Mei 032018
 

USS Coronado (LCS-4) meluncurkan sebuah rudal anti kapal Naval Strike Missile (NSM) buatan Kongsberg © US Navy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Sebuah kompetisi untuk rudal OTH alias “over-the-horizon” baru yang ditakdirkan untuk memberikan taring pada kapal tempur Angkatan Laut AS kini sedang di cari untuk program FFG (X), menurut eksekutif puncak di Raytheon.

Menurut Defense News, program rudal baru yang dibutuhkan oleh Angkatan Laut AS dan diberikan pada akhir musim panas, merupakan bagian dari upaya untuk membuat kapal tempur litoral US Navy lebih dapat bertahan melawan pesaing termodern seperti Rusia dan China.

Thomas Kennedy, CEO Raytheon dalam laporannya mengatakan bahwa pengiriman misil yang dikenal sebagai Naval Strike Missile oleh Raytheon/Kongsberg kini berada dalam posisi yang kuat untuk kapal perang litoral dan kapal fregat masa depan.

“Ini adalah program di mana, Raytheon dan Kongsberg, sebagai sebuah tim, kami mengajukan proposal untuk rudal yang disebut Naval Strike Missile, yang merupakan sistem senjata over-the-horizon Angkatan Laut AS yang harus mereka letakkan di kapal perang litoral. Tetapi ternyata mereka juga akan menempatkan misil-misil tersebut di semua fregat masa depan”, kata Kennedy.

Penawaran untuk rudal OTH telah penuh dengan rintangan dimana 2 pesaing utama gugur dari proses meninggalkan Naval Strike Missile Raytheon dan Kongsberg sebagai tim yang menang.

Rudal Harpoon milik Boeing dan Long-range Anti-Surface Rudal Missile milik Lockheed Martin keduanya ditarik dari kompetisi. Perusahaan-perusahaan merasa persaingan itu condong ke arah penawaran Raytheon/Kongsberg.

Naval Strike Missile punya jangkauan lebih dari 100 mil laut dan memiliki kemampuan mengenali target yang dalam beberapa kasus membatasi perlunya kapal atau pesawat lain untuk menahan lintasan pada target.

Bagikan: