wb
      dalam pengadaan alutsista kita lihat nilai strategisnya dalam banyak bidang bukan hanya pertahanan saja namun juga bagaimana perkembangan teknologi. itu salah satu nilai dari pembelian Leopard.
      saya pikir tentara darat di dunia ini masih menggunakan mindset MBT, karena pergerakan karena memudahkan membawa kaliber besar karena belum di temukan/diproduksi pengganti MBT.
      apakah pada perang-perang sebelumnya pasukan angkatan darat sudah melenyapkan penggunaan MBT?

    •  

      Assalamualaikum wr.wb
      waduh bung gue keberadaan pespur dimasa depan akan terancam dengan adanya UCAV dan Manpad kali ya :v
      percuma dong IFX :v

  2.  

    2

  3.  

    perhatikan tuh….. semoga sekali tembak kena sasaran …. biar ga buang – buang uang rakyat

  4.  

    Masih sepi nih. Bung Mirza subuhan dulu ya?

  5.  

    Selamat pagi!!!

  6.  

    Selamat pagi juga bung

  7.  

    7

  8.  

    Sugeng enjang ,…

  9.  

    Javelin yang berpemandu laser itu y

  10.  

    Semoga nantinya kita benar2 memiliki pasukan anti tank yang profesional dan ahli.. bukan hanya sebagai pelengkap saja untuk pasukan utama.. amien

    Salam NKRI..!

  11.  

    Anti amblesiah gak nih rudal?

  12.  

    Alhamdulillah satu lagi perlengkapan pertahanan kita datang. Bravo TNI …

  13.  

    lanjutkan

  14.  

    selamat pagi warjager, salam kenal…..ngopi di angkot bil nyimak..

  15.  

    Dengan makin ampuhnya rudal anti tank, sampai saat ini seakan2 belum ada satupun tank yg mampu berlindung dari sengatannya. Kalau dahulu doktrin tank lawan tank, kalau sekarang melawan tank adalah dengan gerilya dan senjata anti tank. Hal ini telah dibuktikan oleh gerilyawan Hazbulloh, dalam melawan tank terbaik di dunia. Merkava dibuat hancur dan tidak berkutik melawan gerilyawan dan bukan melawan MBT. Tidak salah kalau Malingsial saat ini melakukan pembelian besar2an rudal anti tank begitu mereka mengetahui TNI membeli MBT Leo. Dengan kondisi alam tropis seperti di Indonesia, gerilya dengan membawa rudal anti tank adalah taktik yg ampuh dalam melawan MBT. Alutsista apapun itu fungsinya adalah saling melengkapi, jadi Indonesia tetap harus memiliki Tank MBT dalam jumlah secukupnya. Di Jawa barangkali cukup 2-4 batalioan MBT, di perbatasan Kalimantan mungkin juga perlu ada 2-4 batalion MBT. Maaf pendapat oot dari pedagang ayam yg lagi nganggur krn pasar lagi sepi. Mau kulakan ayam, tidak ada BBM utk kendaraan, nongkrong saja di warung kopi sambil menyimak JKGR.xixixixi.

  16.  

    BTW…bdu digitalny msh blm rata kstiap prajurit y….pdhl pgn liat pas latgab kmrn smw pasukan da pake camo dgital….
    pak Moel jg msh pke camo malvinas…

  17.  

    Mantab, datang alutsista baru dan belajar, belajar………., moga makin PD dlm menjaga NKRI. Moga sehat2 semua. Salam NKRI

  18.  

    Sepi peminat sepertinya ni

  19.  

    pernah nyoba…tpi maen game… cod modern warfare. hehehe.

  20.  

    ad gx buatan rusia yg sama dgn jeveline

  21.  

    Izin Mnyimak n Mngikuti…

  22.  

    @ &@

  23.  

    senjata favorit ane klo pas main Game call of duty 4 😀 klo bener apa yg di ceritakan Di Gamee… menhadapi MBT lawan bener2 seperti makan kerupuk.. hehhe

  24.  

    Kok gak ada totnya menyalahi uu tuh, bisa diusut nih……… KPK mana KPK !!!

  25.  

    kemampuan jarak nya terlalu dekat…katanya…berapa meter jauhnya sesepuh?

  26.  

    Assalamualaikum wr.wb
    katakan pada perancang PL 01
    http://www.youtube.com/watch?v=EknlvqX9uh0

  27.  

    ATGM Javelin ini selaih harganya mahal,, ongkos maintenacenya juga mahal .. banyak partnya yang lifetimenya boros,,,
    Teteapi karena kita butuh ya walaupun mahal dan ribet pembelian dan maintenacenya nanti yaa harus dibeli
    Karena memenuhi strategi antidot bagi kekuatan lawan untuk sebuah nilai kedaulatan
    Imho

    •  

      Malam bung satrio ss . Maaf mau nanya apa beli javelin dapet tot. Bukannya udah ngembangin ffar atau masih dalam pengembangan. Maaf oot

      •  

        Gak dapet
        Roket FFAR dulu lisensinya kita punya dan akhirnya dicabut karena produsennya takut kita bisa mengembangkan dan mencontek ilmu propelannya ,,,
        Seingat saya Angkatan udara bisa mengembangkan roket FFAR tetapi tidak dilirik sama sekali oleh pemerintah saat itu ,,,

        Sekarang sesuai info dari bung Jalo kita sudah bisa mengembangkan dan akan memproduksi masal FFAR

 Leave a Reply