Mar 202015
 
Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya.  (Republika/Yogi Ardhi)

Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya. (Republika/Yogi Ardhi)

JAKARTA — Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Fuad Basya, mengungkapkan, usai menggelar latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC), TNI bakal melanjutkan kegiatan dengan adanya Operasi Teritorial di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Operasi teritorial ini rencananya akan digelar selama satu bulan, atau paling lama sekitar dua bulan.

Operasi teritorial ini berupa adanya bantuan kepada masyarakat di sekitar Poso terutama dalam hal pembangunan infrastruktur dan kesehatan. Dalam operasi itu, para personil TNI akan melakukan rehabilitasi masjid, perbaikan jalan yang rusak, pembangunan kembali rumah-rumah warga yang tidak layak huni, hingga operasi bibir sumbing gratis untuk warga.

“Operasi teritorial itu bisa dibilang untuk mengobati latihan PPRC yang kami gelar disana,” katanya saat dihubungi Republika, Kamis (19/3).

Fuad menambahkan, pihaknya belum memutuskan apakah latihan PPRC itu akan langsung dilanjutkan dengan kegiatan penumpasan teroris yang diduga bersembunyi di hutan dan pegunungan di sekitar Poso, terutama untuk meringkus jaringan Santoso yang diduga kuat berafiliasi ke kelompok radikal, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Latihan PPRC itu, ujar Fuad, memang telah menjadi agenda tahunan TNI.

Selain itu, jikapun akan melakukan operasi militer untuk menumpas teroris di Poso, TNI masih harus menunggu persetujuan dari pemerintah dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian. Fuad pun mengaku, hingga saat ini, belum ada ‘restu’ dari pemerintah. Pun dengan permintaan bantuan dari Polri kepada TNI untuk terjun langsung dalam upaya pemberantasan terorisme di Poso lewat operasi-operasi gabungan.

“Belum, mereka (Kepolisian), belum mengajukan permintaan bantuan,” ujar perwira tinggi bintang dua TNI AD itu. (REPUBLIKA.CO.ID)

—————————————————————————————————————————————

Poso Jadi Ajang Latihan Atasi Teror

Prajurit Kostrad menuju arena latihan gabungan PPRC, Kamis (19/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Ari Bowo Sucipto)

Prajurit Kostrad menuju arena latihan gabungan PPRC, Kamis (19/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Ari Bowo Sucipto)

 

Latihan gabungan TNI kuatkan kemampuan PPRC.

Sejumlah prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau biasa disingkat Kostrad membawa perlengkapan tempur mereka saat gelar pasukan dalam rangka latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Taxi Way, Skadron 32 Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Kamis (19/3/2015). Latihan itu bukan hanya diikuti pasukan komando TNI AD itu saja, melainkan bersama-sama dua matra lain, yakni TNI AL dan TNI AU.

Poso Jadi Ajang Latihan Atasi Teror 2

Kostrad adalah bagian dari Komando Utama (Kotama) tempur TNI. Latihan Gabungan TNI yang diikuti tiga angkatan itu akan digelar di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dan diharapkan bisa menguatkan kemampuan personel TNI AD, TNI AL dan TNI AU terkait PPRC tersebut dalam mengatasi teror. (solopos.com)

.

FOTO LATIHAN BERSAMA TNI
Marinir RI-AS Latihan Tempur Bareng

.

Prajurit Marinir TNI AL dan US Marine di Situbondo, Kamis (19/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Sertu Mar Kuwadi)

Prajurit Marinir TNI AL dan US Marine di Situbondo, Kamis (19/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Sertu Mar Kuwadi)

 

Personel Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir TNI AL dan United States Marine Corps Forces Special Operations Command (US Marsoc) mengikuti upacara pembukaan latihan dengan sandi Lantern Iron 15-5524 di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (19/3/2015). Latihan bersama TNI yang melibatkan Marinir RI dan Amerika Serikat (AS) itu diharapkan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib Korps Marinir TNI AL.

.

Asisten Operasi Komandan Pasukan Marinir I Kolonel Mar. I Made Sukada menyematkan tanda peserta latihan kepada prajurit Korps Marinir AS. (JIBI/Solopos/Antara/Sertu Mar Kuwadi)

Dengan berlatih bersama, kerja sama Marinir TNI AL dan US Marsoc dalam bidang militer diharapkan semakin erat. Latihan tempur bareng Marinir RI-AS yang dibuka Asisten Operasi Komandan Pasukan Marinir I Kolonel Mar. I Made Sukada itu dijadwalkan berlangsung hingga 10 April 2015.

.

Prajurit Marinir TNI AL dan US Marine di Situbondo, Kamis (19/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Sertu Mar Kuwadi)

.

Sumber : solopos.com

Bagikan Artikel:
 Posted by at 4:08 pm

  44 Responses to “Usai Latihan PPRC, TNI Bakal Gelar Operasi Teritorial di Poso”

  1. pertamax kah…???

