Mar 092018
 

Jet tempur F/A-18C Hornet Angkatan Laut AS. © US Navy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Laut AS (US Navy) telah membuat sebuah keputusan untuk mengeluarkan dari layanan servis sebanyak 136 pesawat tempur, setelah menilai bahwa pesawat itu akan mengkonsumsi terlalu banyak uang untuk biaya perbaikan agar bisa diterbangkan kembali, seperti di lansir dari laman Sputnik.

Keputusan untuk membuang Hornets juga merupakan bagian dari rencana yang lebih besar untuk menghapus versi pesawat yang tua dan mempercepat peralihan ke Super Hornets yang lebih baru, dalam upaya mengurangi biaya pemeliharaan pesawat tua yang telah terlihat sulit digunakan dalam operasi tempur terus-menerus selama dua dekade. Pesawat yang dicoret semuanya dari varian Boeing F / A-18 Hornet A sampai D, hanya menyisakan varian Super Hornet – E dan F – sebagai pesawat terakhir dari keluarga F / A-18 yang lepas landas dari kapal induk AS.

Menurut Defense News, proyek-proyek Angkatan Laut AS akan mengembalikan lebih dari satu miliar dolar selama lima tahun ke depan, uang ini digunakan untuk mendanai inisiatif kesiapan lainnya baik di Naval Aviation Enterprise dan di tempat lain.

Rencana yang diluncurkan pada bulan Juni adalah dengan mengeksekusi model F/A-18 “A” hingga “D” dengan total 136 Hornet, 66 diantaranya akan lenyap pada akhir tahun 2020.

“Personel CNO dan NAVAIR menetapkan bahwa 136 pesawat dapat diberi wewenang untuk dieksekusi karena usia efektif mereka telah habis dan itu memerlukan perbaikan yang signifikan. US Navy akan mengeksekusi jet tempur ini dalam tahun fiskal 2017-2020”, kata Letnan Lauren Chatmas, juru bicara US Navy.

Angkatan Laut AS berpendapat bahwa itu merupakan kesempatan untuk memperoleh beberapa suku cadang yang dapat digunakan pada jet lainnya dan membantu Korps Marinir dengan mengirimkan pesawat terbaik yang tersisa.

Chatmas menambahkan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada risiko kesiapan inventaris F/A-18A-D yang ada, biaya operasional jangka panjang versus keuntungan dalam kemampuan, dan potensi untuk meningkatkan kesiapan USMC dengan cara melakukan transfer pesawat terbaik kepada USMC

Rencananya akan mendapatkan sekitar $ 124 juta pada tahun 2019 dan $ 852 juta di dalam proyeksi anggaran lima tahun. Empat skuadron Hornet legendaris akan beralih ke versi yang lebih baru antara tahun ini hingga akhir 2019.

Bagikan:

  20 Responses to “US Navy Ingin Singkirkan 136 Pesawat F/A-18 Hornet”

  1.  

    Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional, Hmmmm… cocok sekali artikel F / A-18 Hornet D…

  2.  

    Kalau seri C/D bolehlah hibah atau jual murah 30an unit untuk TNI-AL hehehe

  3.  

    Ngarep gratis hibah hihi

  4.  

    Artikel di atas “Angkatan Laut AS (US Navy) telah membuat sebuah keputusan untuk mengeluarkan dari layanan servis sebanyak 136 pesawat tempur Hornet varian A sampe D, setelah menilai bahwa pesawat itu akan mengkonsumsi terlalu banyak uang untuk biaya perbaikan agar bisa diterbangkan kembali” …. yang punya pesawat aja sudah pening kepala mikirin duit yg akan di keluarkan untuk biaya perbaikan….kalau ada negara yg mau terima hibah, maka yang menerima hibah, menanggung beban 2x, keluar duit bayar hibah + biaya tambahan perbaikan, jadinya uapes tenan.

  5.  

    https://jakartagreater.com/angkatan-udara-inggris-akan-scrap-16-typhoon/

    Saya rasa US Navy melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Inggris, karena akan jauh lebih murah dengan mengurangi pesawat yang sudah jadul dengan menghilangkan dari penggunakan layanan sehingga meniadakan biaya perawatan dan sekaligus menjadikan partnya untuk dijadikan bagi suku cadang…

  6.  

    navy variant yah…

  7.  

    Banyak yg jadoel di amerika, Krn pinternya nipu dan menutupi maka pada tidak ada yg tau

    😎

  8.  

    Beli buat ngisi Shelter yang kosong lumayan buat selfie

 Leave a Reply