Vietnam mengupgrade Su-27 ke Standar Su-27SM3

20
7354

Pesawat tempur Su-27 Flanker milik Angkatan Udara Vietnam sejauh ini telah bertugas sekitar 20 tahun. Seperti dilaporkan oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Vietnam adalah negara pertama di Asia Tenggara yang melengkapi Angkatan Udaranya dengan Su-27 Flanker buatan Rusia.

Pada tahun 1995 Vietnam menerima 5 jet tempur Su-27SK dan Su-27UBK ,dan pada tahun 1997 – 1998, Vietnam membeli lagi dua Su-27SK dan 4 Su-27UBK lagi, sayang dua 27UBK mengalami kecelakaan saat dikirimkan lewat laut dari Rusia ke Vietnam.

Saat ini Su-27SK yang merupakan varian ekspor dan awal dari Su-27 adalah jet tempur yang sudah uzur dan ketinggalan jaman, satu hal yang perlu diperhatikan lagi adalah usia hidup atau masa operasional Su-27 buatan era Soviet lebih pendek daripada jet tempur terbaru Su-30 atau Su-35.

Menurut situs resmi manufaktur pesawat Grup Sukhoi, lifetime chasis Su-27 hanya 2.000 jam terbang, atau setara dengan 20 tahun masa tugas. Saat ini semua Su-27 Vietnam sudah hampir mencapai usia pensiun.

Namun ditengah situasi saat ini, dimana ketegangan di Laut China Selatan terus memanas dan masa operasional Mig-21 Vietnam juga sudah habis, maka tidak mungkin Vietnam menghapus Su-27, dan satu-satunya alternatif adalah dengan mengupgrade atau memodernisasi Su-27.

Angkatan Udara Rusia saat ini secara bertahap mengupgrade Su-27S miliknya ke standar yang lebih tinggi seperti Su-27SM3 dengan radar N001VE-Pero dan mesin AL-31FM1, membuat kemampuan tempur Su-27S mendekati Su-35.

Secara diam-diam Vietnam kemungkinan juga sudah memodernisasi Su-27 miliknya. Hal ini terlihat dalam acara ‘We Are Soldier’ yang disiarkan stasiun TV – VTV3 yang menampilkan Su-27SK dengan tail number 6004 dengan warna cat kamuflase baru, yang jauh lebih fresh dan tajam dari warna sebelumnya ataupun sedikit berbeda dari standar warna kamuflase jet tempur Su-27SK Vietnam.

Pengecatan keseluruhan body pesawat tempur membutuhkan pengerjaan yang kompleks yang biasanya hanya dilakukan ketika baru diperbaiki dari kecelakaan atau setelah menjalani upgrade besar.

Sangat mungkin Su-27SK telah menjalani upgrade ataupun memodernisasi, meski masih belum jelas apakah standar modifikasinya setara dengan level Su-27SM3 atau ke standar Su-27 lainnya.

20 COMMENTS

  1. Ximak sambil mantau….
    Yg diattas tu mbah bowo asli pa yg palsu….
    Pusing mikirin yg mbah bowo asli apa palsu….

    Lebih baik aq minum kopi dulu campur sianida biar pikiran santai dan damai….

  2. Saya malah berharap TNI-AU mengufgrade seluruh armada su-27skm ke standart su-27sm3 dan su-30 mkk ke standart su-30sm , plus penambahan pesawat baru baik itu su-27/30 dan membeli su-34 fullback dan su-35 sebagai pengisi skuadron yang baru…

  3. Yang kita harapkan …
    TNI AU mengembangkan squadron Sukhoi 27/30 nya …Dengan menambah jumlah armada Sukhoi 27/30 dengan varian terbaru ini….kalau Cuma 16 unit dalam 1 squadron ..Tentu nya tidak cukup …kasihan pilot nya ….

  4. Jelas mbah, Scara geopolitik vietnam udah rawan peperangan, terkait meningktnya kasus Lcs akibat klaim chino yg memakn perairanya dn hmpir selurh lcs…

    Olh krna itu vitnam memoderenisasi persenjatanya dgn blanja bsar bsaran minimal utuk mengantisipasi bilamna ada ketegangan di lcs yg tdk terkendali…

LEAVE A REPLY