Jul 092017
 

Airbus Defense and Space. © Airbus

Airbus berencana membangun jet tempur masa depan yang disebut sebagai Future Combat Air System (FCAS) untuk negara-negara Uni Eropa dapat menjadi starter tanpa tanggapan hangat dari anggota utama Uni Eropa yang telah membeli F-35 buatan AS, seperti dilansir dari laman Defense World.

“Kami saat ini sedang menyusun studi pra-desain untuk menunjukkan seperti apa pesawat terbang masa depan itu. Kami berbicara sangat intensif dengan para pemimpin Eropa”, kata Dirk Hoke, CEO Airbus Defense and Space kepada media Jerman, Handelsblatt.

Pernyataan Alonso itu telah menciptakan kegembiraan luar biasa menjelang Paris Air Show 2017 bahwa perusahaannya mengerjakan sejumlah komponen untuk pesawat tempur masa depan tersebut di Jerman dan Spanyol, dengan pendanaan berasal dari pemerintah masing-masing dan pemain potensial lainnya di masa yang akan datang.

“Pemain lain” dalam pernyataannya bisa diartikan sebagai negara-negara non-Eropa seperti di Timur Tengah atau Asia Tenggara yang merupakan pelanggan potensial EuroFighter atau Dassault Rafale.

Dua jet tempur buatan Eropa saat ini sukses dengan hak mereka sendiri dan tidak mungkin negara-negara yang mendukung mereka akan menyerahkan pasar mereka saat ini atau masa depan yang mendukung proyek pesawat terbang canggih yang mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dapat terwujud – merujuk pada molornya jadwal F-35 AS – atau bisa saja lebih cepat.

Sementara Perancis adalah pengguna jet tempur Dassault Rafale yang sesungguhnya, sedang jet tempur EuroFighter dioperasikan oleh Spanyol, Inggris, Italia dan Jerman.

Inggris dan Italia saat ini sudah menjadi pelanggan dari jet tempur siluman F-35 dan terlibat dalam ekosistem manufakturnya sementara Jerman baru-baru ini meminta sebuah briefing rahasia mengenai kemampuan tempur F-35 dengan tujuan mengganti EuroFighter Tornado yang telah menua.

Selain itu, pemerintah Denmark, Norwegia dan Belanda juga telah menandatangani kontrak untuk membeli pesawat tempur buatan AS.

“Untuk menarik perhatian angkatan udara negara-negara Eropa, pesawat tempur masa depan Airbus perlu memiliki kemampuan setara atau lebih baik dari F-35 AS, yang berarti membutuhkan biaya miliaran Euro untuk pengembangan”, kata seorang sumber di sebuah perusahaan pertahanan terkemuka Eropa.

Sumber tersebut juga menambahkan bahwa karena basis pelanggan F-35 telah tumbuh dan biaya per unit terus menurun, jet tempur Airbus yang diusulkan tersebut bisa saja terlihat kurang menarik bagi pemerintahan Eropa.

Upaya Eropa sebelumnya untuk mengembangkan jet tempur canggih, biasa tidak memiliki awal yang menyenangkan. Misalnya, konsorsium EuroFighter, yang terdiri dari perusahaan-perusahaan di Inggris, Jerman, Italia, Spanyol dan Prancis, telah memulai Program Pesawat Tempur Masa Depan Eropa yang dibentuk pada tahun 1983 dengan penerbangan perdana di lakukan pada tahun 1994.

Perancis akhirnya meninggalkan kemitraan itu setelah terjadi perbedaan pendapat tentang otoritas desain dan persyaratan operasional serta terus mengkonsolidasikan karyanya pada jet tempur Rafale.

Jerman dan Spanyol pun telah bermitra untuk menyusun persyaratan pada New Generation Weapon System (NGWS), yaitu nama untuk pesawat tempur baru yang diusulkan yang akan dikembangkan dibawah usaha Future Combat Air System (FCAS), yang mencakup pesawat tempur nirawak dan kemampuan perang berbasis ruang angkasa.

Perancis memang belum memberikan indikasi bahwa mereka akan tertarik untuk bergabung dengan grup ini bahkan pada tahap awal untuk mempelajari persyaratan jet tempur baru itu.

Bagikan:

  6 Responses to “Usulan Jet Tempur Airbus Bukanlah Langkah Awal?”

  1.  

    males pertamak

  2.  

    Mantap!

  3.  

    hehehe..skr warjag sukanya komentar paling akhir…jd nya pertamax ga laku lg, tp yg laku minyak tanah alias juru kunci..xixixi

 Leave a Reply