Apr 062018
 

Pesawat latih Hawker Beechcraft T-6A Texan II milik Angkatan Udara AS © Andre Wadman via Wikimedia Commons

JakartaGreater – Komando Materil Angkatan Udara (AFMC) sedang memainkan peran utama dalam menganalisis peristiwa fisiologis “hipoksia” yang tak bisa dijelaskan pada platform pesawat latih T-6 Texan II, seperti dilansir dari situs Angkatan Udara AS.

Mayor Jenderal T. Glenn Davis, asisten komandan mobilisasi AFMC, memimpin sebuah tim untuk menentukan akar penyebab beserta tindakan korektif untuk masalah sistem pernapasan pilot T-6 baru-baru ini.

Komandan AFMC Jenderal Ellen Pawlikowski dan Wakil Asisten Sekretaris Utama USAF bidang Akuisisi dan Logistik Darlene Costello mengumpulkan tim dan menunjuk Davis untuk memimpinnya.

Sebagai bagian dari akar penyebab dilakukannya investigasi oleh Angkatan Udara AS, Skuadron Uji ke-412 di Pangkalan Angkatan Udara Edward akan mengkarakterisasi sistem pernapasan pilot T-6 melalui semua fase penerbangan. Pengujian akan dimulai pada awal April dan diakhiri pada pertengahan Mei 2018.

Dua pesawat T-6 Texan II dari Komando Pendidikan dan Pelatihan Udara (AETC), dimana satu pesawat dengan riwayat peristiwa fisiologis hipoksia dan satu pesawat lagi belum pernah menyebabkan hipoksia, akan mendukung pengujian tersebut.

AETC mengumumkan jeda operasional untuk semua pesawat latih T-6 yang diperintah oleh Mayor Jenderal Patrick Doherty, Komandan Angkatan Udara AS ke-19, mengikuti kelompok UPE di tiga markas pelatihan pilot AETC sejak 1 Februari 2018.

Tanggal 27 Februari 2018, pejabat AETC mengijinkan penerbangan kembali pesawat T-6 Texan II setelah penyelidikan awal difokuskan pada masalah dengan Sistem Penghasil Oksigen Terintegrasi (OBOGS) pada T-6.

Saat mengumumkan untuk melanjutkan keputusan terbang armada T-6 Texan II AETC, Doherty mencatat untuk sementara tidak ada akar masalah definitif, data-data yang di kumpulkan hingga kini mencatat sejumlah masalah yang melibatkan komponen terkait dengan pengiriman oksigen ke pilot yang gagal pada level yang tidak terduga, hal ini kemungkinan disebabkan oleh kinerja OBOGS yang terdegradasi.

Menurut Angkatan Udara AS atau USAF bahwa keselamatan operasional, kesesuaian dan parameter efektivitas pesaat latih T-6 Texan II tetap menjadi prioritas utama bagi Angkatan Udara.

Menurut Davis, sebagai bagian dari manajemen siklus hidup proaktif, Angkatan Udara memiliki program yang sedang berlangsung demi menggantikan konsentrator OBOGS yang sudah dan dimulai pada tahun fiskal 2018 dan berakhir pada tahun fiskal 2021.

Selain menjaga kehandalan sistem, konsentrator itu akan meningkatkan pemeliharaan serta mencatat data kinerja sistem yang berguna dalam menentukan akar penyebab potensial dari peristiwa fisiologis hipoksia.

Dalam perannya sebagai pimpinan T-6 Aircrew Breathing System Team, Mayjend Davis bertanggung jawab untuk penyelidikan akar masalah, termasuk pertimbangan medis dan teknik mengatasi gejala seperti hipoksia, toksikologi, peralatan penerbangan, dan subsistem pesawat termasuk tekanan kokpit, udara kabin, prosedur pemeliharaan dan operasi.

Bagikan Artikel :

  9 Responses to “USAF Selidiki Insiden Hipoksia Pada Pesawat Latih”

  1. perasaan sy … sdh sering pswt buatan Amrik kena masalah hipoxia, kalo penyebabnya kelemahan sistem pasokan oksigen utk pilot, maka tiap ada kecelakaan perlu di selidiki dg seksama, jgn sampai tiap kecelakaan yg disalahkan pilot terus …

  2. Imut nih pesawat

  3. Ngeri jg klu tiap terbang terjadi Hipoksia.he3. TNI terutama TNI AU jg harus tetap mengontrol kinerja setiap alutsista secara berkala agar tetap aman dlm penggunaan!

  4. Sebenarnya Hipoxia adalah masalah untuk pesawat tempur USA… hampir semua jenis pespur USA mengalami insiden Hipoxia…

  5. Beechcraft AT-6 Wolverine – Light Attack and Armed Reconnaissance

  6. hahaha ciri khas pesawat buatan AS ,,,,,hipoksia

  7. Gue kira cuma balita aja yang setipan… laa pilot juga too…!?!?!
    Paling juga kesambet daster tu pilot… jadi kena setipan…!!!

  8. bawa kantong plastik aja

  9. Nambah wawasan dan ilmu, seandainya nanti ada pesawat rafael, typhoon, sukhoi ada yg kena hipoxia maka bisa ditebak itu pesawat kw yg dibikin amrik, ciri khas pespur amrik kan “hipoxia akan selalu setia”??

    😀

 Leave a Reply