Aug 152014
 
U.S. Chairman of the Joint Chiefs of Staff General Martin Dempsey (C) reviews the guard of honor with his Vietnamese counterpart General Do Ba Ty during a welcoming ceremony at Vietnam's Defense Ministry in Hanoi, Aug. 14, 2014. (Photo: VOA)

Kepala Staf Gabungan Tentara AS, Jenderal Martin Dempsey (C) meninjau pasukan kehormatan dengan mitra Vietnam, Letnan Jenderal Do Ba Ty dalam acara penyambutan di Kementerian Pertahanan Vietnam di Hanoi, 14 Agustus 2014. (Photo: Tran Van Minh, AP )

Dua hari tiga malam, tunai sudah kewajiban saya untuk menggarap sebuah pekerjaan yang tergolong prestisius dalam karir saya. Pagi ini saya harus segera meninggalkan Ho Chi Minh City dan kembali ke Kuala Lumpur. Di salah satu hotel yang berada di bawah pengawasan perusahaan saya, terlihat bendera Vietnam bersanding dengan bendera USA. Sebuah pemandangan yang tergolong asing, bukan saja untuk mata saya, bahkan bagi staff hotel lainnya pun sama demikian. Kami lebih terbiasa dengan persandingan bendera Vietnam dengan bendera Russia, atau kalau nggak, dengan bendera Korea Utara..! Hehehe..! Pernah juga sih berkibar bendera Merah Putih dan bendera Perancis, tapi tetap saja tidak sesering bendera dari kedua negara tersebut di atas.

Pagi ini salah satu orang terpenting dalam jajaran militer USA, Jenderal Martin E. Dempsey, akan melakukan kunjungan empat harinya ke Vietnam, yang notabene adalah bekas lawan tangguh USA dalam palagan perang Vietnam. Jenderal Dempsey, Kepala Staff Gabungan Angkatan Bersenjata US, dipercaya untuk memimpin misi diplomatik ini dan bertemu dengan para tokoh sentral di jajaran pemerintahan negeri yang sedang menggeliat tersebut. Berbagai pertanyaan dan kasak kusuk, tentu saja terdengar di mana-mana, bukan hanya di kantor-kantor, kafe, restaurant, rumah sakit, rumah tangga, bahkan sampai ke dalam dapur, tempat dimana saya dengan beberapa assisten meracik menu dan saus untuk steak, pasta dan sandwich yang akan dihidangkan kepada delegasi dari USA selama empat hari nanti. Sayang, saya tidak bisa menghidangkannya secara langsung, mengingat ada tugas penting lain yang sudah menanti di Kuala Lumpur.

Di dalam pesawat yang akan membawa saya ke Kuala Lumpur, saya duduk bersebelahan dengan seorang lelaki setengah baya yang tampil perlente. Ban Nangh, begitulah lelaki tersebut mengenalkan diri. Sepanjang obrolan kami menjelang take off, dia lebih memilih posisi berdiri. Jangan heran jika saya bisa menebak merk pakaian, ikat pinggang, sepatu, dasi dan parfum yang dia gunakan saat itu. Bahkan tas jinjing yang dia letakkan di atas meja yang memisahkan tempat duduk kami, telah cukup untuk menggambarkan cita rasa fashion lelaki Vietnam ini.

Inilah gambaran umum trend mode yang sedang melanda sebagian kalangan mapan di Vietnam, dan saya pikir, hampir tidak berbeda dengan fenomena yang sedang melanda kaum borjuis di Indonesia. Hehehe..! Sangat jomplang dengan penampilan saya yang cuma mengenakan celana pendek selutut, sepatu boot, T-shirt dan jaket serta tiket gratis perusahaan. Mungkin sekretaris saya telah salah memilih kelas untuk penerbangan kali ini. Anyway, saya sangat menikmati penerbangan ini. Pramugarinya ramah-ramah, setidaknya bagi saya yang dipanggilnya dengan panggilan ‘Sir’, sedangkan rekan sebelah yang baru saya kenal, cuma dipanggil Mr…! Bukankah dalam budaya Inggris, pangilan Sir memiliki kasta lebih tinggi dari kata Mr? Hehehe..! Maaf cuma intermezo. Tapi sebenarnya, yang membuat penerbangan saya terasa sangat menarik, tak lain justru disebabkan oleh kenalan baru saya ini, Mr. Ban Nangh.

