Mar 132019
 

Ilustrasi serangan siber

JakartaGreater.com – Amerika Serikat telah lama menuduh China menggunakan pasukan peretas untuk mencuri bukan hanya rahasia komersial perusahaan-perusahaan Amerika, tetapi juga berkas sensitif yang berkaitan dengan militer. Tapi Beijing membantah terlibat dalam aktivitas siber ilegal melawan AS, sepreti dilansri dari laman Sputnik.

Sebuah tinjauan internal yang baru-baru ini disimpulkan oleh Angkatan Laut AS (US Navy) telah mengungkapkan situasi “mengerikan” dalam hal keamanan siber, hal ini karena baik angkatan laut dan kontraktornya “dikepung” dari serangan yang sebagian besar dilakukan oleh peretas China, menurut laporan Wall Street Journal. Peretas asal Rusia dan Iran juga dipandang sebagai ancaman bagi sistem komputer angkatan laut, meskipun tidak seserius peretas China, tulis laporan itu.

Tinjauan itu mengungkapkan bahwa sudah ada banyak pelanggaran, tetapi angkatan laut mengakui bahwa mereka tidak mengetahui kerusakan yang terjadi. Rencana untuk misil anti-kapal supersonik terbaru juga dilaporkan telah dicuri pada tahun 2018, dalam sebuah serangan siber.

“[Angkatan laut hanya] memiliki pemahaman terbatas tentang totalitas kerugian aktual yang terjadi akibat peretasan itu”, menurut laporan.

Hasil tinjauan menunjukkan bahwa jumlah serangan meningkat dan bahwa mereka menjadi semakin canggih ketika angkatan laut mencoba berjuang untuk melawan mereka.

Dalam sebuah laporan terpisah pekan lalu, mengutip para pakar keamanan dunia maya dan pejabat AS, Wall Street Journal mengindikasikan bahwa tak hanya kontraktor militer tetapi juga universitas-universitas Amerika telah menjadi korban serangan yang diduga oleh para peretas China. Lebih dari 20 universitas yang mengembangkan teknologi untuk militer AS telah diserang yang diklaim laporan itu dilakukan oleh para peretas China.

Washington telah berulang kali menuduh China menggunakan serangan siber untuk dapat mencuri data perusahaan dan militer AS yang sensitif, termasuk melakukan upaya untuk menegosiasikan penghentian praktik yang dianggap fitnah. Beijing telah membantah ikut terlibat dalam kegiatan semacam itu.

  3 Responses to “US Navy Akui Keamanan Sibernya Mengerikan”

  1.  

    Mengakui sebuah fakta adalah sesuatu yang sangat mahal dan jarang dilakukan oleh para sales 😀

  2.  

    Amerika aja sudah tobat menipu diri sendiri, seharusnya para sales juga ikutan tobatlah

    😎

  3.  

    keamanan sibernya yg rentan, negara lain jg yg disalahkan, Tuman ?