  2. wahhh kalo di infokan udah pada prepare kali yg ngumpet di Poso..

  3. Jumat, 20 Maret 2015

    Produsen Alutsista Swedia Desak Transparansi Tender Jet Tempur

    Saab AB, produsen alat utama sistem persenjataan (alutsista) asal Swedia, mendesak pemerintah Indonesia menggelar pengadaan pesawat tempur secara transparan. Dengan begitu, jet tempur Gripen buatan Saab bisa bersaing secara terbuka dengan produk lainnya untuk menggantikan F-5 Tiger yang tak layak lagi untuk terbang.

    Kepala Kantor Perwakilan Saab di Indonesia, Peter Carlqvist, mengatakan hingga saat ini Saab belum menyodorkan proposal resmi penjualan Gripen. “Kami belum mengajukan, karena kami juga belum mengetahui persis kemauan Indonesia,” kata Kepala Kantor Perwakilan Saab di Indonesia, Peter Carlqvist, akhir pekan lalu di Stockholm, Swedia.

    Meski demikian, Peter mengaku telah bertemu dengan Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Udara untuk menjajaki rencana penjualan Gripen. Yang bikin bingung, kata dia, “Mereka tidak pernah bicara ingin membeli pesawat tempur, tapi selalu bilang ingin membeli Sukhoi.”

    Magnus Hagman, Direktur Penjualan Airborne System Saab untuk wilayah Asia-Pasifik, mengatakan perusahaannya berbeda dengan produsen jet tempur lainnya. Saab tak hanya ingin menjual Gripen yang diklaimnya paling efisien, tapi juga ingin bersama Indonesia mengembangkan sistem pertahanan secara mandiri lewat alih teknologi. “Bertahun-tahun kami telah membuktikannya dengan Afrika Selatan, Thailand, dan Brasil,” kata dia.

    Sejak akhir 2013, pemerintah berencana mengganti F-5 Tiger yang uzur. Awal tahun lalu, TNI Angkatan Udara juga telah merekomendasikan beberapa opsi pesawat pengganti. Gripen akan bersaing dengan Sukhoi SU-35 buatan Rusia dan F-16 Fighting Falcon di atas blok 24 buatan Amerika Serikat.

    Meski tender belum dimulai, TNI berulang kali mengindikasikan bahwa mereka cenderung memilih Sukhoi ketimbang lainnya. Akhir pekan lalu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengungkapkan soal adanya kesepakatan antara Markas Besar TNI dan Angkatan Udara untuk memilih SU-35.

    Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal M. Fuad Basya, membenarkan soal kesepakatan tersebut. “Kami ajukan ke Kementerian Pertahanan, dalam proses,” katanya.

    Kepada Tempo, beberapa pejabat Mabes TNI dan TNI Angkatan Udara mengatakan Sukhoi SU-35 dipilih lantaran mampu bermanuver dengan baik dan berdaya jelajah tinggi. Selain itu, pengalaman membuktikan Rusia minim syarat politik ketika menjual persenjataan, misalnya embargo seperti yang dilakukan Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.
    Garudamiliter@

      ? Tempo  

    • Setuju kita ngga beli pespur embargo tapi niatnya beli Sukhoi jadi ngga perlu sok tender-tenderan.. yg penting transparan.. tetap SU-35 yg pantas jaga NKRI.. Persenjataan ngga beda jauh Sukhoy family lainnya jadi lebih praktis..

      • bung theosan, terus terang mula mula saya pilih SU35, tapi setelah baca ini

        http://www.janes.com/article/50038/india-defence-minister-admits-su-30-serviceability-issues

        saya langsung pikir mending ambil Typhoon trance 3 captor E. India beli begitu banyak saja di cuekin servisnya, apalagi kita yg cuma beli 16.

        2701, 2702, 3001, 3002 BELUM 10 thn grounded. emangnya kita beli barang BEKAS??

        Terus terang sungguh mengecewakan !!!

        • Mkirnya jgn kdalemen bung…
          Lhat sawst sukhoi kita ja dkarang.. emangnya pda trlantar ma grounded.. shukoi mlh jd andalan tni au kok..

        • dilihat dulu bung su india itu, mayoritas avionic menggunakan komponen non rusia alias gado2 dari thales group, elta dan dalam negeri sendiri. kalau ada masalah di item tersebut di atas otomatis rusia tidak bisa bantu. karena memang bukan standar rusia dan rusia juga tidak diberi hak oprek2 itu alat.

        • “engine failure-in-air and engine-related problems”

          Kok Canada Biasa aza di F18 mereka yg sering Engine Shutdown Juga?
          200 kali lebih lhoooo

          Tapi keduanya Nggak ada yg Crash sih gara2 Mesin Shutdown, kan double Engine, lain halnya dengan single engine spt F16 dan FA50 korsel yg jatuh, apalagi F16 Yunani dan Thailand kemarin , Loss Power… , Dhueerrr..!