Lelaki yang konon ketika perang Vietnam masih berlangsung turut diboyong keluarganya ke US ini, memiliki cara pandang yang hampir sama dengan saya. Terutama ketika bicara tentang potensi ekonomi yang ada. Lelaki ini sangat fasih mengurai segala potensi yang ada, sekaligus hambatan-hambatan yang membelitnya. Untungnya, di negara seperti Vietnam, pengaruh kekuasaan masih sangat kuat, sehingga para pebisnis yang menghadapi masalah perbedaan kepentingan dengan warga sipil, masih bisa dengan mudah diselesaikan. Hal ini tentu saja sudah jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia. Rakyat Sipil sudah memiliki pengakuan hak yang cukup kuat, bahkan dalam beberapa kejadian, pemerintah seringkali dibuat tidak berdaya. Entah mana yang lebih baik sesungguhnya? Karena di mata rekan baru saya ini, kondisi di Indonesia, dinilainya masih lebih baik daripada Vietnam.

Dia menilai, rakyat Indonesia memiliki kebebasan yang lebih besar jika dibandingkan dengan rakyat Vietnam. Hal ini merujuk pada pengelolaan potensi ekonomi di sepanjang sungai Mekong. Pemerintah telah memonopoli hak ekonomi rakyat sipil. Mengapa mereka tidak bergerak di laut bebas? Masih takut dengan China, Myanmar, atau Thailand? Bukankah rakyat sipil sudah cukup kooperatif dalam mendukung usaha pemerintah dalam meningkatkan kekuatan militer Vietnam? Selama ini rakyat sipil sudah dibiasakan bungkam dalam segala bentuk pembelian alutsista dari Russia. Kami sudah mengetahui segala bentuk skenario yang terjadi, baik yang menyangkut kerjasama pertahanan antara Vietnam dengan Russia, maupun dengan Indonesia..! Hhhaaaah…! Indonesia..? Mendengar nama negara sendiri disebut, saya langsung membetulkan posisi duduk saya. Kali ini saya berkonsentrasi untuk lebih bisa mencerna obrolannya.

Dengan anggaran belanja militer yang masih tergolong kecil, media sering mengungkapkan pembelian alutsista yang luar biasa banyak. Namun herannya, mengapa jaminan keamanan dengan China masih bertumpu pada kekuatan diplomasi Indonesia-China, yang secara geografis hampir tidak memiliki hubungan perbatasan sedikitpun. Jika senjata yang kita beli itu adalah untuk memperkuat pertahanan kita, lantas sampai kapan kita harus terbebas dari rasa takut? Kali ini mimik wajah nya terlihat serius, sambil membisikan sesuatu dan menunjuk ke arah kendaraan militer yang berseliweran di sekitar bandara. Saya baru sadar, jika beberapa kendaraan militer tersebut, ternyata berbendera USA.

Napas saya terasa sesak, sambil memperhatikan dia yang beringsut duduk, karena pesawat kami akan segera terbang. Dari balik jendela, saya bisa melihat kehadiran pesawat angkut militer US, lengkap dengan beberapa helicopter dan kendaraan darat penunjang lainnya, terparkir gagah, tidak terlalu jauh dari tempat pesawat kami berada.

Ingatan saya melayang kemana-mana, termasuk pada kabar yang memberitakan kunjungan beberapa anggota parlemen US yang berkunjung ke Indonesia. Sebelum itu saya juga mengetahui adanya kunjungan menhan US ke India dan Australia. Yang membuatnya terasa begitu istimewa adalah rangkaian kunjungan tersebut justru dilakukan secara paralel dengan pemberlakuan embargo terhadap Russia.

 

Kepala Staf Gabungan Tentara AS, Jenderal Martin Dempsey, berjabat tangan dengan Kepala  Staf  Angkatan Darat, Vietnam, Letnan Jenderal Do Ba Ty (photo: (Tran Van Minh, AP / AP)

Kepala Staf Gabungan Tentara AS, Jenderal Martin Dempsey, berjabat tangan dengan Kepala Staf Angkatan Darat, Vietnam, Letnan Jenderal Do Ba Ty (photo: (Tran Van Minh, AP / AP)

USA secara agresif, sedang melakukan pendekatan yang lebih intens dengan negara-negara yang dinilainya memiliki pengaruh besar terhadap kekuatan ekonomi Russia. Tidak bisa dipungkiri, di kawasan Asia Tenggara, Vietnam dan Indonesia adalah mitra setrategis terbesar Russia yang sangat diperhitungkan. Ditambah lagi dengan India, yang telah menjelma menjadi importir senjata Russia terbesar, menggeser posisi China. Ketika konflik Ukraina meletus, US beserta gengnya, serentak menjatuhkan sanksi terhadap Russia. Langkah cerdas dan tangkas Putin yang merangkul China lebih dulu sebelum sanksi benar-benar dijatuhkan, telah menyelamatkan Russia dari keterpurukan.

