Agu 082018
 

Pesawat eksperimental Embraer A-29 Super Tucano melakukan taksi © US. Air Force via Alert5.com

JakartaGreater.com – Angkatan Udara AS telah memutuskan untuk membeli pesawat serangan ringan baru untuk mendukung pasukan yang terlibat dalam operasi kontra-pemberontakan, seperti dilansir dari laman National Defense tertanggal 6 Agustus.

Permintaan resmi diharapkan akan dirilis pada bulan Desember, dan kontrak produksi akan diberikan pada kuartal keempat tahun fiskal 2019, sebut dokumen itu. Angkatan Udara AS berencana untuk meminta proposal dari sejumlah perusahaan terbatas termasuk Textron dan Sierra Nevada Corp, seperti dilansir dari FedBizOpps.

“Sierra Nevada Corp dan Textron Aviation adalah perusahaan yang punya kemampuan yang diperlukan guna memenuhi persyaratan dalam kerangka waktu USAF tanpa menyebabkan keterlambatan yang tidak dapat diterima dalam memenuhi kebutuhan pesawat tempur”, sebut artikel itu.

Platform yang dipilih “akan menyediakan pesawat non-pengembangan dan terjangkau yang dimaksudkan untuk beroperasi secara global dalam lingkungan peperangan tidak teratur serta telah mencirikan operasi tempur selama 25 tahun terakhir”, tambahnya.

Langkah ini mengikuti eksperimen militer AS yang dikenal sebagai OA-X, yang dimulai tahun lalu untuk mempelajari kelayakan menggunakan platform “yang ada” sebagai solusi biaya rendah untuk pesawat serang ringan dan dukungan misi jarak dekat.

Awalnya, percobaan itu melibatkan empat pesawat termasuk tim Sierra Nevada Corp-Embraer dengan A-29 Super Tucano, Textron Aviation dengan jet Scorpion dan AT-6 Wolverine turboprop serta Air Tractor Inc. dengan AT-802L Longsword turboprop didukung oleh Platform Integration Division dari L3.

Awal tahun ini, Textron dan Embraer telah menguji pesawat turboprop mereka – AT-6 dan A-29, masing-masing – selama fase kedua percobaan. Namun, fase itu akhirnya dipersingkat setelah A-29 Super Tucano yang berpartisipasi mengalami kecelakaan di dekat Pangkalan Angkatan Udara Holloman, New Mexico, pada akhir Juni. Sang pilot, Letnan Christopher Carey Short, tewas, dan lainnya menderita luka ringan.

Banyak pengamat berasumsi bahwa insiden itu mengeja malapetaka untuk OA-X, kata Richard Aboulafia, wakil presiden analisis di Teal Group, sebuah firma analisis pasar pertahanan dan kedirgantaraan yang berbasis di Fairfax, Virginia. Sejak kecelakaan itu, tidak jelas apakah Angkatan Udara akan memutuskan untuk membeli platform serangan ringan.

Bagikan:

  5 Responses to “USAF Akan Beli Pesawat Serang Ringan Baru”

  1.  

    Mending amerika pakai pesawat ini aja, kalau pakai yg diakui berteknologi sama amerika, jika kalah bertempur bisa bikin malu berat, mau ditaruh dimana mukanya noh

    😎

  2.  

    Mungkin perimbangan dari mahalnya biaya pada F-35 dan F-22…

  3.  

    Napa P-51 Mustang gak dihidupkan lagi aja. Kan lumayan juga tuh buat pespur COIN.

 Leave a Reply