Feb 182018
 

Jet tempur F-15 Strike Eagle milik Angkatan Udara AS. © US Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force) mempersenjatai jet tempur F-15 dengan senjata baru untuk mempersiapkan pejuang berusia puluhan tahun untuk bisa menghadapi tantangan tempur modern dan rekan sejawat terdekat, sekaligus memberi jet tersebut kemampuan untuk terbang hingga tahun 2040 serta melacak dan menghancurkan musuh pada jarak lebih jauh dalam berbagai kondisi.

“Angkatan Udara berencana mengintegrasikan perbaikan untuk rudal AIM-9X dan Bom Diameter Kecil II (SDB-II) pada F-15 dalam beberapa tahun ke depan”, menurut Kapten Emily Grabowski, juru bicara Angkatan Udara AS kepada Warrior Maven.

Pejabat Angkatan Udara AS tersebut mengatakan bahwa jet tempur F-15 tersebut bisa dipersenjatai dan beroperasi sepenuhnya dengan SBD II segera setelah tahun ini.

SDB II, yang sekarang mendekati kesiapan operasional adalah persenjataan baru yang dijatuhkan dari pesawat yang bisa menghancurkan target yang bergerak dalam semua kondisi cuaca pada jarak lebih dari 40 mil, menurut keterangan Raytheon.

Untuk sementara, Angkatan Udara saat ini masih mempergunakan bom yang dipandu laser yang disebut GBU-54 yang mampu menghancurkan target yang bergerak, SDB II yang baru akan dapat melakukan semua itu pada jarak yang lebih panjang dan dalam segala kondisi cuaca.

Angkatan Udara AS hingga saat ini mengoperasikan sekitar 400 varian F-15C, D dan E dan berencana untuk menjaga agar pesawat terbang tersebut mampu bertugas hingga tahun 2040-an.

Senjata baru tersebut merupakan bagian dari perwujudan F-15 dan perbaikan modern yang lebih besar dengan mengintegrasikan sensor, penargetan, sistem peperangan elektronika dan radar baru.

“Radar AESA tersebut saat ini dipasang pada pesawat F-15C dan F-15E dengan rata-rata 20 pesawat per tahun. Radar AESA di kedua pesawat telah memenuhi kemampuan operasional awal. Pemasangan akan terus berlanjut di tingkat yang sama sampai setiap platform memenuhi kemampuan operasional penuh, diproyeksikan selesai tahun 2022 untuk F-15C dan tahun 2025 untuk F-15E”, kata Grabowski.

Peningkatan radar adalah komponen kunci untuk upgrade persenjataan, karena hal ini memungkinkan deteksi serta penargetan ancaman yang lebih baik untuk menghadapi musuh berteknologi maju seperti J-10 Cina.

Berbagi

  24 Responses to “Upgrade, F-15 Dapatkan Senjata dan Radar AESA Baru”

  1.  

    f 15 maju terus. menunggu saat f 15 ketemu su 35. apakah mereka akan “menari” bersama?

  2.  

    pesawat yg seksi.. semoga indonesia membeli 1 skuadron pesawat ini dan 2 skuadron F-16 Viper. Mungkin F-15 bisa ditempatkan di Lanud atang sanjaya, Bogor untuk melindungi ibukota dan barat indonesia.

  3.  

    VOTE UNTUK F15, EUROFIGHTER TYPHOON DAN RAFALE RENCANA PEMBENTUKAN SKUADRON KOHANUDNAS (Komando Pertahanan Udara Nasional).

  4.  

    keren sih tapi mahal yah ?

  5.  

    Di Artikel diatas kok F15 keder dgn J10 China sampe upgrade besar2an.apa kagak salah tulis tuh.he3. Lambat laun China diperhitungkan jg Alutsistanya oleh barat.

 Leave a Reply