Bahkan di Moskow sendiri, Putin sempat mengolok-olok kebijakan US yang membekukan pasokan daging ke Russia. Putin justru menyerang balik US dengan mengungkapkan pakta kerugian ekonomi yang diderita oleh sektor peternakan US. Supply daging Russia, terselamatkan oleh adanya pasokan daging dari China, India, Nepal dan Korea Utara. Hal yang paling menakutkan justru datang dari sektor perdagangan senjata. Russia sedang gencar merilis isu atau mungkin berita tentang peningkatan kemampuan teknologi militer beserta nilai ekspornya.

US mencium ada aliran dana segar yang cukup besar dari wilayah Asia Tenggara yang membanjiri industri senjata di Russia. Bisa jadi, inilah motivasi US untuk mengirimkan delegasinya ke negara-negara seperti India, Indonesia dan Vietnam. Atau bisa juga, US sedang memanfaatkan kelengahan Russia untuk menguasai kantong-kantong ekonomi Russia di beberapa negara. US akan berusaha meraih perhatian penuh dari negara-negara mitra Russia, disaat Russia tidak bisa memberikan perhatian penuh pada mereka. Kondisi saat ini bisa menjadi media yang tepat untuk menilai sejauh mana kesungguhan Russia terhadap komitmen dengan mitra-mitranya, sekaligus bisa dimanfaatkan untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya dari berbagai penawaran yang diberikan oleh USA.

Bisa jadi, inilah taktik US untuk kembali menguasai perekonomian dunia. Saya masih ingat dengan kabar KPK yang tiba-tiba ingin masuk dalam ranah transaksi alutsista oleh TNI. Adakah hal itu dilakukan secara tulus untuk mengawal aliran uang rakyat? Atau, jangan-jangan ada misi terselubung untuk melubangi sistem yang selama ini dikenal sangat tertutup rapat. Wallahualam, segala kemungkinan untuk itu, masih sangat terbuka. Yang jelas, dunia mulai mencium ada sesuatu yang tidak beres dalam konteks hubungan antara negara-negara Russia-India-China-Vietnam-Korut-Indonesia dan Brunei.

Kepala Staf Gabungan Tentara AS, Jenderal Martin Dempsey, (photo: (Tran Van Minh, AP / AP)

Kepala Staf Gabungan Tentara AS, Jenderal Martin Dempsey, (photo: (Tran Van Minh, AP / AP)

Kedatangan delegasi Amerika ke negara-negara tersebut, diyakini memiliki tingkat kepentingan yang amat tinggi. Adakah, atau, akankah sebuah misteri besar akan segera terbongkar? Di era 90an, Brunei diisukan akan bergabung dengan negara-negara FPDA. Namun akhirnya kiblat pertahananya berubah haluan. Kini, kelima negara FPDA melihat kedekatan Brunei dengan Indonesia yang sangat mencolok mata. Apalagi setelah adanya pembelian kapal perang Nakhoda Ragam Class. Metode pembelian serupa ini, disinyalir akan menjadi salah satu modus pengakuisisian alutsista oleh militer Indonesia.

Sebelumnya, Brunei juga telah menghibahkan kapal perang dari kelas Salawaku. Saat ini, kapal tersebut telah menjelma menjadi kapal patroli tercanggih yang dimiliki TNI. Pembelian kapal Nakhoda Ragam Class, yang sebelumnya kurang mendapat perhatian, berubah menjadi isu regional yang sangat diperhitungkan. Selain keberanian Brunei yang telah mengobralnya dengan harga yang sangat rendah, perhatian besar lainnya justru tertuju pada kemampuan Indonesia dalam meredesign ketiga kapal tersebut. Sesuatu yang diluar dugaan dan perhitungan berbagai kalangan.

