Sep 082018
 

Helikopter AH-64E menembakkan APKWS, roket berpemandu laser © BAE Systems

JakartaGreater.com – Angkatan Darat AS yang dikenal dengan US Army tidak memiliki rencana untuk menggantikan helikopter tempur multi-peran canggih AH-64 Apache, menurut dilansir dari Military.com mengutip komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat AS, Mayor Jenderal William Gayler.

Yang perlu dicatat adalah bahwa masa layanan dari helikopter tempur AH-64 Apache Angkatan Darat AS akan diperpanjang setidaknya untuk empat dekade mendatang.

“Saat ini, Apache adalah helikopter yang sangat mampu yang kita miliki dan akan terbang dengan baik hingga tahun 2040-an”, kata Mayor Jenderal William Gayler.

Meskipun US Army suatu saat akan menggantikan AH-64 Apache, kemungkinan dengan versi bersenjata dari Raider atau Valor, tambah komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat AS, “waktu untuk menggantikan (Apache) dan apa yang menggantikannya belum terlihat”. US Army saat ini telah membeli versi terbaru dari Apache, yakni AH-64E Apache Guardian.

Upgrade Kemampuan Apache

Angkatan Darat AS telah mengumumkan paket modernisasi helikopter tempur AH-64 Apache dengan peralatan canggih yang memungkinkan helikopter untuk menyerang musuh hingga 100 kilometer jauhnya, menurut JakartGreater.

Rencana modernisasi AH-64E Apache v6 US Army © Air Power via Twitter

Angkatan Darat AS mengatakan bahwa upgrade helikopter akan mencakup dua kali lipat jangkauan radar kendali tembak (FCR) yang berkisar 8 – 16 km, kemampuan mendeteksi ancaman maritim dan penargetan oleh FCR, memperluas jangkauan generasi berikutnya dari Manned-Unmanned Teaming-Extended atau “MUMT-X” memungkinkan Apache untuk berinteroperasi dengan berbagai sistem pesawat terbang tanpa awak (PTTA) dan platform lainnya, termasuk peningkatan navigasi dan komunikasi.

AH-64E v6 akan dilengkapi mesin helikopter 701D yang lebih kuat, bilah baling-baling baru dan teknologi serta sistem elektronik yang ditingkatkan.

Di medan perang, MUMT-X memungkinkan AH-64E Apache untuk mengidentifikasi dan menyerang target musuh hingga jarak 100 km. Ini berkat analisis gambar yang disediakan oleh sensor yang terpasang pada UAV.

AH-64 Apache adalah helikopter tempur multi-peran tercanggih di dunia yanag digunakan oleh Angkatan Darat AS termasuk banyak angkatan bersenjata internasional. Armada US Army saja telah mengumpulkan lebih dari 4,3 juta jam terbang, termasuk lebih dari 1,2 juta dalam pertempuran, hingga Januari 2018.

Boeing telah memproduksi lebih dari 2.200 helikopter Apache dan dikirimkan kepada pelanggan di seluruh dunia sejak helikopter tersebut memasuki produksi. Pelanggan global Boeing untuk Apache termasuk Mesir, Yunani, India, Indonesia, Israel, Jepang, Korea, Kuwait, Belanda, Qatar, Arab Saudi, Singapura, Uni Emirat Arab dan Kerajaan Inggris.

Berbagi

  11 Responses to “US Army Belum Berencana Mengganti AH-64 Apache”

  1.  

    salah satu yang terbaik..TNI juga akan punya..hoho

  2.  

    jadinya akan nambah berapa …

  3.  

    Pernah kocar kacir lawan AK47 di Irak….

  4.  

    Apache TNI-AD, untuk backup serangan udara saat infantri merangsek maju

 Leave a Reply