Mar 162019
 

USS Zumwalt melakukan uji laut tahun 2016 (foto:CommonWikipedia)

JakartaGreater.com – USS Zumwalt memulai misi pelayaran pertamanya. Bisa dikatakan pelayaran ini merupakan misi simbolis dibandingkan misi operasi sebenarnya.

Destroyer USS Zumwalt bukan berlayar ke lautan yang penuh konflik (sepert Teluk Persia, Laut Mediterania Timur atau laut di sekitar timur dan tenggara Asia) namun ke pantai barat Kanada (khusus ke pangkalan Kanada Esquimalt di pulau Vancouver).

Pelayaran pertama USS Zumwalt bukan perjalanan panjang yang spektakuler karena sebenarnya destroyer tersebut ditempatkan setiap hari di Pangkalan Marinir San Diego di California.

Namun, mungkin ada maksud lain dari misi perdana USS Zumwalt. AS sepertinya menunjukkan destroyer silumannya sudah menyelesaikan proses integrasi dan pengaktifan sistem tempur di USS Zumwalt .

Dalam pernyataan resmi juru bicara Angkatan Laut ke-3 AS, menyatakan USS Zumwalt merupakan kapal perang yang dibangun menggunakan teknologi siluman, dengan ukuran 30 m lebih panjang dan 4 m lebih lebar dari kapal perusak Arleigh Burke yang biasa digunakan di Angkatan Laut AS.

Tidak seperti kapal perang AS lainnya, USS Zumwalt memerlukan lebih banyak waktu untuk mengintegrasikan sistem tempur, yang merupakan proses yang sangat sulit.

USS Zumwalt adalah kapal perang elektrik dengan arsitektur komputer yang sangat kompleks dan canggih. Dengan daya listrik lebih dari 78 megawatt yang cukup untuk menghidupkan sebuah kota kecil.

USS Zumwalt juga memiliki bentuk yang tidak biasa (dengan teknologi “siluman”), yang bagi beberapa pihak mempertanyakan kemampuan kapal saat mengarungi lautan dengan kondisi berat seperti saat adanya badai.

Namun menurut Lt. Cmdr. Nate Chase – chief engineer – Zumwalt memiliki lambung tumblehome, yang berarti sisi-sisinya miring ke dalam di atas garis air, sehingga mudah memotong gelombang besar, membuat pelayaran USS Zumwalt jauh lebih mulus daripada kapal lain.

Sistem senjata Zumval berbeda dari kapal perang Angkatan Laut AS lainnya. Misalnya, ada dua kompleks artileri AGS (Advanced Gun Systems) – dengan meriam kaliber 155 mm, dengan laras yang disembunyikan setelah menembak ke dalam kamar khusus.

Konstruksi yang unik lainnya adalah penempatan sistem peluncur rudal vertikal Mk 57 PVLS (Peripheral Vertical Launch System) yang tidak ditempatkan ditengah kapal (seperti perusak Arleigh Burke), tetapi di sepanjang sisi samping kapal perusak, yang memberi lebih banyak ruang di geladak kapal.

Semua perkembangan baru dengan selesainya integrasi pada kapal perang USS Zumwalt akan menjadi kesuksesan besar bagi Angkatan Laut AS.

jakartagreater.com