Sep 082018
 

Resimen Lapis Baja ke-77 menembakkan mortir 120 mm dalam latihan perang © US Army via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Darat AS (US Army) berencana untuk membeli amunisi dalam kaliber medium jumlah besar dengan total biaya $ 1,8 miliar, menurut laporan yang baru saja dirilis oleh Departemen Pertahanan AS.

Pentagon pada tanggal 6 September mengumumkan bahwa Alliant Techsystems Operations LLC (Orbital ATK) dan General Dynamics Ordnance and Tactical Systems bakal menerima kontrak senilai US $ 1,8 miliar untuk apengadaan munisi kaliber menengah.

Kedua perusahaan akan bersaing untuk setiap pesanan dengan harga tetap US $ 1.850.000.000 dengan kontrak disesuaikan harga ekonomi untuk pengadaan amunisi kaliber 20 mm, 25 mm, 30×113 mm dan 30×173 mm, dalam pernyataan Pentagon.

Lokasi kerja dan pendanaan akan ditentukan dengan setiap pesanan, dimana perkiraan tanggal penyelesaian adalah 5 September 2023.

“Alliant Techsystems Operations LLC, Plymouth, Minnesota (W52P1J-18-D-0092); and General Dynamics Ordnance and Tactical Systems, Marion, Illinois (W52P1J-18-D-0093), will compete for each order of the $1,850,000,000 fixed-price with economic-price-adjustment contract for the procurement of 20 mm, 25mm, 30x113mm, and 30x173mm medium caliber ammunition. Two bids were solicited with two bids received. Work locations and funding will be determined with each order, with an estimated completion date of Sept. 5, 2023. U.S. Army Contracting Command, Rock Island Arsenal, Illinois, is the contracting activity”, kutipan isi pengumuman tersebut.

Amunisi yang dipesan mencakup amunisi yang dapat digunakan sebagai persenjataan primer pada wahana tempur lapis baja Bradley, senapan anti-material, helikopter Apache AH-64 dan lainnya.

Sebagai contoh, amunisi kaliber 25 mm digunakan pada meriam atau autocannon, persenjataan primer di wahana tempur M2/M3 Bradley, US Army. Sub amunisi 25 mm yang tersedia dan yang paling umum adalah armor-piercing, high-explosive, sabot, tracer dan amunisi latihan.

Amunisi 30 mm biasanya tidak digunakan terhadap personel, melainkan sebagai anti-material atau amunisi armor-piercing. Amunisi ukuran ini dapat efektif terhadap kendaraan lapis baja serta bunker yang diperkuat.

Amunisi ringan 30×113 mm dirancang untuk beroperasi penuh pada turret kanon M230 (AV-30) 30 mm yang digunakan oleh helikopter AH-64 Apache. Turret AV-30 dapat diintegrasikan pada berbagai kendaraan lapis baja ringan termasuk Pandur, M113 dan Piranha.

Sementara itu, amunisi 30×173 mm dapat digunakan dalam persenjataan utama oleh berbagai kendaraan termasuk wahana tempur moduler baru Stryker. Amunisi tersebut juga dapat efektif terhadap kendaraan lapis baja serta bunker dan benteng.

 Leave a Reply