Oct 192018
 

Staffan de Mistura. (Kuhlmann / MSC via commons.wikimedia.org)

Washington, Jakartagreater.com – Utusan PBB, Staffan de Mistura untuk Suriah pada Rabu 17-10-2018 mengumumkan ia akan meninggalkan posisinya pada akhir November 2018 karena alasan pribadi.

“Keinginan saya murni karena alasan pribadi untuk meneruskan hidup,” kata Staffan de Mistura kepada Dewan Keamanan PBB, sebagaimana dikutip kantor berita Anadolu yang dipantau Antara pada Kamis 18-10-2018 di Jakarta.

“Saya takkan meninggalkan tugas saya sampai jam terakhir hari terakhir mandat saya.” Staffan de Mistura akan mundur pada pekan terakhir November 2018, setelah menjalani tugas selama lebih dari 4 tahun sebagai orang yang diangkat oleh PBB untuk konflik di Suriah.

Diplomat Italia-Swedia itu adalah orang ktiga yang memangku jabatan tersebut setelah mantan sekretaris jenderal PBB Kofi Annan dan utusan Aljazair Lakhdar Brahimi meninggalkan posisi itu, masing-masing, pada 2012 dan  tahun 2014.

Staffan de Mistura telah melancarkan pembicaraan antarorang Suriah sejak penghujung tahun 2017, untuk menyusun rancangan undang-undang dasar baru Suriah dan menetapkan ketentuan bagi pemilihan umum yang diawasi PBB.

Staffan de Mistura mengatakan ia akan aktif bekerja untuk pertemuan komite konstitusional sebelum ia meletakkan jabatan, tapi mengatakan PBB tidak siap untuk melaksanakan konfererensi kecuali badan dunia tersebut memenuhi syarat dan seimbang.

Staffan de Mistura menegaskan bahwa ia akan pergi ke Ibu Kota Suriah, Damaskus, atas permintaan pemerintah pekan depan guna membahas pembentukan komite itu, dan bermaksud mengundang Suriah, Iran serta Turki ke Jenewa, Swiss, bagi pembicaraan sebelum ia mundur pada akhir November 2018.

Ketiga negara tersebut dikenal sebagai Penjamin Astana bagi pembicaraan yang telah mereka perantarai di Ibu Kota Kazakhstan.

 Leave a Reply