Jan 222019
 

Kapal peti kemas MAERSK LINE di pelabuhan © Maersk Line via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Menurut Institut Angkatan Laut Amerika Serikat, US Navy dapat saja mempertimbangkan mengkonversi kapal dagang menjadi kapal rudal sebagai solusi untuk mencapai tujuan memiliki 355 kapal perang (saat ini hanya ada 290), seperti dilansir dari laman Navy Recognition pada hari Selasa.

Untuk mencapai 355 unit, rencana pembangunan kapal Angkatan Laut 2019 mengusulkan komposisi 12 kapal induk, 12 kapal selam rudal balistik, 66 kapal selam serangan, 104 kapal permukaan besar, 52 kapal permukaan kecil, 38 kapal perang amfibi plus 71 kapal logistik dan pendukung tempur.

Tetapi tujuan ini tidak dapat dicapai dalam 30 tahun ke depan, menurut Kantor Anggaran Kongres AS. Karena itulah, Angkatan Laut telah mengumumkan perpanjangan masa pakai beberapa kapal perusak dan kapal selam penyerang. Bahkan dengan tindakan pencegahan ini, biaya operasi bisa mencapai $ 109 miliar/tahun hingga 2047, yang tak mampu dibayar oleh Angkatan Laut AS (US Navy).

Grup tempur kapal induk USS Abraham Lincoln © U.S. Navy via Wikimedia Commons

Untuk memangkas biaya tersebut, Angkatan Laut AS dapat memiliki solusi alternatif yaitu mengubah lambung kapal yang sudah ada menjadi kapal perang bersenjata rudal. Lambung tambahan memang diperlukan untuk bisa bersaing dengan lawan dan mengubah kapal sipil menjadi pembawa sel Sistem Peluncur Vertikal (VLS) sebagai jawabannya.

Solusi ini akan memberi US Navy volume peningkatan jumlah sel rudal VLS, menekankan kemampuan ofensif dan defensif armada. Kapal-kapal peti kemas dapat berkontribusi pada pertarungan tanpa memerlukan sensor yang mahal dan meningkatkan kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh grup tempur sebelum meluncurkan pesawat.

Biaya untuk mendapatkan kontainer atau kapal tanker berlambung ganda bisa antara $ 25 dan $ 50 juta per lambung, ini tergantung pada ukuran dan dimana mereka dibangun. Dan biaya untuk mengubah kapal-kapal itu menjadi kapal militer mestinya lebih murah.

At sea aboard USS Wasp (LHD 1) July 17, 2002– The USNS Supply (AOE 6) provides USS Wasp with 63,104 gallons of fuel during an underway replenishment in the Fifth Fleet operating area.
© US Navy photograph by Photographer’s Mate Airman Teresa Ellison

Kapal-kapal rudal murah ini diperkirakan mampu mengangkut antara 30 hingga 50 rudal. Kemudian, mengubah 10 menjadi 15 kapal kargo akan memberi armada antara 300 hingga 750 sel rudal.

Untuk menyimpulkan, “kapal-kapal rudal” terbaru seperti itu dapat memberikan kekuatan tembakan yang besar untuk mendukung grup-grup tempur angkatan laut di dunia, dengan biaya lebih rendah daripada kapal-kapal angkatan laut tradisional. Ini juga bisa membantu Angkatan Laut AS bersaing dengan Angkatan Laut China di Laut China Selatan.