Bahkan bagi pihak BAE sendiri, kehadiran para insinyur Indonesia di galangan kapal mereka, tak ubahnya seperti sengatan lebah, yang telah membuat mereka membuka mata, dan terbangun dari mimpi-mimpi lama. Bung Tomo Class, akhirnya telah membuat negara seperti Singapore menjadi gundah, dan Malaysia turut terpana. Kelak nun di tengah laut nan lepas, kita akan sering melihat pertemuan kapal-kapal Bung Tomo Class dengan kapal Daruttaqwa Class dan Makassar Class dari negara tetangga yang satunya..!

Bayang-bayang itu, sepertinya telah menghantui negara-negara yang tergabung dalam FPDA. Setelah tahun lalu, Australia menghibahkan kapal patrolinya pada Malaysia, kini giliran New Zealand pula yang menawarkan kapal patrolinya the Rotoiti Class pada Malaysia. Padahal kita ketahui bahwa umur kapal-kapal tersebut belum genap mencapai umur 5 tahun, bahkan kondisinyapun masih sangat gress dan prima. New Zealand akan melepasnya dengan alasan ketiadaan tenaga perawatan kapal. Hehehe..! Sebuah kekonyolan yang sengaja dirancang. Bahkan di pelabuhan Kinabalu, sekarang sedang merapat kapal perang milik Australia, HMAS Tobruk, kapal jenis LSH dari angkatan laut Australia yang berjasa mengangkut asset militer Australia saat harus kembali ke negaranya, setelah hampir belasan tahun mengemban amanah dari Inggris untuk menjaga wilayah Malaysia, pasca Inggris meninggalkannya pada awal dekade 1970an.

Belum diketahui misi apa yang sedang diemban oleh kapal ini. Apakah kapal tersebut akan menjadi bagian tak terpisahkan dari asset-asset TLDM? Bisa jadi, jawaban yang pasti akan segera kita dapati setelah delegasi parlemen US yang berkunjung ke Indonesia, bertemu dengan rekan mereka yang berkunjung ke Vietnam. Selanjutnya, sang Menhan, Chuck Hagel, akan melakukakan cross check, dan sebuah keputusan besar akan disepakati..! Hehehe..! Mari bung, kita lihat nanti..! Salam..! (by: yayan@indocuisine/Kuala Lumpur, 14 August 2014).

  145 Responses to “USA: Ada Apa Denganmu?”

  1.  

    Rapatkan barisan.

  2.  

    Analisa yang menarik dan tajam. Kondisi amerika saat ini yang ingin mengisolasi rusia semoga membuat rusia bisa memberikan TOT agar negara-negara mitra strategisnya tidak berpaling hati. Akibat sanksi negara barat, rusia sangat mengharapkan devisa dari negara lain salah satunya dari hasil penjualan senjata dari negara asia tenggara. Dalam hal ini, kita juga harus membuat rusia lebih fleksibel lagi memberikan TOT-nya kepada kita.

    Negara-negara sahabat kita yang sudah lama menjalin hubungan kepercayaan kpd kita spt india, cina, vietnam, kamboja, dan brunei memang membuat pembelian senjata kita secara rahasia bisa terwujud melalui tangan negara ketiga dari negara2 sahabat tradisional kita ini. Untuk kedepannya diharapkan bisa timbul rasa saling kepercayaan lagi sehingga diantara negara-negara sahabat kita itu tidak saling berperang lagi satu sama lain akibat selisih tapal batas yg seharusnya bisa diselesaikan lewat meja perundingan.

  3.  

    @Bung Yayan..

    Terima kasih artikelnya, semoga sehat selalu…

    Lampu kuning untuk para telik sandi dinegeri ini, apabila sudah begini mata telingan dibuka lebar2… 🙂

  4.  

    Ya,bisa…tg untungnya mereka pengecut,maenya keroyokan..

  5.  