    • Jualan kok maksa. Sok2 ngatur. Tinggal panitia lelang buat RKS nya speknya mengarah ke yg di SU 35 ada tp di gripen gak ada dah beres, syah dan transparan tuh lelang. Dan hasilnya tetap SU yg menang lelang.

      • Baru satu spek saja, mempunyai radius terbang diatas 2000km hanya SU yang memenuhi syarat. Kalau yang lain harus nyusu dulu atau ngetem dulu utk isi bbm. Ada bung?, bilang seandainya jadi ambil grippen, ada peluang jual BBM eceran ditempat2 mangkalnya. xixixixi.

      • salesnya mewek bung. silakan saja minta penawaran pespur generasi terakhir masing2 pabrikan yang siap di delivery tahun 2017~2018. otomatis angkat handuk itu sabeni. gripen ng paling cepat juga 2020 mulai delivery.

        • belum lagi ada persyaratan “pespur generasi terakhir” apakah Sudah dipakai di negara yg menawarkan? , bukan akan..akan..

          ingat, PTDI kalah dalam Tender di neg Phinoy gara2 nggak masuk syarat utama ini, yaitu negara yg menawarkan Sudah pakai ni barang, Saat Tender Nawarin Helo AS565 panther ASW.

    • efek dari sadap menyadap yg gagal, akhirnya main tekan menekan

    • Wah….sifat aslinya muncul…..

  4. Makan tuh HAM

  5. Wah dah mulai main paksa aja neh saab coba di obral murah low dah gak laku,beli 1 skuadron dpt tambahan 4 biji,pasti laku deh

  6. sikat separatis yang ingin merusak negara kesatuan indonesia sampai keakarnya

    NKRI HARGA MATI

  7. Salut untuk tim sales Saab! keukeuh….
    “Kita ingin beli mobil Mercedes dengan harga lebih rasional tetap disuruh beli daihatsu dengan harga jauh diatas Mercedes demi alasan efisiensi”.

    Terlihat jelas ambisinya untuk menjegal “Superioritas Udara TNI-AU” demi menjaga tetangga2 kita gak pada jantungan karena level pesawat kita diatas kapasitas mereka :)

  8. serunih ada tembak” an :D

  9. hati-hati…jgn terkecoh…rayuan sales..xixixi

  10. Wkkkk,lucu emang nich sales2 gepeng….jualannya mksa.

  11. Seragamnya kopaska keren. Kita kan pembuat seragam tempur, gak perlu lagi lah pake2 pelindung lutut dan siku, pelindung yg langsung di baju aja sprti foto seragam kopaska diatas..kerennnn

  12. Muka2 nya navi seal amerika seperti berkata begini dlm hatinya: dafuq..i supposed to be not here, another hell weeks….

  13. Kalo ada operasi militer memang harus ijin dulu krn ini melibatkan banyak pihak kecuali klo Latgab tapi harusnya Pemerintah dan Dewan peka krn TNI sudah mencium bahaya potensial di Poso dmna Polisi selama kurang maksimal dalam menghadapi potensi gangguan tsb harus nya cepat diberi ijin utk TNI agar bisa meredam potensi Gangguan keamanan tsb agar tidak meluas ke wilayah lain NKRI

  14. Stelah gagal menjegal TNI lewat saab, nanti pasti giliran lsm2/antek asing yg teriak2 HAM lewat operasi poso. mereka (asu dan antek2ny) akan mggunakan sgala cara utk menekan bangsa ini khususny tni.

  15. kalo gg diijinin pemerintah tni nya pakein aja baju seragam polisi biar disangka polisi yg numpas teroris

  16. sejak 2012 kemarin ratusan warga asing dari berbagai negara telah datang secara legal ataopun ilegal ke sulawesi terutama poso dan sekitarnya untuk berlatih perang gerilya apalagi pemimpin yang dari lokal adalah exs kopass*s.dan kini semakin seringnya polisi menjadi korban penyerangan atopun penyergapan yang dilakukan pihak teroris yang disebabkan minimnya naluri bertempur yang dimiliki para kesatuannya {brimob] pada akhirnya polisi terpaksa menyerahkan penanganan teroris yang berbasis dipegunungan ataopun hutan pada TNI .maka karena itulah pihak TNI akan melakukan operasi besar besaran di poso dengan dalih latihan khusus hanya pada pasukan elit dari tiga matra.

  17. Udah kepalang tanggung, klo mereka nyanyi kita mainkan musikny, klo perlu mainkan musikny dlu sblum mereka mulai bernyanyi. itung2 uji nyali.
    #maaf ngawur

  18. Klo memang TNI mau glar oprasi militer mending dilakuin d papua saja soalnya disana kan banyasparatis OPM yg sering nembakin aparat kita…
    Biar bisa buat sock terapy sama sparatis…
    Jgn tkut sama tkanan asing kita negara berdaulat NKRI HARGA MATI

 Leave a Reply