Aug 182017
 

Rudal Brahmos dalam sebuah uji coba (photo : News24. online)

Pemerintah Vietnam mengkonfirmasi telah menerima pengiriman rudal jelajah supersonik Brahmos dari India. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Le Thi Thu Hang mengatakan Vietnam sedang mengembangkan kerjasama pertahanan dengan India.

“Pembelian senjata ini sesuai dengan kebijakan pertahanan nasional Vietnam yang damai dan bertujuan melindungi negara ini,” kata Hang.

Le Thi Thu Hang mengatakan kemitraan komprehensif strategis antara Vietnam dan India berkembang di berbagai bidang dan berkontribusi terhadap perdamaian, stabilitas dan pembangunan di kawasan dan dunia.

Rudal BrahMos dikembangkan oleh NPO Mashinostroeyenia Rusia dan Defense Research and Development Organization (DRDO) India.

Bramos adalah rudal jelajah anti kapal tercepat di dunia yang memiliki kecepatan 3.400-3.700 kilometer per jam. Rudal berbobot tiga ton ini bisa diluncurkan dari kapal selam, kapal perang, pesawat terbang atau dari kendaraan darat.

Sebelumnya India telah memasok kapal patroli ke Vietnam dan telah memberikan pelatihan militer, namun rudal tersebut merupakan kesepakatan perdagangan senjata pertama antara kedua negara.

Rincian nilai kesepakatan pembelian rudal Brahmos belum terungkap.

Vietnam membangun militernya di tengah ketegangan di Laut Timur yang disengketakan, yang dikenal secara internasional sebagai Laut Cina Selatan. Vietnam juga telah memesan enam kapal selam diesel elektrik Improved Kilo dari Rusia dalam kesepakatan senilai US$ 2 miliar.

Asiandefencenews

  22 Responses to “Vietnam Akuisisi Rudal Brahmos dari India”

  1. vietnam memborong lagi,..

  2. waahhh tetangga kok pada canggih-canggih ya arsenalnya….

  3. Awas hati-hati dengan ancaman kekuatan pasukan Nguyen Huu Thang
    https://d10dnch8g6iuzs.cloudfront.net/picture/63020170815173849471

  4. Brahmos indonesia nanti namanya Brahi = brahmana indonesia…

    Sedang brahmos made in vietnam namanya Brahvi birahi pasti xixixiii..

    Hut kemerdekaan ini selain kabar nya dihiasi KAPLAN apa akan ada survrise lainnya ya. Misal S400 baru dibeli.

  5. “yang sabar yah bos ….”

  6. Peluncurnya sama dengan dikasel kilo dan gepardkah?…

  7. Bila resufel kabinet mendatang bisa jadi menhan vietnam di naturalisasi RI..

  8. Kan sudah ane blg..
    vietnam tau, apa yg rakyatnya mau…(kilo,s400,brahmos)
    indonesia tau, apa yg rakyatnya ga mau…(skyshield,nasamsII,manpads)
    kontras bgt kekuatan alutsista yg dibeli….vietnam bakal jd negara besar di asean…

    • dan saat rudal2 itu sudah kadaluarsa mereka bingung sendiri karena tidak bisa membuat propelant sendiri alias rudalnya sudah tidak bisa ngaceng lagi. Beda dengan Indonesia krn kita sedang belajar membuat semua alutsista strategis. Memang butuh waktu dan kesabaran tpi hasilnya jika kita sudah mandiri minimal kekuatan kita setara Korea Selatan.

      • Sayangnya lagi saat kita sudah menguasai tekhnology itu para insinyur bnyak yg direkrut ttganya.

        Atau sayangnya lagi indonesia perang dg sekutu FPDA dan USA

        atau saat itu negara kita kena krismon jilid ke 3 sehingga banyak BUMN yang kolep….

        Maaf nih koment ane agak semnrull dan semrawull…

  9. pasti banyak yg waper.. denger tetanga stlong ..

  10. Kenapa kt gak ajak produksi bersama Rusia kayak India ya! Gmn kabarnya kerjasama rudal dgn Ukraina? Semoga aja secara diam2 kt sudah memiliki dan mampu membuat Rudal canggih setara negara2 maju py!

  11. Aih… vietnam nyalip d tikungan lagi… nyalip g pake ngebel lagi…

  12. Kita cukup C705 saja sdh sangat hebat rudalnya bisa nyelem ! !… ahaaa

  13. Yang kayak gini nih yang bikin nyesek…salut Vietnam

  14. Bukankah Brahmos sejenis Yakont??? Yakont Indonesia sudah menggunakanya di beberapa kapal perang…

 Leave a Reply