    Arikel yg menarik..jd ingin ikut urun rembuk…Sebenarnya ASU jg sdh lama berusaha menurangi aliran dana RI ke Rusia, mrk berusaha menggagalkan rencana akuisisi sukhoi lbh banyak,,mangkanya diberi hibas f16 bekas, sejatinya petinggi atau purnawurawan TNI AU jg tahu bahwa hibah hanya akan menhentikan/mengerem realisasi TNI AU memiliki PesPur yg lbh canggih,,kenyataanya RI pilih hibah dg alasan kuantitas & mngkn jg alasan perimbangan alutsista timur barat..namun demikian yg jelas program hibah itu ibaratnya mengkebiri penerima hibah..tentu RI dah gak bs lg nambah SUkhoi yg lbh gahar lbh banyak lg krn Budgetnya sdh tersedot ke F16,,.SU35 BM makin lama dlm impian..skrng program ASU lbh intensif lg utk menguras dana RI agar masuk ke kantongnya atau geng nya asal jangan masuk Rusia..

    •  

      saya rasa kk lebih cocok strategi perimbangan timur barat aja…

      masih ingat bahwa semua alutsista yang kita beli dari om rusky, jin rafa, tante merkel & mama ely sudah dibayar lunas….?

      itulah clue utamanya….

      maaf sekedar analisa warga segoro kidul aja….

      salam…

  6.  

    mantab ulasannya @bung yayan
    ditunggu kelanjutanya

  7.  

    selamat siang numpak nyimak.
    Terimakasih untuk siapa aja yang nulis artikel bagusnya.(Bung diego kayaknya yang ngepost).

  8.  

    Bung Yayan, saya ingin tahu, bagaimanakah tanggapan pihak Vietnam kepada Indonesia atas perseteruaan LCS? Apakah mereka menginginkan kita turut campur(perang terbuka) atau kita hanya sebagai negara “penyeimbang” saja(berperan dengan operasi senyap), kadang saya melihat orang vietnam itu seperti orang dayak yang malu2 tp kl sudah disakiti jd luarbiasa garang.

  9.  

    hmm

  10.  

    Penasaran mode on :
    1. Bendera INDONESIA – PERANCIS berpasangan di hotel bung Yayan di VIETNAM.
    2. Kerjasama pertahanan Indonesia – Vietnam.
    3. Aliran dana segar RUSIA dari Indonesia? Padahal rilis resmi tidak begitu banyak pembelian dr Rusia beberapa tahun belakangan.
    4. Brunei dan Vietnam sebagai proxy dlm pembelian alutsista. Apa aja tuh… 🙂
    5. Sonora, Upil dan Sonotan gelisah dgn tetangga terdekat dgn 17000 “kapal induk”nya. Entah berapa “kapal induk” yg sudah ready to war.
    6. CHINA dgn C-705 dkk…
    8. KORUT & MYANMAR?

    Negeri penuh misteri… Semakin didalami, semakin misteri… Luar biasa… Insinyur Indonesia tak kalah misteriusnya… so don’t mess with us.

  11.  

    artikel yang sangat menarik Bung Nay,penuh misteri dan teka-teki dengan seribu pertanyaan.semoga saja ada sisi positif ny buat NKRI tercinta,aamiin

  12.  

    trus yang mau dibahas apa nya????kerjasama pertahanan nya?? USA nya?? Viet nya?? indo nya ?? kapal nya ??? FPDA nya?? atau Kilo Hoax siluman yang gak pernah ada wujudnya ??? atau S-60 yang masih dipake ( pdhl KONON katanya kita dah punya entah itu buk/telungatus )???capeee deeeeeee

  13.  

    teprok tangan dah..ame ngangkat jempol buat ntu nyang bikin artikel ame komen”nye….lepas dari maksud ame tujuannye pada,
    ane lahap dah..biarin banyak nyang kaga ane ngarti, …hehe syukur dah hidup ane lempeng” aje nyang kadang keluar pager masih nyeker doangan,
    pade ngomongin nyang gedean atawe ketinggian buat ane..sementare ane cuman sibuk ame pendaringan….trus mikirin buat nanti bekel ane kalo dah nyampe ngendon di pekuburan,
    tapi ane tetep belajar di mari ya…mo’on maap kalo ade sale kate sepanjang ane komen di mari….ane hidup cuman numpan lewat bentaran doang ga usah di pusingin !

  14.  

    kedekatan indonesia dengan vietnam terwujud dari beberapa pembelian alutsistanya yang mengacu pada standar kita. coba dilihat pembelian kilo, sukhoi su-27 dan 30, medium lifter dan selanjutnya diikuti akuisisi sigma class oleh mereka berikut tot-nya. selain vietnam metode modernisasi angkatan bersenjata Filipina juga mengacu ke Indonesia. semua diwujudkan dalam perkuatan pesawat lift, medium liftter, pesawat cas, perkuatan marinir, ssv dan pengadaan artileri kelas 155mm.

