US Navy Lakukan Operasi ‘Kebebasan Navigasi’ di Laut Cina Selatan

File:USS George Washington – US Navy. From Wikimedia Commons, the free media repository.

Jakartagreater.com  –   Menteri Pertahanan AS Mark Esper sebelumnya mengkritik kebijakan Beijing di Laut Cina Selatan, menuduh negara itu membahayakan stabilitas regional dan menambahkan bahwa AS akan mempertahankan kehadiran militer rutinnya di wilayah itu “untuk menunjukkan keseriusan” komitmen, dirilis Sputniknews.com 22-11-2019.

Juru bicara Armada Ketujuh Angkatan Laut AS, Komandan Reann Mommsen, mengatakan, dikutip oleh Reuters, bahwa kapal perang Angkatan Laut AS berlayar di dekat wilayah yang disengketakan di Laut Cina Selatan pada hari Rabu 20-11-2019 dan Kamis 21-11-2019 dan operasi ‘Kebebasan Navigasi’ kali ini melibatkan Kepulauan Paracel dan Karang Mischief.

Bagian maritim di Laut Cina Selatan ini adalah salah satu poin penting dalam hubungan antara Washington dan Beijing. Mayoritas pulau di Laut Cina Selatan dikendalikan oleh Beijing, tetapi juga diklaim oleh beberapa negara lain, termasuk Vietnam, Brunei, Kamboja, dan Filipina.

Sementara Cina menuduh Filipina dan Vietnam menggunakan dukungan AS untuk meningkatkan ketegangan, Washington mempertanyakan komitmen Beijing untuk menyelesaikan perselisihan maritim secara damai.

Pada tahun 2016, panel arbitrase internasional di Den Haag menolak klaim Cina untuk memiliki seluruh Laut Cina Selatan. China menolak keputusan itu dan telah membangun pangkalan militer di kedua sisi laut untuk menegakkan klaimnya.

Kegiatan militer AS di dekat pulau-pulau yang disengketakan adalah masalah keprihatinan bagi pemerintah Cina. Pada bulan Mei 2019, Cina memprotes lewat tidak sahnya sebuah kapal militer AS di dekat Karang Scarborough yang disengketakan di Laut Cina Selatan, menganggapnya sebagai pelanggaran kedaulatan Tiongkok.

5 pemikiran pada “US Navy Lakukan Operasi ‘Kebebasan Navigasi’ di Laut Cina Selatan”

  1. China negara besar secara ekonomi dan militer bertindak semena mena terhadap negara tetangga yg lemah secara militer…negara serakah dan licik yg merasa bersih.
    Kita mendukung sikap USA,agar China mematuhi peraturan internasional yg sudah berjalan dinamis

  2. Klaim ini bukan semata mata untuk tindakan asal2′ ada alasan2 kuat mengapa china melakukan ini’ ada sumber daya alam yg besar di banyak titik dilaut china selatan dan ini sudah lama diincar us dan barat’ dan kita tau betapa banyak pangkalan militer amerikan di pasifik dan begitu kuat pengaruh amerika di beberapa negara asia pasifik, dengan klaim ini paling tidak mempersempit ruang gerak us tuk menumpuk senjatanya dimuka halaman china dan jg mempersulit us dan konco2nya tuk berusah mengekspoilitasi sumber2 daya alam di sekitar laut china selatan, sebenarnya china gk mau jg ribut ame negara2 asean dan negara lainnya yg bersinggungan dengan laut china selatan tp ini emang harus dilakukan sampai ada kesepahaman yg cocok antara china dengan negara2 yg bersinggungan dengan laut china selatan, lha buktinya negara2 yg bersinggungan dengan laut china selatan masih adem2 aje ame china setelah ada pembicaraan dengan china tp kenapa us yg repot kompor sana sini’ kenapa us negara nan jauh disana ribut2 dan berusaha mengadu domba jepang, korsel, korut dan china,,,saat china, jepang, korsel, korut bisa damai dan sadar akan adu domba ini maka saat itu jugalah akan ada koalisi asia pasifik yg akan mengimbangi kekuatan nato’ koalisi pasti ini akan di isi rusia dan indonesia.

    • Filiphina diam karena tau diri dg kekuatan militernya yg ibarat tikus vs harimau,padahal kekesalan rakyatnya sdh luar biasa….berapa kapal yg tenggelam ditabrak kapal milisi china,pembangunan lepas pantai yg dikepung ratusan kapal milisi china untuk intimidasi.

      Pada dasarnya semua negara yg besinggungan dg claim lcs china yg luar biasa serakah protes,tapi apa daya dg kekuatan militer china.

Tinggalkan komentar