May 012017
 

Screenshoot A Story from Scratch to Delivery of 2-units Fast Patrol Craft. KRI Torani-860 (BV 29427N) & KRI Lepu-861 (BV 29428P) built by PT. Karimun Anugrah Sejati (Batam – INDONESIA) for INDONESIAN NAVY, and Certified by Bureau Veritas Classification.

KRI Torani-860 dan KRI Lepu-861 telah memperkuat Satuan Kapal Patroli (Satrol) TNI Angkatan Laut.

Kapal ini memiliki panjang keseluruhan 45,5 meter dan lebar 7,9 meter, dengan kecepatan maksimal 24 knot serta kecepatan jelajah 15 knot. Kapasitas bahan bakar 70.000 liter dan memiliki endurance berlayar selama 6 hari. Dapur pacu kapal ini disokong 2 buah mesin diesel MTU yang masing-masing berkekuatan 2480HP.

Kapal dipersenjatai dengan meriam kaliber 30 mm otomelara pada haluan dan dua pucuk Senapan Mesin Berat (SMB) kaliber 12,7 mm pada buritan. Kapal sudah dilengkapi mission management system, bila suatu waktu diperlukan kanon RCWS (Remote Control Weapon System) dapat dipasang.

Filosofi ikan Torani yang hidup di seluruh samudera serta memiliki kelincahan dalam menghindar dan menyelamatkan diri dari setiap ancaman dengan cara meloncat hingga terbang di atas permukaan air, menjadi salah satu pertimbangan untuk dijadikan nama KRI.

Sementara Lepu dikenal sebagai ikan predator, ketika berburu mereka akan menyudutkan buruannya dengan sirip besarnya dan dengan refleks cepatnya mereka mampu melumpuhkan musuhnya. Lepu juga dikenal karena durinya yang panjang dan berwarna-warni yang selalu waspada melindungi dirinya dari predator lain.

Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut dan FB PT. Bureau Veritas Indonesia – Marine & Offshore Division

  46 Responses to “Video Pembangunan KRI Torani-860 dan KRI Lepu-861”

  1. Bagus

  2. nunggu komen rudal

  3. baksooo

  4. Kapan indonesia membuat kapal perang dgn tenaga nuklir?

  5. gagal pertamax komen di telan si komo hihihi

  6. yg dislike pasti fansnya kangen band

  7. Instal rudal zircon,pasti maknyus.
    #edisi mata udah ngantuk.

    • langsung klepek2 tuh musuhnya… kena rudal zircon dengan kecepatan 4600mph.. rudal Ceptor punya inggris masih di bawahnya 2300mph… klo NKRI punya rudal Zircon + S500 jadinya makin gurih makin gurihh… di ghoibkan saja keberadaannya supaya kawasan tetap adem ayem…. #edisi mimpi basah malam hari… xixixiixiii

  8. Sayangnya,,walaupun alutsista kapal2 penjaga laut udah makin canggih,,,tapi masih kalah kalau berhadapan sma kapal smokel yg bawa pakaian bekas dri singapur,kapal tni ada senjatanya kalah sama kapal kayu smokel yg cuma pake senjata bom molotov,,huhuhuhu..sedih,miris,..

  9. Instal umkhonto itu tuh , 60 km, kan tambah gahar tuh

  10. Wah… ini kalo d bawa mancing enak pasti…

  11. Buka dari aplikasi jkgr ko video nya ga ada gambar nya ya ?? Cuma ada suara nya aja ??

  12. gimana mau buat rudal,yg senjata ciaws 30 mm aja belum kataman.palingan kan lebih mudah buat ciaws dari rudal
    hadeuh……..

    • Kalo mau bisa sih di RE. Trus sekalian di mounted rudal pada CIWS nya.

      Mengejar teknologi material laras. Kalo serius pasti bisa.

      Asal ada dana.

  13. Cukup dipasang yakhont 1 biji

  14. Yang penting yg ngawaki harus bermental tempur! Jgn kayak tetangga jaguh liat nelayan China lgsg keder balik arah, malah merapat dan membeli alutsita ke perampok wilayah laut dan perikanannya kan kebelinger jdnya!

  15. Njir 24 knot . . . lemot banget . . 🙁

    Bandingkan dengan DAMEN 6110 yg 32 knot. . .

    Itu dah plus VLS.

  16. wah wah galangan kapal di indonesia sdah sangat sangat bagus ..bayangkan jika di perhatikan pemerintah lebih serius pasti bakal lebih hidup..saya suka kapal kecil macam kri tolani dan kri lepu meskipun kecil2 tp kalau keaadaan gnting bisa di pasang rudal anti kapal permukaan di buritannya baik itu exocet maupun c802..bayangkan kalau ini kapal di bangun sampai jumlahnya ribuan jauh lebih efisien dan lebih murah dari pada mengoperasian destroyer…

  17. oh ternyata Cintia dan Rini orang berbeda, kirain sama …

    lah kalau tante Mirna kenapa jadi Astrea Hondawati ?

  18. Jika kita bisa bikin gutling gun…pasti dipasang didepan inj yang setara AK-30..kalau kita bisa bikin setara oerlykon atau PSU type 90/35mm twin gun….pasti dipasang ini…walaupun hanya manual penggunaannya…harus banyak bersabar…ini..kapal 40m…harusnya minimal setara Pantysir persenjataannya…ibaratnya pantysir dilaut..dia bisa berguna anti udara mandiri…utk melindungi kapal yg lebih besar..jika terjadi full combat dilautan…juga bisa patroli secara mandiri…walupun tidak jauh rudal seperti pantysir utk anti udara tetap dipasang(kalo bisa berguna juga rudal anti kapal)..nah disini modifnya…

  19. Otomelara 30 sudah dipasang mas mas wajagerrrr

  20. Kalau di lihat ini kapal, jago hit and run…cuman perlu lagi banyak persenjataan berat untuk bisa tenggelamkan destroyer musuh….

    • Bensol

    • HIT and RUN? MIMPI…
      Mau gotong rudal & radar besar, kuat ga sasisnya? Tupoksi kapal ini adalah u/ mengamankan perairan dari maling2 ikan dan perampokan so jgn terlalu berlebihan dan chauvinisme.

      BTW, dari dahulu s/d sekarang saya itu bingung knp berani menggunakan kata “cepat” pada KCR, karena u/ kapal2 yg sama di kelasnya kecepatan kapal ini (24 knot) sama sekali tdk cepat eperti perbandingan berikut:
      – KCR 40: speed: 24knot, panjang: 45,5 meter, lebar 7,9 meter,
      – Mark VI patrol boat: speed +45knot, panjang:25m lebar:7m
      – Dvora-class fast patrol boat: speed: 37knot, panjang:22m lebar: 6m
      – Skjold-class corvette: speed: 45 knot, panjang:47m lebar:14m
      – Singapore Sea Wolf: speed: 30knot, panjang: 45m lebar: 6.5m

 Leave a Reply