    •  

      Betul juga ya, bung alugoro. Alutsista Vietnam ada yang mirip / sejenis dgn RI, begitu pula dgn Filipin dan Brunei. Bisa jadi poros dong ya, walau tidak digembar-gembor seperti FPDA.

      Salam utk bung Yayan, very nice article. Kayaknya makin panjang malah seperyinya makin asyik, bung! Hehehe.

  15.  

    Hehehe…nulis panjang-panjang, isinya nepu doang….hehehehe…

    •  

      dari pada sampean celap celup ga ada hasilnya PON. kalo ga suka ya diem aja ga sah komen…bikin artikel aja belum tentu bisa.

      •  

        hih cuman cerita2 gak ada bukti gitu mah anak TK jg bisa. lu mau gak gw bikinin artikel tentang “INDONESIA SUDAH PUNYA F-22 RAPTOR” tapi gw bilang aja lg disimpan dinegara tetangga. dan lu harus “PERCAYA” meskipun gak ada buktinya. gmn cuk haha

        •  

          saya mau dong 😀
          tapi negara tetangganya harus punya hubungan yang kuat antara produsen dan Indonesia itu sendiri ya 😀
          soalnya antara yang bikin raptor sama konsumen raptor hubungan masyarakat dengan masyarakatnya terbilang kurang 😀
          jadi diplomasinya masih setengah setengah 😀
          mau dong bikinin artikel atau cerpen aja deh 😀

        •  

          logika aja um @DukunSakti, japan and englis aja yg jelas-jelas segalanya bagi US tak dikasih F22 tuh, akhirnya buat sendiri deh…………nah Indonesia??

  16.  

    Mau dibawa kemana arah pembaca Pro TNI..?atau Pro KPK yg katanya perpanjangan tangan Asing…?andaikan diperangipun rakyat sudah siap nih buat jibaku setoknya melebihi tahun 1945 jaman kemerdekaan,ada rakyat yg baru keluar bergabung dengan ISIS saja sudah ributnya setengah mati…?

  17.  

    Masalahnya bung Arul…orang ASU mentalnya pengecut…maunya minjam tangan orang lain…kalo di film mah jagoan dia…aslinya ayam sayur pake bumbu santan kuning…slurp… :mrgreen:

    Tentara ASU paling gampang mengangkat tangan kalau terdesak…cm USMC yg saya angkat jempol..tp sayang jd anak tiri trs…dapetnya anggaran sisa sisa kakaknya yg haus secret project gak jelas trs bilang silver plate!

    Manhattan project classified…
    Area 51 project classified…..
    Skunkworks project classified…
    Etc..etc..etc…

  18.  

    Hancurkan PONARI ! AYO HANCURKAN PONARI !!!

  19.  

    ya , elaa..media terus yg jadi kambing hitam..,,sama = one

    besok siapa lagi yg mau disalahkan…

  20.  

    ayoo hancurkan dukun sakti !! hancurkan dukun sakti !!!

  21.  

    HANCURKAN SI GARENG !!! AWAS KAU GARENG !!

  22.  

    salam hangat bung yayan @..,artikel yg bagus tapi aku yakin bisa lebih bagus lagi
    salam hangat bung diego@ jalo@ idolaku ,jagoanku minal aidzin wafaidzin

    salam hangat untuk bung dukunsakti@..,bikin aja artikel tentang indonesia punya nuklir dan posedion 8 ditempatkan dipulau terluar nkri ..dari mana dananya bilangan aja rahasia namanya aja GOib ..
    terus klu ditanya apa mungkin usa mau kasih …jawab = ya mau ..dalam kepentingan gak ada yg abadi demi nkri dan usa maka
    semua sah2 saja
    untuk keperluan apa ? jawab = lcs
    untuk bagi 2 ,50 ; 50 ..daratan untuk usa..,lcs dan asehan milik kita …eheheh

    maaf numpang melawak aja ..eheh,, benda goib mau melawan kpk ..mendingan cepat tobat da,,kpk dilawan sama aja lawan hukum,negara dan rakyat indonesia yg gak korupsi ..,,rakyat yg korupsi ya tiarap..eheh

    artis 1 lagi blom kelihatan neng okelah @ gak jualan lagi ya,,atw kelamaaan bertapa jadi siwa juga..eheh

  23.  

