Urgensi Industri Strategis Dalam Pertahanan Negara

24
Kapal selam KRI Nagapasa 403 TNI AL (twitter : Christian Guntur L)

Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan industri strategis nasional sangat diperlukan dalam pertahanan negara dan menjaga wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Panglima TNI menyampaikan alutsista yang dimiliki TNI dari produksi industri dalam negeri masih memiliki banyak kekurangan, tapi di sisi lain juga banyak kelebihan.

“TNI sebagai pengguna alutsista selalu memberikan masukan dan evaluasi terhadap industri pertahanan dalam negeri kepada Kementerian Pertahanan,” jelasnya.

Panglima TNI menyebutkan, pengembangan industri strategis dilakukan secara bertahap, tidak bisa langsung ke alih teknologi dan sebagainya. Namun demikian, kemajuan-kemajuan industri strategis juga berkembang pesat.

“Contohnya, kita sudah mulai membuat kapal selam dan pesawat tempur, termasuk radar dan tank model rantai,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan hal ini usai acara Peluncuran dan Bedah Buku Kebijakan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Kementerian Pertahanan RI oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu dan Ketua KKIP Laksamana TNI (Purn) Sumardjono di Kemenhan, Jakarta, 23-8-2017.

Menurut Jenderal Gatot Nurmantyo, untuk pengembangan industri pertahanan dalam negeri perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di samping itu perlu dicarikan lokasi baru yang lebih strategis untuk pengembangan industri pertahanan seperti Pindad yang berlokasi di Bandung sudah tidak visioner lagi, dirilis Antara, 23-8-2017.

“Pindad mungkin perlu direlokasi di suatu tempat yang lebih luas, dan dekat Pelabuhan, Bandara dan sebagainya,” kata Jenderal Gatot Nurmantyo.

7 KOMENTAR