    Mncoba mnganalisa sisi abu2 hub krjasama prtahanan Indonesia – Rusia trlihat bnar2 masuk ranah special dn super rahasia, trkait dg akuisisi senjata dn alih teknolginya. Bisa jadi indonesia sdh mndapatkn imbalan tot dr rusia. Hanya sh kberadaan tot yg mgkin sngaja dirahasiakn tsb dg mksud utk mlindungi hub special kdua negara yg tdk smua negara pmbeli alutsista mndapatkn imbalan tot dn deal2 straregis yg laen. Hal ini trindikasi dr teman kuliah ane dlu yg skrg bkerja di pindad mndptkn tugas blajar di rusia dg bbrapa tim dr itb dn its serta dr bbrpa institusi laen spt pt. Pal dn lapan. Smg sja hub strategis tsb dpt mjdi tonggak kmajuan bngsa kedepan ke arah kmajuan dn kmandiran teknologi.

  24.  

    Di inso gk ada berita agen asing sigangkap ya? Sayang sekali

  25.  

    Kalau paduka? Siapakah paduka yang mulia? Cuma Seorang penghabis pajak rakyat yg menjadi beban negara atau seorang sarkastis utopis? Ampun beribu ampun paduka hamba sudah lancang…

    mahabarat…..mahabarat…. :mrgreen:

  26.  

    hihi.. yg ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga ni, minal aidin um @Yayan -dan semoga senantiasa diberi kesehatan, sehingga tetap terus memberi pencerahan pertahanan republik..

    US negri galau cari modus sana-sini, tentu saja US takut jika China, India, Indonesia, Vietam, dan Brunai mengkukuhan berkiblat ke-Russia. di-bidang ekonomi US cukup berpeluang menggaet Vietnam, Brunai, hingga Timur Leste, sedang Indonesia menjadi penentu atau target utama. jika US mampu mengendalikan perpolitikan Indonesia…. hwmm… sedang gambaran sekarang….?!?
    bukan tidak mungkin, jika memang perlu apapun yg INDO butuhkan maka US akan berikannya..
    agenda terpenting US targetkan hancurnya perekonomian Russia, sesegera-mungkin!! sehingga dapat mengisolasi atau pengucilan bagi Russia, maka dengan itu dapat mudah membubarkan negara raksasa Russia

    untuk AD, gimana nasib “leo-nya” kabarnya Jokowi mau revisi kontrak pembelian tersebut, atau “main blattle tank dilanjut dengan Taminator 2, sedang Leo 2 dilanjut dengan T-90MS”

  27.  

    Mahatimur aja..ah…kalau aja..bisa dipertahankannn…

  28.  

    wes dalu le, lang sinau sisok sekolah,,

  29.  

    klu ngirim TNI untuk bantu mereka berperang dngn ISIS ga mungkin bung kecuali pasukan perdamaian atas permintaan PBB

  30.  

    Di JKGR bung Yayan selalu mengaku sebagai tukang masak yg sudah “go internasional” namun semakin sering saya baca ulasan bung Yayan, ane jadi agak curiga nih, bung Yayan sebenarnya tukang masak beneran atau imitasi? Mengingat ulasannya selalu pekat dg kajian yg penuh isi, sangat luas pemahaman tentang geopolitik dan intrik berbagai pengadaan alutsista, baik negara sendiri maupun kawasan. Jangan-jangan anda sebenarnya agen minyak tanah, eh agen asuransi, e eh agen yg selalu “main petak umpet” yg menyaru sebagai tukang masak. Lha wong tukang masak malah lebih sering meramu cerita intrik politik daripada meramu resep saus gado-gado. Ma’af, semoga kecurigaan ane tidak benar ….

  31.  

    Pesawat MH malay yg kena hit d perbatasan wkt itu apakah mrupakan alur cerita karangan si us.. hmm.. Mungkin cuma kbetulan ..

  32.  

    Hehe…kliatanya mmg bg urus2 dapur ini bung yayan….tp….dpur yg ln mstinya….yg tau smua seluk bluk racikan prsnjataan…cm anlisa org pnggiran.

  33.  

    opo iyo…

  34.  

    kemhan ambigu

  35.  

    artikelnya puanjaaang, tp sangat memuaskan,

 Leave a Reply